<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670</id><updated>2011-10-11T23:26:12.261+07:00</updated><category term='http://www.begawantegal.blogspot.com'/><category term='Drama Tegalan'/><category term='Puisi'/><category term='Penerbitan Puisi'/><category term='Sastra Lokal'/><category term='sastra tegalan'/><category term='Seni'/><category term='konser musik TEgalan'/><category term='Foto Seleb Tegal'/><category term='Sajak'/><category term='Pentas Sastra Tegalan'/><category term='Biografi Bontot sukandar'/><category term='PEerayaan Hari Sastra Tegalan'/><category term='puisi tegalan'/><category term='Puisi Hamidin: www.tegalseksi.blogspot.com'/><category term='Wawancara'/><category term='kesenian'/><category term='Sastra'/><title type='text'>Komunitas Sorlem</title><subtitle type='html'>sebuah | catatan | peristiwa</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-105250701009700191</id><published>2009-10-25T18:49:00.004+07:00</published><updated>2009-10-25T20:03:17.260+07:00</updated><title type='text'>wisnu bangkitkan nasionalisme di pekalongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SuRMRCH46nI/AAAAAAAAAH8/rpiqsMDa7Zc/s1600-h/8323_145354932818_596662818_2717496_4126875_s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 179px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SuRMRCH46nI/AAAAAAAAAH8/rpiqsMDa7Zc/s400/8323_145354932818_596662818_2717496_4126875_s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396522109008145010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wicaksono Wisnu Legowo&lt;/span&gt; adalah sosok anak muda yang kreatif, terbukti dengan berbagai karyanya yang telah menyabet berbagai penghargaan, seperti film Tobong masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia (FFI) katagori film pendek (2006), bukan hanya itu, tetapi sekali lagi, pemuda yang masih tercatat sebagai mahasiswa IKJ jurusan film dengan minta utama penyutradaraan ini, menunjukan kepiawaiannya terbukti pada FFI th.2008 juga sebagai nominator dengan garapan yang berjudul "Ibu dan anak-anakku".&lt;br /&gt;pemuda yang kelahiran th.1983 ini, pada tanggal 18 oktober lalu mampu menumbuhkan semangat nasionalisme pada pengunjung acara pemutaran film dokumenter di kampus STAIN Pekalongan dalam acara "Monolog, baca puisi dan pemutaran film" yang diselenggarakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komunitas Sorlem&lt;/span&gt;. film yang berjudul "Kita harus menang" yang menyodorkan ilustrasi sorak-sorai yang menggelegar di Gelora Sukarno dan berkumandang lagu-lagu Indonesia Raya dan Halo-Halo Bandung, sangat menyentuh beberapa mahasiswa yang menghadiri acara tersebut.&lt;br /&gt;"acara yang digelar Komunitas Sorlem ini, merupakan acara yang sangat tepat. Karena sasarannya jelas, yaitu para mahasiswa. ini yang membuat saya sangat bersemangat mengisi acara."jelas Wisnu.&lt;br /&gt;menurutnya, dirinya siap untuk mengisi acara-acara yang sifatnya apresiatip bagi masyarakat. Hal ini nampaknya tidak main-main, terbukti dia telah mendirikan sebuah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; komunitas Lincak &lt;/span&gt;yang beranggotakan anak-anak muda yang apresiatip terhadap dunia seni.&lt;br /&gt;bukan hanya itu, wisnu yang dipercaya memegang komite sinematografi Dewan Kesenian Tegal, pada bulan desember bakal menggelar acara berbagai jenis seni, dari film sampai sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filmografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;IKAN SISA-SISA&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Produksi BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL KOTA TEGAL, 2009&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;PIRATES&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Produksi FFTV IKJ, 2009&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;KITA HARUS MENANG&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Produksi Gudang Production, 2009&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;TEMAN TAPI RACUN&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Produksi PEMKOT TEGAL, 2008&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;IBU DAN ANAK-ANAKKU&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Produksi FFTV IKJ, 2008&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;NGARAK BARONGAN&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Produksi FFTV IKJ, 2008&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;SERAGAM MERAH PUTIH&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Produksi FFTV IKJ, 2008&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;TOBONG&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Produksi Cahaya, 2006       &lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-105250701009700191?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/105250701009700191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=105250701009700191' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/105250701009700191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/105250701009700191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/10/wisnu-bangkitkan-nasionalisme-di.html' title='wisnu bangkitkan nasionalisme di pekalongan'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SuRMRCH46nI/AAAAAAAAAH8/rpiqsMDa7Zc/s72-c/8323_145354932818_596662818_2717496_4126875_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-9192298461801252904</id><published>2009-10-23T12:09:00.004+07:00</published><updated>2009-10-23T12:17:55.544+07:00</updated><title type='text'>demo lukis ary jembrong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SuE7LeaTyMI/AAAAAAAAAHs/CqcJrfo-jso/s1600-h/5300_1142003764705_1665796106_364146_5872194_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 679px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SuE7LeaTyMI/AAAAAAAAAHs/CqcJrfo-jso/s400/5300_1142003764705_1665796106_364146_5872194_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395658896894576834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="datetime"&gt; Suara Merdeka 06 Maret 2008&lt;/div&gt;          &lt;h2&gt;Melukis Ambeng di Atas Pintu Air&lt;/h2&gt; DI tengah terik matahari, sambil bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek, seniman lukis &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ari Jembrong&lt;/span&gt; tampak serius melukis dengan dua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya dengan kuas, bahkan kedua tangannya turut berlumuran cat.&lt;br /&gt;Untuk menciptakan efek tertentu, tanpa sungkan dia pun meminum cairan cat akrilik warna, dan serta merta menyemburkan cat di atas kanvas yang dia bentangkan di atas pintu air Kalimati, Jalan Serayu, Kota Tegal.&lt;br /&gt;Tak berapa lama lukisannya bergambar sebuah benteng Pasar Pagi, kapal, dan cap tangan itu dia selesaikan. Selesai melukis di atas canvas, kemudian dia kembali melukis di punggung dan kepala salah satu relawan Edi Junaedi (24).&lt;br /&gt;Kepala Edi dia lumuri dengan cat warna merah, dan tubuhnya dilumuri berbagi warna seperti merah, kuning dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak butuh waktu lama, hanya sekitar 20 menit Ari pun menyelesaikan lukisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penganut lukisan abstrak ini, Benteng Pasar Pagi dalam lukisannya melambangkan simbol Kota Tegal, Kapal sebagai simbol tumpeng, dan tangan melambangkan para calon gubernur maupun wali kota yang akan mencalonkan diri dalam Pilkada mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’’Tangan menunjukkan para calon yang akan ikut pilkada. Sedangkan melukis di tubuh dengan cat warna merah di kepala, melambangkan jangan sampai terjadi adu fisik saat Pilkada berlangsung,’’ jelasnya.&lt;br /&gt;Pintu Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai melukis di atas pintu air, dia menyebutkan, selain untuk apresiasi, hal ini karena pintu air di manapun tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;’’Pemerintah jarang memperhatikan pintu air, banyaknya musibah seperti banjir. karena pintu air tidak diperhatikan,’’ sebutnya.&lt;br /&gt;Demo lukis yang dilakukan oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komunitas Sorlem&lt;/span&gt;, Rabu (5/3) sekitar pukul 12.00 itu, berhasil menarik perhatian beberapa pengemudi kendaraan dan pejalan kaki yang kebetulan melinas di jalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komunitas Sorlem, Bontot Sukandar&lt;/span&gt; menyebutkan, ide mengadakan acara itu sendiri tercetus saat dia bersama komunitasnya sedang moci di bawah pohon mangga yang ada di Jalan Serayu.&lt;br /&gt;’’Tema yang kami angkat adalah Ambeng Kota Tegal, karena ambeng  (tumpeng) adalah simbol keselamatan. Kami melihat, menjelang Pilkada ini terjadi beberapa konflik di beberapa kubu para calon. Dengan konflik ini para seniman merasa prihatin, sehingga tercetuslah membuat acara ini,’’ jelasnya.&lt;br /&gt;Menurut Bontot, baik lukisan maupun relawan yang bersedia dilukis tubuhnya ini, akan dipajang di atas pintu air Kalimati hingga malam hari. ’’Bahkan lukisan ini sudah ada yang pesan,’’ terangnya. (Cessnasari-15)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-9192298461801252904?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/9192298461801252904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=9192298461801252904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/9192298461801252904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/9192298461801252904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/10/suara-merdeka-06-maret-2008-melukis.html' title='demo lukis ary jembrong'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SuE7LeaTyMI/AAAAAAAAAHs/CqcJrfo-jso/s72-c/5300_1142003764705_1665796106_364146_5872194_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1733348022173960615</id><published>2009-10-20T13:34:00.005+07:00</published><updated>2009-10-20T14:26:37.564+07:00</updated><title type='text'>Slamet Riyadi unjuk kebolehan di Pekalongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/St1gm-uUXsI/AAAAAAAAAHk/a64VasUzT5w/s1600-h/DSC04216.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 341px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/St1gm-uUXsI/AAAAAAAAAHk/a64VasUzT5w/s400/DSC04216.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394574151448288962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;menyebut nama&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Slamet Riyadi&lt;/span&gt; sama saja dengan membuka peta perteateran kota tegal pada era 80 an, saat itu aktor yang satu ini kerap dipercaya untuk pegang peran dalam berbagai pementasan teater di kelompoknya (teater RSPD). lakon yang pernah diperaninnya antara lain : Roro Mendut, Langit Berkarat atau Sang Koruptor, Palagan Kuru Setra dll.&lt;br /&gt;satu tahun berlakangan setelah lama "tertidur" dari dunia panggung teater, gairah berteaternya mulai bangkit kembali dimulai dengan pementasan monolog Waslam dipentaskan di TBRS (Semarang) TBS (Surakarta) bersama&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; KOmunitas Sorlem,&lt;/span&gt; dengan naskah yang sama aktor yang juga pernah berperan dalam Ronggeng-ronggeng, pentas dihalaman rumah dinas wakil walikota Tegal( Dr.Maufur) pada tanggal 14 desember 2008.&lt;br /&gt;sementara dalam acara di pekalongan mamet (panggilan akrabnya) mementaskan Warto gugat. dalam aksinya dipanggung monolog yang kesekian kalinya mampu merangsang imajinasi para pengunjung yang membawa pada nuansa kegelisahan pada tekana hidup yang menggencetnya sebagai orang kecil.&lt;br /&gt;saat sekarang mamet sedang mempersiapkan naskah baru yang rencananya bakal dipentaskan di Bandung bersama Komunitas Sorlem.&lt;br /&gt;"rasanya saya lebih tertantang untuk bermonolog, dibanding bermain kelompok" ujar mamet.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1733348022173960615?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1733348022173960615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1733348022173960615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1733348022173960615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1733348022173960615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/10/slamet-riyadi-unjuk-kebolehan-di.html' title='Slamet Riyadi unjuk kebolehan di Pekalongan'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/St1gm-uUXsI/AAAAAAAAAHk/a64VasUzT5w/s72-c/DSC04216.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6017562147040894908</id><published>2009-10-19T12:37:00.008+07:00</published><updated>2009-10-22T17:18:09.048+07:00</updated><title type='text'>Komunitas Sorlem ke Pekalongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/StwDL6xYzNI/AAAAAAAAAHc/iZuTU6bch5Q/s1600-h/7316_1178810203556_1627174489_458680_6126950_s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 179px; height: 227px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/StwDL6xYzNI/AAAAAAAAAHc/iZuTU6bch5Q/s400/7316_1178810203556_1627174489_458680_6126950_s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394189956972858578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;komunitas Sorlem segarkan Pekalongan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;komunitas Sorlem&lt;/span&gt; yang belakangan vakum kegiatan, dikarenakan sebagian anggotanya dipercaya menjadi pengurus Dewan Kesenian Tegal. pada tanggal 17-18 oktober lalu memulai dengan gebrakan di Pekalongan mengusung monolog, baca puisi dan pemutaran film.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;"acara yang kami gelar di Pekalongan diharapkan bisa memicu gelegak kreatifitas para seniman pekalongan,karena kami rasakan kota yang lebih dikenal sebagai kota batik terasa ayem-ayem saja dalam geliat keseniannya, bahkan cenderumg vakum." ujar Bontot Sukandar ketua Komunitas Sorlem.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;dalam acara yang digelar kerjasama Komunitas Sorlem dan Teater Zenith STAIN Pekalongan,pada hari pertama 17 okt menyajikan baca puisi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bontot Sukandar&lt;/span&gt; yang membawakan 3 puisi Malam menghitung Langkah, saat ada justru tak ada dan puisi dialog karya &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;sendiri, sempat memukau pengunjung. bahkan pada puisi yang ke 3 dibantu Jayanti ketua Teater Zenith terasa ada suasana yang mendukung karena yang dibawakan adalah puisi cinta.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;"puisi yang aku bawakan itu adalah puisi tentang kota tegal, yang lainnya adalah suasana di facebook,bahkan ada salah satu puisi yang diambil dari status dan komentar dari teman "dekat" dan dikompilasi menjadi satu puisi." jelas Bontot yang sekarang dipercaya sebagai bendahara Dewan Kesenian Tegal.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;penampilan kedua diisi monolog yang dibawakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Slamet riyadi&lt;/span&gt; juga tak kalah menariknya, mamet yang telah diasah keaktorannya puluhan tahun di teater RSPD,bermain dengan total, cuma sayangnya auditorium STAIN tempat acara berlangsung akustiknya tak mendukung, sehingga artikulasi tak sampai ke penonton.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;setelah dua acara tersebut dilanjutkan dengan diskusi dengan pembicara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Estu Marhaento&lt;/span&gt;, cukup mengena dengan menceritakan pengalamannya ketika masih nyantrik di bengkel Teater Rendra. seniman-seniman senior pekalongan seperti EDi Keling, Oso, Hadi Lempe dll sempat terpancing untuk membangkitkan kesenian di Pekalongan.&lt;br /&gt;sementara tanggal 18 oktober komunitas sorlem sebagai acara lanjutam mengadakan pemutaran film karya suryo sukarno Pekalongan judul "Pahlawan", sedang film kedua karya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wicaksono Wisnu Legowo&lt;/span&gt; " Kita harus menang" sebagai film dokumenter mampu memberikan inspirasi bagi pengunjung untuk lebih menanamkan rasa nasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6017562147040894908?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6017562147040894908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6017562147040894908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6017562147040894908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6017562147040894908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/10/komunitas-sorlem-ke-pekalongan.html' title='Komunitas Sorlem ke Pekalongan'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/StwDL6xYzNI/AAAAAAAAAHc/iZuTU6bch5Q/s72-c/7316_1178810203556_1627174489_458680_6126950_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6429388854643199390</id><published>2009-05-22T14:32:00.003+07:00</published><updated>2009-05-22T15:02:55.445+07:00</updated><title type='text'>film Warto togel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ShZb1GAHG2I/AAAAAAAAAHU/pHyVf2hRO10/s1600-h/s1352025004_1468071_4270885.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ShZb1GAHG2I/AAAAAAAAAHU/pHyVf2hRO10/s400/s1352025004_1468071_4270885.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338555375996574562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;WARTO TOGEL THE MOVIE&lt;br /&gt;FILM TEGALAN 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukes dengan Tukang-Tukang Kemoncer, Film Tegalan yang banyak ditonton pemirsa lewat internet. Sindoro Multimedia, komunitas film indie Tegal yang dipimpin oleh Ketua Komite Sinematografi Dewan Kesenian Tegal, Andy Prasetyo baru-baru ini mempersiapkan sebuah karya film Tegalan. Tidak tanggung-tanggung konsep yang akan disampaikan dalam film Tegalan ke-2 ini adalah himbauan untuk para penggemar togel.&lt;br /&gt;Film berdurasi 30 menit ini, murni mempergunakan bahasa Tegal dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah standar sinematografi.&lt;br /&gt;“ Selain mempergunakan bahasa Tegal asli, Warto Togel juga ber subtitle bahasa Inggris, karena film ini akan kita screening di Belanda, bekerjasama dengan mahasiswa Indonesia disana” ujar Andy, sutradara Warto Togel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang ketua komite film di DKKT, Andy merasa perlu untuk mengangkat bahasa Tegal karena kontaminasi yang dominan dengan unsure budaya luar sangat tinggi, mengingat Tegal sebagai kota transit.&lt;br /&gt;Belakangan, selain usaha untuk menghidupkan bahasa Tegal sebagai bahasa ibu lewat film, karya-karya satra Tegalan pun bermunculan sebagai pendamping dan usaha yang dilakukan oleh para seniman Tegal untuk meng uri-uri bahasa Tegal, diantaranya adalah Lanang Setiawan, Bontot Sukandar, Hadi Utomo dan beberapa seniman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warto Togel yang akan mulai digarap pada tanggal 12 Desember 2008 nanti melibatkan 8 orang crew dan 24 pemain. Hingga saat ini proses produksi sudah mencapai tahap reading scenario.&lt;br /&gt;Sementara itu, scenario yang ditulis oleh Hasan Bisri memuat ide dari seniman di komunitas Sorlem Tegal, diantaranya adalah Dwi Ery Santoso sedangkan untuk peñata musik dipercayakan kepada seniman besar Nurngudiono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disinggung tentang synopsis filmnya, Andy mengatakan bahwa film ini merupakan gambaran para penggemar togel “semoga dengan diluncurkannya film ini nanti, sedikit banyak bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik “ ujarnya sambil mengundang masyarakat Kota Tegal untuk ikut menyaksikan film Warto Togel pada pemutaran perdana tanggal 28 Desember nanti di Gedung Kesenian Kota Tegal atau dapat disaksikan di blognya yaitu senimantegal.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu disinggung keterkaitan pemerintah dengan produksi film ini, Andy mengatakan sejauh ini dukungan pemerintah terhadap pelestarian bahasa Tegal maupun film Tegalan cukup bagus. Akhirnya Andy mengharapkan kepada warga Tegal sendiri agar dapat bersama-sama melestarikan budaya dan bahasa Tegal yang kian hari kian terkikis oleh budaya dari daerah lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6429388854643199390?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6429388854643199390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6429388854643199390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6429388854643199390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6429388854643199390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/05/film-warto-togel.html' title='film Warto togel'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ShZb1GAHG2I/AAAAAAAAAHU/pHyVf2hRO10/s72-c/s1352025004_1468071_4270885.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1154266183630755493</id><published>2009-05-02T18:23:00.005+07:00</published><updated>2009-05-05T11:34:45.210+07:00</updated><title type='text'>lukisan anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfwuIr7uGZI/AAAAAAAAAHE/IRaq-p5Mw2A/s1600-h/WIDODO+nampang+di+lukisan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfwuIr7uGZI/AAAAAAAAAHE/IRaq-p5Mw2A/s400/WIDODO+nampang+di+lukisan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331186785666865554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table width="685" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;table width="666" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;                &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;        &lt;p&gt;&lt;span class="txttagline"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;table width="327" align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;                      &lt;!---PHOTO---&gt;                                                                    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                         &lt;td width="6"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                        &lt;td width="318"&gt;&lt;script language="JavaScript" src="http://www2.kompas.com/ver1/js/dikbud_berita_tengah.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div align="right"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                      &lt;/tr&gt;                    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                    &lt;p&gt;                &lt;span class="txttagline"&gt;&lt;br /&gt;               &lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Pameran Lukisan Anak, Pameran untuk Sang Juara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="bodytext01"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Laporan Wartawan Kompas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siwi Nurbiajanti&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;TEGAL, KOMPAS -- &lt;/strong&gt;Dunia anak merupakan dunia penuh kebebasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kebebasan itu pula yang akhirnya memunculkan berbagai kreatifitas&lt;/p&gt;&lt;p&gt; dalam berkarya, termasuk kreatifitas menggambar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berangkat dari ide itu, Galeri Wied Kota Tegal mencoba menyelenggarakan&lt;/p&gt;&lt;p&gt; pameran lukisan anak-anak berprestasi ‘Sang Juara Moncer 2007’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pameran digelar di lantai dasar Pasific Mall Kota Tegal, selama delapan hari&lt;/p&gt;&lt;p&gt; mulai Minggu (4/2). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebanyak 18 pelukis cilik (usia TK hingga SD) ikut serta dalam acara tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Tidak kurang dari 60 karya dengan berbagai tema dipamerkan di sana.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pameran dikhususkan bagi siswa yang bersekolah di Kota Tegal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pemilik Galeri Wied, Widodo mengatakan, pameran lukisan dimaksudkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt; untuk meramaikan kegiatan seni lukis di Kota Tegal,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; khususnya untuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pameran itu baru pertama kali diselenggarakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurutnya, selama ini, karya anak-anak jarang terekspos.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biasanya karya itu hanya disimpan saja di rumah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal karya anak-anak justru lebih beragam dan ekspresif&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bila dibandingkan karya orang dewasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Dengan jiwanya yang masih polos, anak-anak mampu bercerita mengenai sebuah ide,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; dalam berbagai ragam goresan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Selain itu, sejumlah  anak-anak di Kota Tegal telah berhasil menunjukkan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;prestasi melukis, baik di tingkat lokal maupun provinsi. Oleh karena itu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; agar prestasi tersebut bisa diabadikan, diselenggarakanlah pameran lukisan anak-anak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Widodo mengatakan, semua lukisan yang dipamerkan di sana&lt;/p&gt;&lt;p&gt; merupakan lukisan yang pernah memenangkan lomba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Hampir semua karya lukis masih menggunakan pewarna crayon dan spidol.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Meskipun demikian, karya anak-anak tersebut tetap mampu&lt;/p&gt;&lt;p&gt; menggambarkan ide cerita yang ditawarkan pelukisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Seperti lukisan karya Hana Novita Hasan berjudul Perang antar Suku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lukisan itu jelas menggambarkan medan pertempuran antara dua golongan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; lengkap dengan senjata yang mereka gunakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Meski tidak secara spesifik memperlihatkan asal golongan yang bertempur,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; namun ide Hana mampu terekspresikan secara sempurna dalam karya tersebut.     &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut Hana, proses membuat karya lukis diawali dari kegemarannya menggambar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan itu telah ditekuninya sejak duduk di bangku taman kanak-kanak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Kehadiran pameran kali ini, ia akui sebagai media yang bagus bagi pengembangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt; seni lukis anak-anak. Dalam kegiatan tersebut, Hana menampilkan tujuh karya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; diantaranya berjudul Panjat Pinang, Terumbu Karang, Pasar Tradisional,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perang antar Suku, dan Bermain. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain pameran lukisan, pada hari yang sama juga diselenggarakan pula&lt;/p&gt;&lt;p&gt; lomba menggambar dan mewarnai bagi pemula. Lomba mewarnai diikuti&lt;/p&gt;&lt;p&gt; sekitar 450 peserta dari TK hingga SD kelas III. Sedangka lomba menggambar&lt;/p&gt;&lt;p&gt; diikuti 150 peserta dari siswa SD kelas IV hingga VI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(diambil dari harian Kompas, Minggu 04 februari 2007)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;!---fotonews---&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;script language="JavaScript"&gt; function WindowOpen1(url) { myWin1=open(url,"displayWindow","width=400,height=400,toolbar=no,menubar=no"); return false; } &lt;/script&gt;                       &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                &lt;/tr&gt;                &lt;tr&gt;                   &lt;td&gt;&lt;p align="center"&gt;                      &lt;!---LOGO---&gt;                      &lt;!-- &lt;img src="images/logowarkot.gif" width="160" height="24" /&gt; --&gt;                    &lt;/p&gt;                    &lt;!---         &lt;table width="303" border="0" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;                      &lt;tr&gt;                         &lt;td colspan="4"&gt; &lt;/td&gt;                      &lt;/tr&gt;                      &lt;tr&gt;                         &lt;td width="45"&gt;&lt;img src="/ver1/images/kirimketeman.gif" width="37" height="15" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;                        &lt;td width="107" class="verdana10"&gt;KIRIM KE TEMAN&lt;/td&gt;                        &lt;td width="45"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img src="/ver1/images/printartkl.gif" width="37" height="15" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                        &lt;td width="106" class="bodytext01"&gt;&lt;div align="left" class="verdana10"&gt;CETAK                             HALAMAN&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                      &lt;/tr&gt;                      &lt;tr&gt;                         &lt;td colspan="4"&gt; &lt;/td&gt;                      &lt;/tr&gt;                    &lt;/table&gt;        ---&gt;        &lt;/td&gt;                &lt;/tr&gt;              &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;          &lt;/tr&gt;        &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                   &lt;script language="javascript" src="http://www2.kompas.com/ver1/js/gsearch.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img src="http://www2.kompas.com/ver1/images/spacer.gif" width="1" height="1" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1154266183630755493?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1154266183630755493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1154266183630755493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1154266183630755493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1154266183630755493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/05/pameran-lukisan-anak-pameran-untuk-sang_703.html' title='lukisan anak'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfwuIr7uGZI/AAAAAAAAAHE/IRaq-p5Mw2A/s72-c/WIDODO+nampang+di+lukisan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1484264793507295747</id><published>2009-05-02T12:05:00.006+07:00</published><updated>2009-05-02T13:12:12.752+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfvY2hAxg1I/AAAAAAAAAGs/GI-SOyAA4BI/s1600-h/hartono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 280px; height: 251px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfvY2hAxg1I/AAAAAAAAAGs/GI-SOyAA4BI/s400/hartono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331093015009264466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Tegal Laka-laka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt; * Oleh Hartono Ch Surya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLOGAN Tegal Laka-Laka baru saya ketahui ketika melintas jalan Ahmad Yani, tertempel pada sebuah billboard yang melintang di ruas jalan itu, bertuliskan warna emas menyala. Laka-laka (bahasa Tegal) artinya jarang ada atau langka. Kalau diterjemahkan secara harfiah artinya jarang ada jarang ada atau langka-langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi demikianlah uniknya bahasa Tegal. Perulangan kata; laka yang pertama dimaksudkan sebagai pokok ungkapan, kemudian kata laka kedua merupakan penegas/penyemangat. Kata laka-laka juga berarti; bukan main, hebat, top, luar biasa, sebagai bentuk ungkapan memuji (rasa kagum) terhadap sesuatu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya juga pernah populer slogan Tegal Keminclong Moncer Kotane, slogan yang sebenarnya sudah bagus. Tetapi mau berapa pun slogan itu dibikin tidaklah penting benar, yang penting adalah konsistensinya. Sebagaimana konsistensi Tegal tempo doeloe, Tegal yang disimbolkan sebagai banteng loreng ginoncengan bocah angon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol banteng loreng adalah gambaran watak orang Tegal yang keras hati dan teguh pendirian, ginoncengan (dibonceng) bocah angon (anak gembala) artinya; betapapun keras watak orang Tegal, ia akan menjadi luluh/lembut bila berhadapan anak gembala sekalipun, asal tahu cara mengambil hatinya. Bocah angon melambangkan si kecil/rakyat kecil yang lugu dan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adipati Martoloyo adalah simbol watak pemimpin Tegal yang tegas, keras hati, teguh pendirian, yang meletakkan nilai kebenaran, kejujuran dan harga diri di atas segalanya. Kekuasaan bagi Martoloyo adalah martabat, kekuasaan tanpa martabat adalah pecundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ingin jadi pecundang kekuasaan, Martoloyo memilih mati demi harga diri. Brubuh Martoloyo-Martopuro merupakan antiklimaks dari nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan harga diri itu. "Sekali berarti, setelah itu mati!" (pinjam puisi Chairil Anwar) barangkali itulah sikap Martoloyo selaku penguasa Tegal waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi Martabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan otonomi (UU No 22 Tahun 1999) barangkali merupakan manifestasi dari martabat/harga diri daerah, sebagaimana sikap Martoloyo, dalam rangka menciptakan kemandirian dan kesejahteraan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan para profesional; cerdas, gesit, jujur, bersih, dan berwibawa. Kalaulah pemimpin, maka ia pemimpin yang adil, pemimpin yang tegas, pemimpin yang peka. Pemimpin yang tidak adil, tegas, dan peka adalah pemimpin yang tidak bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kebocoran yang terjadi di daerah lantaran kurangnya profesionalisme penyelenggara negara. Korupsi terus berlangsung. Otonomi seluas-luasnya justru kesempatan korupsi sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi negatif dalam praktik pelaksanaan otonomi daerah, ditengarai banyak pihak, tidak akan mencapai tujuan utama, yakni peningkatan kesejahteraan serta kemandirian masyarakat, tanpa didukung tenaga profesional yang bersih dan atau pemimpin yang tegas adil dan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin adalah pemegang amanat institusi, maka ia haruslah sang pengayom yang adil, atasan yang tegas, bapak yang bijak, dan orang tua yang peka. Pemimpin tanpa rasa keadilan adalah pemimpin tak bernurani, pemimpin tidak tegas adalah pemimpin lemah, pemimpin tidak bijak adalah pemimpin tak berbudi, dan pemimpin tidak peka adalah pemimpin bebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau saja sikap kepemimpinan kita berpijak dari rasa keadilan, barangkali Tuhan segera menghentikan azab dan petaka di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah kepemimpinan di Tegal dengan rasa keadilan yang seluruh. Usut tuntas segala bentuk penyelewengan. Tindak tegas pejabat-pejabat korup. Bersihkan setiap lini dari orang-orang mbandel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri kewenangan penuh Badan Pengawas agar tidak cuma jadi momok bagi pegawai kecil, tapi giliran ketemu pejabat-pejabat nakal, lha kok loyo kehabisan tenaga. Merenunglah barang sejenak; negeri ini telah mencapai rekor tertinggi di bidang korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dari Tegal sayangku, mulailah. Bersihkanlah dari Tegal sayangku, bersihkanlah. Bila suatu saat nanti Adipati Martoloyo bangkit dari tidur panjangnya, maka jangan kaget kalau ia akan bilang; "Tegal Laka-Laka!" (11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Hartono Ch Surya, ketua Yayasan Pustaka Tegal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( diambil dari harian Suara Merdeka, senin 30 april 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1484264793507295747?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1484264793507295747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1484264793507295747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1484264793507295747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1484264793507295747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/05/tegal-laka-laka-oleh-hartono-ch-surya.html' title=''/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfvY2hAxg1I/AAAAAAAAAGs/GI-SOyAA4BI/s72-c/hartono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-394924376446720715</id><published>2009-03-18T19:37:00.002+07:00</published><updated>2009-03-18T19:38:24.766+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDrMTJQ8zI/AAAAAAAAAGk/6DQ1_jCsBAM/s1600-h/Ratna.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDrMTJQ8zI/AAAAAAAAAGk/6DQ1_jCsBAM/s400/Ratna.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314506156827276082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);font-size:180%;" &gt;Perdayakan Bahasa Tegalan Lewat Sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);font-size:130%;" &gt;BAHASA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; tegalan sebagai ‘bahasa ibu’ orang Tegal pada Minggu (14/12) malam benar-benar diberdayakan sebagai media ekspresi seni. Puluhan seniman, budayawan dan pejabat tinggi berbaur dalam &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;jèd-jèdan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; baca puisi tegalan untuk memperingati ‘HUT Sastra Tegalan (HST) Jilit II’ di halaman rumah dinas Wakil Walikota Tegal, Dr Maufur.&lt;br /&gt;Tampil sebagai pembaca puisi pertama, Bontot Sukandar yang disusul pembaca puisi asal Slawi, Ratna dengan vokal lantang penuh penghayatan. Istri Walikota Tegal Terpilih, Hj. Rosalina Ikmal Jaya dapat giliran tampil urutan ketiga. Meski dirinya berasal dari Belitung, namun berupaya menulis dan membaca puisi tegalan.&lt;br /&gt;Rangkaian acara lebih menyatu dalam keasyikan setiap Kelompok Musik Sastra Warung Tegal (KMSWT) pimpinan Nurngudiono membawakan nomor lagu &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Kowen Dongé Sapa’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang syairnya ditulis H Ghautsun Nasori.&lt;br /&gt;Setelah itu, &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;jèd-jèdan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; baca puisi kembali bergulir. Anggota DPRD Kota Tegal, Emma Karimah giliran berikutnya. Ia membaca dua buah puisi karyanya, &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Clandakan’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Money..money..money’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Sebelumnya, kawan semasa kecil Emma yakni selaku sohibul bait, Dr Maufur juga tampil membaca puisi Tegalan berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Bahasa Tegal’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang mengkapkan, Tegal memiliki banyak seniman jempolan yang diolah dalam larik puisi secara parodis.&lt;br /&gt;Malam yang dingin pun tak mampu membendung gema acara yang digelar Komunitas Sorlem tersebut. H Tambari Gustam berpuisi &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Tulung Nyong Diajari’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; diiringi lagu &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Dolanan Rakyat’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, setelahnya narasi budaya Bahasa Tegal oleh Moh Hadi Utomo. Dilanjutkan Diah Setyawati lewat puisi&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt; ‘Cangkem’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; berurutan membetot mata penonton yang diteruskan pembacaan puisi oleh dosen FH UPS, Hamidah Abdurrachman yang berdandan ala putri India. Tamu kehormatanpun, Ir Teguh Juwarno turut baca puisi &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Nglamun’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dalam bahasa tegalan. Berikutnya, Ki Barep membaca suluk Tegalan dan berkisah tokoh Lupit, monolog &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Waslam’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; karya Moh Hadi Utomo oleh aktor Bramanthi S Riyadi menghentak penonton lewat aktingnya yang penuh adegan kejutan, boleh dikata menjadi klimaks acara tersebut, sebelum ditutup penampilan Dwi Ery Santoso lewat puisi &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;‘Brug Abang’ &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pertunjukan yang ditampilkan itu, kata pembawa acara Nurhidayat Poso adalah karya yang dipentaskan di Surakarta dan Semarang saat lawatan seniman Tegal memperingati HUT Sastra Tegalan 24-25 November lalu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;“Sedianya, masih banyak lagi tokoh masyarakat, pejabat yang &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;berjed-jedan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; puisi, tapi berhalangan hadir, termasuk Pak Walikota,” pungkas Ketua Sorlem, Bontot Sukandar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Seperti diketahui, acara &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 255, 255);"&gt;'Jèd-jèdan Maca Puisi Tegalan Jilid I'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; berlangsung pada hari Rabu 31 Mei 2006. Saat itu Walikota Tegal Adi Winarso, Bupati Tegal Agus Riyanto, Ghautsun (Ketua DPRD Kota Tegal) dan anggota DPRD lainnya Firdaus Muhtadi, Soetjipton turut juga dalam acar tersebut. Selebihnya para seniman Tegal diantaranya Yono Daryono, Dwi Ery Santoso, Nien Asmara, Denok Harti, Slamet Ambari, H. Tambari Gustam, dan Nurngudiono bersama KMSWT. Acara berlangsung di Gedung Kesenian Tegal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-394924376446720715?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/394924376446720715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=394924376446720715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/394924376446720715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/394924376446720715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/03/perdayakan-bahasa-tegalan-lewat-sastra.html' title=''/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDrMTJQ8zI/AAAAAAAAAGk/6DQ1_jCsBAM/s72-c/Ratna.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-4715996971740691221</id><published>2009-03-18T19:33:00.000+07:00</published><updated>2009-03-18T19:34:26.656+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDqMgJUQLI/AAAAAAAAAGc/Of7LMRxNSvw/s1600-h/seniman+tegal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDqMgJUQLI/AAAAAAAAAGc/Of7LMRxNSvw/s400/seniman+tegal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314505060805525682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-4715996971740691221?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/4715996971740691221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=4715996971740691221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/4715996971740691221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/4715996971740691221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/03/blog-post.html' title=''/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDqMgJUQLI/AAAAAAAAAGc/Of7LMRxNSvw/s72-c/seniman+tegal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-5595074930733258755</id><published>2009-03-18T12:41:00.005+07:00</published><updated>2009-03-18T18:56:04.007+07:00</updated><title type='text'>pentas monolog 3 wajah "pesan rakyat"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDgTx8Px2I/AAAAAAAAAGU/6a2xAKsGXF8/s1600-h/S8303171.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 281px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDgTx8Px2I/AAAAAAAAAGU/6a2xAKsGXF8/s400/S8303171.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314494190725351266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="news-content"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;TEGAL &lt;/b&gt;- Menjelang pemilihan umum legislatif, tiga seniman monolog Kota Tegal menitip pesan untuk calon legislator lewat pentas monolog di Gedung Kesenian Kota Tegal di kampung Kandang Menjangan, Sabtu pekan lalu. Dengan tema "Pesan Rakyat untuk Calon Anggota Legislatif", mereka berharap calon wakil rakyat memahami penderitaan rakyat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seniman monolog Bramanti S. Riyadi, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bontot Sukandar&lt;/span&gt;, dan Selamet Ambari dari komunitas seniman Ngisor Pelem (Sorlem) Kota Tegal berusaha menggugah masyarakat agar sadar dalam euforia pemilihan anggota legislatif. Mereka tampil dengan latar belakang tumpukan kursi lipat yang menggunung. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bramanti mengawali penampilan pertama dengan membanting kursi. Ia resah karena kehidupan kesenian di Tegal terjebak oleh ingar-bingar politik kekuasaan. "Kursi! Ya, sebuah kursi yang hadir oleh legitimasi ribuan rakyat Tegal, tapi tak mempedulikan komunitas seni lagi," ujarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bontot tampil lebih ekspresif. Dengan celoteh bahasa Tegalan, ia menghitung hari pemilihan anggota legislatif 9 April mendatang. "Saya semakin bingung oleh lomba foto liar yang merusak pemandangan Kota Tegal ini," kata Bontot. Ia merasakan nikmatnya duduk di kursi yang sesekali digoyang dan dipenuhi kutu busuk itu. Tapi Bontot mengakhiri penampilannya dengan melemparkan diri dari kursi. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Selamet yang berwajah lugu menampilkan derita pribadinya sebagai penarik becak. Selamet sejatinya seorang penarik becak. Alkisah, ia sukses mendapat hadiah mobil angkutan dari seorang anggota legislatif yang selama ini ia bantu berkeliling ke makam keramat. Tapi nahas, Selamet menabrak orang. Puncaknya, ia mendorong becaknya ke luar gedung pertunjukan sembari marah-marah dan berteriak memanggil dua nama. "Terpaksa aku kejar ke mana pun perginya, untuk bertanggung jawab," kata Slamet ambari.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"sayangnya para caleg yang diharapkan bisa menyaksikan pertunjukan monolog 3 wajah " pesan rakyat, tak hadir. karena menurutku ini adalah pesan rakyat. para caleh nampaknya tak interes dengan pertujukan malam ini" kata bontot sukandar yang juga ketua komunitas sorlem. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;EDI FAISOL (siambil dr koran tempo senin 16 maret 09) &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-5595074930733258755?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/5595074930733258755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=5595074930733258755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/5595074930733258755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/5595074930733258755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/03/tegal-menjelang-pemilihan-umum_18.html' title='pentas monolog 3 wajah &quot;pesan rakyat&quot;'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ScDgTx8Px2I/AAAAAAAAAGU/6a2xAKsGXF8/s72-c/S8303171.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-3307893417470262095</id><published>2009-03-13T11:07:00.003+07:00</published><updated>2009-03-15T00:32:45.534+07:00</updated><title type='text'>pentas remojongan gelar 5 film tegal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SbnfW3HW8aI/AAAAAAAAAGM/Kq_YNFVB2B0/s1600-h/Andy+Prasetyo.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SbnfW3HW8aI/AAAAAAAAAGM/Kq_YNFVB2B0/s400/Andy+Prasetyo.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312522819305140642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;LIMA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; film bernuasa kedaerahan kini tengah ditunggu-tunggu masyarakat Tegal. Lima film garapan sineas muda asal Kota Tegal itu siap diputar di halaman gedung Dewan Kesenian Tegal (DKT) dalam “&lt;em&gt;Pentas Seni Remojongan 2”,&lt;/em&gt; Minggu (28/12) besok malam. Lima judul film tersebut yakni &lt;em&gt;Warto Togel&lt;/em&gt; karya/sutradara Andy Prasetyo, &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Shinta Berbagi Impian&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sutradara Dwi Ery Santoso, &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Jatiwaru&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; sutradara Rasdani Samin, &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Berkah Centong&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Ibu dan Anak-anaku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, keduanya disutradarai Wicaksono Wisnu Legowo.&lt;br /&gt;Acara yang pernah absen satu setengah tahun itu kembali digelar setelah Nurngudiono aktif dalam kepengurusan DKT. Sambutan sineas muda Tegal pun bergelora dengan mengisi acara &lt;em&gt;“Pentas Seni Remojongan 2”&lt;/em&gt; yang rencananya digelar satu minggu dari berbagai cabang seni di Tegal. Salah satu sutradara berbakat Andy Prasetyo menyambut positif dengan digelarnya agenda tersebut. Sineas berbakat yang film dokumenternya berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Tukang-tukang Kemoncer&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; masuk &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;nominasi pada Festival Film Cannes di Prancis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; itu kepada NP, Jumat (28/12), tak dapat menutupi rasa gembiranya. Dia mengaku, dengan pemutaran lima film yang bernafaskan kedaerahan itu bakal menjadi pemicu beberapa produksi lain dari para sineas muda asal Kota Tegal. Tidak menutup kemungkinan hal itu akan memancing mereka yang baru belajar mengenal dunia perfilman.&lt;br /&gt;“Pemutaran film dengan genre kelokalan, bakal memberikan sebuah apresiasi positif dan tidak menutup kemunkinan anak-anak yang baru belajar dunia film, tergugah dan mencoba berproduksi. Oleh karenanya saya sangat mendukung dengan digeber kembali pemutaran film pada araca Pentas Seni Remojongan 2” ujar Andy.&lt;br /&gt;Lima film yang bakal diputar itu, masing-masing memiliki daya tarik dengan alur cerita berbeda dari film yang satu ke film lain. Pada film Andy, ia akan berbicara tentang ketegasan sikap, kalau judi togel pada ujungnya menuai badai sengsara. Tokoh Warto digambarkan begitu tragis pada akhir kisah. Ia gila karena judi togel. Pada film &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;em&gt;Berkah Centong&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; yang dibintangi aktor teater &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;bontot sukandar&lt;/span&gt; dan&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51);"&gt; ida fitri,&lt;/span&gt; garapan Wicaksono Wisnu Legowo dengan scenario ditulis MF Wibowo ini membidik sejuah perjalanan keeksisan sebuah Warteg bukan ditentukan karena ‘centong’ yang betuah. Melainkan karena menu masakan yang bersih, bermutu dan higenis itulah menjadi pangkal kelanggengan sebuah Warung Tegal. Dalam &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Shinta Berbagi Impian&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; garapan Dwi Ery Santoso, mengetengahkan bagaimana memilih sekolah tingkat lanjutan pertama yang bermutu bagi para lulusan tingkat sekolah dasar. Dan dua film lainnya tentunya tak kalah menarik untuk ditonton, terutama film Ibu dan Anak-anaku yang berhasil meraih nominasi film pendek FFI 2008. “Film yang skenarionya ditulis Moses Sihombing ini baru pertama kali diputar di Tegal,” tandas Wisnu.&lt;br /&gt;Sedangkan kelima film yang akan diputar nanti, menurut Andy, layak ditonton dan diapresiasi bersama. Ditambahkan, Film &lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Warto Togel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang menggunakan bahasa tegalan, pada tanggal 2 Januari 2009 mendatang akan diputar di negeri Kincir Angin, Belanda dengan subtitle berbahasa Inggris &lt;strong&gt;(LS )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-3307893417470262095?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/3307893417470262095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=3307893417470262095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/3307893417470262095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/3307893417470262095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/03/pentas-remojongan-gelar-5-film-tegal.html' title='pentas remojongan gelar 5 film tegal'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SbnfW3HW8aI/AAAAAAAAAGM/Kq_YNFVB2B0/s72-c/Andy+Prasetyo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-3482236392598289729</id><published>2009-01-26T17:21:00.002+07:00</published><updated>2009-01-28T21:41:59.461+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 204);font-size:130%;" &gt;MUSIK FOLKLORE DAN MUSIK YANG FOLKLORIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;oleh : M. Gunadi Wjaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan mengawali tulisan ini dengan memaparkan rangkai peristiwa.Dua bulan yang lalu,saya mengirim sebuah tulisan tentang musik di Blog Sorlem.Tanpa saya duga dan kira,hal tersebut ternyata menuai badai.Saya dikritik,dicaci,dimaki,diserapahi.Apa pasalnya?Saya dianggap melanggar tata cara kepatutan sebagai seorang seniman.Kok bisa?!Ya karena orang-orang yang mengkontra saya memiliki anggapan bahwa musik adalah bentuk seni bunyi.Sebagai seni bunyi,musik seharusnya DIPERDENGARKAN!Bukan ditulis bak sebuah prosa.Tetapi saya menyikapi semua itu dengan amat gembira.Apapun bentuk cacimaki dan sumpah serapahnya,peristiwa tersebut menyiratkan semburat bahwa setidaknya,jika pun tak dibaca,tulisan saya di SORLEM sempat dilirik orang.Di saat yang lain,saya juga mendengar bahwa ada pementasan kesenian yang diadakan oleh orang-orang dengan tendensi politik tertentu.Ini terjadi di kota antah berantah.Hehehehe....Yang ingin saya ujarkan,jika boleh,adalah bahwa ternyata,jika kita berurusan dengan “orang”,kita mau tidak mau berurusan pula dengan multi dimensi.Ada dimensi politik,dimensi perangai,dimensi estetika patut dan tidak patut,yang kalau kita permenungkan,dimensi-dimensi tadi memang manusiawi,karena manusia pada esensinya adalah makhluk yang multi dimensional.Itulah juga kenapa suara hati manusia,senantiasa menjadi bahan kajian yang menarik bagi wacana kreasi seni.Tentu saja karena suara hati manusia adalah cerminan sifat  multi dimensional.&lt;br /&gt;Sejak lama orang menjadikan multi dimensional dalam sosok manusia,melalui suara hatinya,sebagai pijakan dan telaah yang senantiasa menyegarkan bagi bidang kreasi seni.Sejak manusia diperangahkan oleh ranah keindahan,sejak itulah seni seperti tak luput dari belaian,dengusan dan bahkan dekapan cetusan suara hati manusia yang tentu saja multi dimensional.Dengan cara lain,dapatlah diujarkan,bahwa karena suara hatinya adalah multi dimensional,manusia senantiasa perlu menyuarakan dirinya,agar dimensi kemanusiaannya menjadi terejawantah,sehingga dengan demikian si manusia tersebut dapat betul-betel memanusiakan dirinya.Saat fenomena ini terjadi,saat itulah FOLKLORE bergincu dan muncul dengan seronok sebagai bagian yang integral dari seni dan mediumnya.&lt;br /&gt;Dari etimologinya,FOLKLORE berporos pada kata FOLK yang layak dipadankan sebagai “orang lokal”.Dalam bahasa Inggris,mungkin ini lebih pas,adalah native tribe.Jadi,folklore adalah pengejawantahan orang lokal.Seni folklore adalah pengejawantahan orang lokal melalui medium seni.Musik Folklore adalah pengejawantahan orang lokal melalui medium seni bunyi.Lha apa yang diejawantahkan?Ya tentu saja suara hatinya yang notabene bersifat multidimensional.Inilah yang membuat musik folklore menjadi menarik.Dan ini pulalah heritage atau “kekayaan” musik folklore.&lt;br /&gt;Ada baiknya dicermati bahwa bidang asupan musik folklore adalah suara hati orang lokal yang multi dimensional.Bagi kebanyakan pemusik,bidang acuan dan asupan seperti ini dianggap mendapatkan forma yang pas melalui format BALADA yang sederhana dengan syair melodik yang dapat pula memiliki kecenderungan resitatif dan bahkan dapat menjadi sebuah ‘pendarasan” (mendaras dimaknai sebagai mendendangkan kalimat dengan frase relatif panjang,menggunakan nada yang resitatif).Dengan demikian,menjadi tersadarlah kita,termaknailah kita bila ada pemusik folklore yang menyanyi tapi seolah membaca.Membaca namun dengan rima ritme dan diksi serta pungtuasi menyanyi.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan MUSIK YANG FOLKLORIS seperti pada judul tulisan ini.Seni sebetulnya memiliki esensi dialogis yang interaktif.Karenanya.............silahkan pembaca yang budiman memaknainya sendiri.Tabik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-3482236392598289729?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/3482236392598289729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=3482236392598289729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/3482236392598289729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/3482236392598289729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/musik-folklore-dan-musik-yang-folkloris.html' title=''/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-347904337249980599</id><published>2009-01-26T16:57:00.005+07:00</published><updated>2009-05-02T17:20:20.774+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfweQGEaHCI/AAAAAAAAAG0/4gbPbj41pRk/s1600-h/WIDODO+nampang+di+lukisan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 321px; height: 273px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfweQGEaHCI/AAAAAAAAAG0/4gbPbj41pRk/s400/WIDODO+nampang+di+lukisan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331169320755665954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Ibu dimata Widodo pada kanvas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;SEORANG Ibu menjadi inspirasi yang dahsyat untuk sebuah karya yang tak pernah ada habis untuk digali. Ibu adalah keramat manusia, tempat meminta sekaligus selimut terhangat dari haru-biru keresahan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Sosok Ibu yang tiada bandingan itu, kini menjadi obyek menarik bagi proses kreatif pelukis Widodo. Bagi Widodo, melukis ibu adalah sebuah pengakuan diri. Pengorbanan ibu dan kasih sayangnya tak mungkin mampu ditebus dengan apapun. Langit boleh runtuh dan gelombang lautan bisa saja menggerus gunung-gunung, namun keiklasan dan keridhoan ibu mengorbankan segala-galanya untuk anak, sepanjang hayat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;“Figur ibu adalah segala-galanya. Aku meletakan ibu dalam obyek lukisan karena sebuah pengkuan diri atas belai kasih sayangnya yang tak bakal aku mampu membalasnya. Ibu, bisa diibaratkan Tuhan dalam kasat mata,” aku Widodo yang ditemui di Komunitas Sorlem, tempat dia melukis dan mendasarkan karya-karyanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Widodo mengaku, selama ini dia sudah melukis sosok ibu sekitar 20 buah dengan berbagai macam tema. Ada 5 buah judul lukisan ibu yang dia pajang di markas Sorlem. Dalam karya bertajuk Menghitung Untung, Dodo menampilkan sosok ibu yang tengah menghitung laba. Berikutnya Dodo menumpahkan tema yang cukup menyentak, terutama pada gambar berjudul Kasih Seorang Ibu II, dia mengingatkan kita pada ketulusan, keiklasan dan keridhoan sang ibu. Dalam gambar tersebut, sang ibu dilukis Dodo tengah menyusui anaknya, kendati fisik sang ibu dalam keadaan kering kerontang namun tetap saja dia ceria senantiasa. Menurut Dodo, semua itu adalah pelambang bentuk pengorbanan ibu yang tak mungkin bisa ditebus oleh sang anak dengan pemberiaan apapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;“Harapan yang ingin aku sampaikan lewat lukisan itu adalah sebuah fragmen kilas balik. Yaitu, dari mana kita ini dibesarkan dan oleh apa darah dan daging kita terbentuk. Oleh karena itu kita musti sadar bahwa figur ibu adalah segala-galanya,” kata Widodo yang agaknya mulai ganti aliran dengan mata berkaca-kaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Pada lukisan Kasih Seorang Ibu I, Nglambèni Si Bocah dan Penjual Serabi, masih juga Dodo menyentak-nyentak jiwa penikmat. Selain berkisah tentang kasih sayang ibu, dilukiskan juga kegigihan perjuangan seorang ibu. Misalnya pada lukisan Penjual Serabi, Dodo melukis sosok ibu tua yang rela bermandikan asap tungku saat berjualan kue serabi yang kesemuanya itu demi untuk membesarkan anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Oleh Widodo, semua lukisan yang dia goreskan dalam kavas itu dipulas dengan menggunakan dua warna; black and white. Widodo mengaku, dia sengaja menggunakan hanya dua warna itu, biar kelihatan natural.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;“Black and White itu disamping natural, tapi efek yang ingin aku sampaikan cukup mengena dan menyentuh, dibanding dengan full color,” katanya yang mengaku bahwa semua lukisan black and white-nya itu dipersiapkan untuk pameran lukisan tunggalnya (*)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-347904337249980599?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/347904337249980599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=347904337249980599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/347904337249980599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/347904337249980599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/ibu-dimata-widodo-pada-kanvas-seorang.html' title=''/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SfweQGEaHCI/AAAAAAAAAG0/4gbPbj41pRk/s72-c/WIDODO+nampang+di+lukisan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-5833139281325677509</id><published>2009-01-23T18:55:00.006+07:00</published><updated>2009-01-23T19:19:39.018+07:00</updated><title type='text'>hartono ch. surya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SXmyOkk3E0I/AAAAAAAAAF0/gLH-kujCkKo/s1600-h/hartono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 329px; height: 272px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SXmyOkk3E0I/AAAAAAAAAF0/gLH-kujCkKo/s400/hartono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294458800356922178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 204);font-size:130%;" &gt;cerpenis hartono ch. surya pukau penonton lewat baca puisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENIMAN Tegal Hartono Ch. Surya merasa siap melakukan lawatan budaya ke dua kota di Jawa Tengah. Dalam lawatan budaya pada acara Perayaan Hari Sastra Tegalan dimulai hari ini (24/11) ke Taman Raden Saleh Semarang dan Taman Budaya Surakarta (25/11), Hartono mengaku antusias untuk menggebrak pembacaan di dua kota itu dengan keseriusan maksimal untuk menjaga kebesaran nama Kota Tegal dan para seniman di dalamnya. Ia akan membacakan sajak terbarunya berjudul ‘Hompimpah’.&lt;br /&gt;“Saya sudah siap melakukan lawatan pada Perayaan Hari Sastra Tegalan yang jatuh pada tanggal 26 Nopember mendatang,” kata Hartono di sela-sela latihan kencangnya bersama para seniman yang tergabung di Komunitas Sorlem.&lt;br /&gt;Menurut dia, puisi ‘Hompimpah’ berbicara tentang demokrasi semu, demokrasi tawar-menawar, bursa kekuasaan. “Ibarat bermain hompimpah, kekuasaan adalah semacam membolak-balik tangan, main-main tapi serius, serius tapi main-main. Di sana ada pasar bursanya dan yang terlibat di dalamnya haruslah orang-orang berduit, maka kekuasaan begitu mudah didapat,” tandasnya.&lt;br /&gt;Kekuasaan yang didapat dengan cara hompimpah, maka, katanya lebih lanjut, rakyat tetap saja sebagai obyek penderita. “Ketika mereka telah duduk di dalam gedung, mereka tak lagi peka terhadap jeritan rakyat. Karena gedung-gedung mereka telah kedap suara”&lt;br /&gt;Selain Hartono Ch. Surya, dalam lawatan tersebut ada pula Bramanthi S Riyadi, Joshua Igho, HM. Iqbal, Diah Setyawati, Bontot Sukandar, Dwi Ery Santoso, Nurngudiono, Nurhidayat Poso, Ratna, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Seperti yang pernah diberitakan dalam NP di kolom wawancara Sabtu lalu, Bontot Sukandar dari Komunitas Sorlem mengatakan, kesengajaan para seniman mengusung bahasa Tegal di dua kota itu semata-mata untuk perjuangan sastra tegalan agar mampu eksis dan menembus batas wilayah, tidak hanya terkungkung di daerah Tegal (LS )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-5833139281325677509?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/5833139281325677509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=5833139281325677509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/5833139281325677509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/5833139281325677509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/hartono-ch-surya.html' title='hartono ch. surya'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SXmyOkk3E0I/AAAAAAAAAF0/gLH-kujCkKo/s72-c/hartono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1795981202219047185</id><published>2009-01-11T19:11:00.007+07:00</published><updated>2009-01-11T19:25:51.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konser musik TEgalan'/><title type='text'>LAGU TRAGEDI JATILAWANG PUKAU PENONTON</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWnka7nWPTI/AAAAAAAAAFs/X4JR93TfcPU/s1600-h/LS+pentas+(1).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290010388653817138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWnka7nWPTI/AAAAAAAAAFs/X4JR93TfcPU/s400/LS+pentas+(1).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWnj0F0P8EI/AAAAAAAAAFk/JPo0OStGE48/s1600-h/LS+pentas+(NM).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290009721377386562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWnj0F0P8EI/AAAAAAAAAFk/JPo0OStGE48/s400/LS+pentas+(NM).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;Lagu Tragedi Jatilawang &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;Daya Pukau Konser &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;KMSWT 'Kanggo Pakwali'&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PENAMPILAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; pelopor Sastra Tegalan Lanang Setiawan pada malam Konser Musik KMSWT (Komunitas Musik Sastra Warung Tegal) Kanggo Pak Wali, Sabtu (10/1) malam di Pendapa Ki Gede Sebayu Kota Tegal, memberikan suasana segar. Lanang membawakan dua lagu ciptaannya yang cukup hit di Tegal berjudul &lt;em&gt;Tragedi Jatilawang&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Mumpung Ketemu&lt;/em&gt; dengan penuh enerjik dan vitalitas.&lt;br /&gt;Pada malam yang diguyur hujan dan angina yang memukul-mukul, Lanang memulai senandung Tegalannya lewat nomor &lt;em&gt;Tragedi Jatilawang&lt;/em&gt;. Lagu yang dicipta berdasarkan kejadian nyata yang dialami dia, dibawakan Lanang dengan penampilang yang jelalatan. Ia menari dengan kedua kakinya menendang-nendang, dan tangannya kadang menjutai menuding ke langit. Tak peduli betul pada malam itu pengunjung tumplek blek diantaranya para pejabat dan Walikota Tegal. Gaya penampilannya laiknya Mick Jagger saat beraksi di atas panggung dengan berlari ke sana kemari. Namun dari gayanya yang norak dan acuh bay-bay, justru membawa suasana konser malam itu kian gayeng dan segar.&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dilakukannya saat mendendangkan lagu &lt;em&gt;Mumpung Ketemu&lt;/em&gt;. Dengan mengobrak-abrik syair lagu itu, dia mengisahkan pertemuannya dengan Adi Winarso sebelum jadi walikota Tegal dan dirinya menjadi kuli tinta. Setelah sepuluh tahun kemudian, ia tetap menjadi kuli tinta sedang Adi sudah dua kali menjabat walikota.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;…..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;Kayong tembé wingi&lt;br /&gt;nyong ketemu kambèn AW&lt;br /&gt;sepuluh taun sing gemiyen&lt;br /&gt;nang kèné mumpung ketemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AW dadi walikota&lt;br /&gt;nyong tetep dadi kuli tinta&lt;br /&gt;duwité AW sahahahaha&lt;br /&gt;kuwité ora piraha….&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian Lanang saat melukiskan pertemuannya dengan AW –panggilan akrab Adi Winarso, terasa menggelitik dan tak dipunya oleh para seniman Tegal yang kadang berpura-pura. Lain dengan seniman Lanang yang berani menyampaikan apa adanya seperti ketika sebelum dia membawakan lagunya, Nurngudiono selaku pimpinan KMSW bertanya.&lt;br /&gt;“Malam ini &lt;em&gt;jaré kowen walikota&lt;/em&gt; Adi Winarso &lt;em&gt;pibèn&lt;/em&gt;, Nang?”&lt;br /&gt;“Biasa”&lt;br /&gt;“Tapi&lt;em&gt; kowen wis bala oya?&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“Kadang-kadang ya &lt;em&gt;nyong sengit. Sebab nyong menungsa…?&lt;/em&gt;” jawab Lanang yang membuat hadirin cekikikan dan Ir. Teguh Juwarno Staf Khusus Mendikna RI yang juga malam itu tampil membacakan puisi, bertepuk tangan.&lt;br /&gt;Ceplas-cepos dan gaya seniman kerempeng ini, memang menarik dan asyik. Alhasil, pementasan malam itu menjadi sebuah kesegaran yang tak pernah terjadi sepanjang ada pagelaran kesenian di Kota Tegal. Lelaki yang saban harinya menjadi Redaktur Budaya di Harian Nirmala Post ini, menjadi masterpiece yang laka-laka &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;strong&gt;Ekadila Kurniawan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KETERANGAN GAMBAR&lt;/span&gt; - Gaya seniman penerima Man Of The Year 1994, Lanang Setiawan dengan tangan menjuntai-juntai menuding langit seperti yang terjadi di Konser Musik KMSWT Kanggo Pakwali, Sabu 10 Januari di Pendapa Ki Gede Sebayu Kota Tegal &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Foto : Nino Moebi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1795981202219047185?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1795981202219047185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1795981202219047185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1795981202219047185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1795981202219047185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/lagu-tragedi-jatilawang-pukau-penonton.html' title='LAGU TRAGEDI JATILAWANG PUKAU PENONTON'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWnka7nWPTI/AAAAAAAAAFs/X4JR93TfcPU/s72-c/LS+pentas+(1).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-8701500249896512213</id><published>2009-01-04T15:09:00.001+07:00</published><updated>2009-01-04T15:11:02.510+07:00</updated><title type='text'>puisi Nien Asmara</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1231056363_0"&gt;Pagi&lt;/span&gt; yang buruk&lt;br /&gt;; sebuah salam dari sederetan mitios&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semenjak itu aku enggan bermain denganmu&lt;br /&gt;kutekuk janjiku saat senyap sayup-sayup&lt;br /&gt;dan suara perempuan mulai gaduh bermain di dapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haylaaa...selamat pagi keburukan&lt;br /&gt; semalam aku sudah mimpi tentang pagi ini&lt;br /&gt;usai sarapan matang aku akan belajar jadi batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Danau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;aku nelayan itu&lt;br /&gt;aku tak mau menjadi dermaga&lt;br /&gt;tempat bersandar saja&lt;br /&gt;aku mau menangkapmu di gelombang itu&lt;br /&gt; aku mau lepas dari pasang surut&lt;br /&gt;aku mau menyimpanmu&lt;br /&gt;di danauku - bukan di laut lagi&lt;br /&gt;sebab danauku - tempat aman untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nasib&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pergi ke kebun yang apes&lt;br /&gt;menggandeng anak yang kena&lt;br /&gt;typus&lt;br /&gt; -nervousz-&lt;br /&gt;uang di kantong telah ludes&lt;br /&gt;hanya cukup untuk rames....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saat perempuan sakit hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;tak ada yang lebih hebat&lt;br /&gt;selain perempuan&lt;br /&gt;yang sedang sakit hati&lt;br /&gt;sampai-sampai rasa menjadi zombie&lt;br /&gt; dan hanya mampu&lt;br /&gt;membalikkan kepala&lt;br /&gt;ke lantai&lt;br /&gt;di kala sepi&lt;br /&gt;dalam kamar&lt;br /&gt;yang mungkin sudah&lt;br /&gt;tak berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dinamai perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;kata orang&lt;br /&gt;perempuan terlahir dari darah pengatur yang kental&lt;br /&gt; walaupun pikir dan hati menolak, namun mesti bagaimana lagi?&lt;br /&gt;kau harus, wajib, bahkan dengan sedikit memaksa "menerima"&lt;br /&gt;tinggal di bawah ketiak ibumu, duduk dalam cengkraman bapakmu, menangis dalam pengap&lt;br /&gt; bantal kapuk, berabu dalam dapur, tertindih lelaki tak dikenal, hingga bosan mematut diri di depan cermin&lt;br /&gt;tak ada ruang tersisa untukmu&lt;br /&gt;halaaaaah;....tak usahlah menipu diri&lt;br /&gt;potong saja lengan ibumu agar kau tak perlu lagi mencium aroma tubuhnya yang lembab&lt;br /&gt; hancurkan saja lengan bapakmu biar sakitmu hilang&lt;br /&gt;sobek-sobek saja bantalmu, toh masih banyak tempat untuk menangis&lt;br /&gt;belilah berkilo-kilo bedak mahal, matikan bara api itu agar tubuh menjadi wangi&lt;br /&gt;tiduri lelaki manapun yang kau suka, agar nafasmu tak tersengal&lt;br /&gt; maka kau akan bangga pada cermin di hadapanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biodata ;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;nien asmara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tegal, 24 agustus 1988&lt;br /&gt;studi di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1231056363_1"&gt;universitas diponegoro&lt;/span&gt; jurusan ilmu komunikasi&lt;br /&gt;lebih suka menyendiri dari pada kumpul-kumpul trus ngrasani&lt;br /&gt;cita-citanya cuma pengen jadi bupati,hi,hi,hi......&lt;br /&gt;''tetep semangat n selalu tersenyum"  :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-8701500249896512213?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/8701500249896512213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=8701500249896512213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/8701500249896512213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/8701500249896512213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/puisi-nien-asmara.html' title='puisi Nien Asmara'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-8747132478269035250</id><published>2009-01-04T14:40:00.004+07:00</published><updated>2009-03-26T21:51:36.727+07:00</updated><title type='text'>Ida Fitri baca puisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWBqOyL398I/AAAAAAAAAE8/LzoM3Jr9lDg/s1600-h/DSC06772.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 295px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWBqOyL398I/AAAAAAAAAE8/LzoM3Jr9lDg/s320/DSC06772.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287342764755253186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-8747132478269035250?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/8747132478269035250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=8747132478269035250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/8747132478269035250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/8747132478269035250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/ida-fitri-baca-puisi.html' title='Ida Fitri baca puisi'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWBqOyL398I/AAAAAAAAAE8/LzoM3Jr9lDg/s72-c/DSC06772.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1118048515183556393</id><published>2009-01-02T00:57:00.001+07:00</published><updated>2009-01-02T00:58:52.283+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nana Eres&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGAJAKMU PULANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang beda&lt;br /&gt;di hujan&lt;br /&gt;dan kemarau&lt;br /&gt;Jeda diantaranya mengurai doa&lt;br /&gt;pada lengan sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak pernah lagi&lt;br /&gt;mengirim rindu padamu&lt;br /&gt;di hujan&lt;br /&gt;atau kemarau&lt;br /&gt;sebab aku mau menidurkanmu&lt;br /&gt;di atas semak perdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin mengajakmu pulang&lt;br /&gt;ke asal mula hatimu&lt;br /&gt;yaitu aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1118048515183556393?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1118048515183556393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1118048515183556393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1118048515183556393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1118048515183556393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/nana-eres-mengajakmu-pulang-tak-ada.html' title=''/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-9011819760589332079</id><published>2009-01-02T00:52:00.001+07:00</published><updated>2009-01-02T00:54:45.653+07:00</updated><title type='text'>puisi  Nana Eres</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nana Eres&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LANGGAM BOCAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hari ini kau memaksaku&lt;br /&gt;ke kampungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debu merayuku&lt;br /&gt;di pagutan rumah&lt;br /&gt;ranum sempurna:&lt;br /&gt;Dua tiang besi di sisi,&lt;br /&gt;Ubin kuning di kanan kiri&lt;br /&gt;menyambutku sebelum pintu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Disini aku bisa jadi siapa saja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mataku berkilat melihatmu&lt;br /&gt;kau bocah ayu&lt;br /&gt;bisa membangun rumah kayu&lt;br /&gt;di tanah-tanah&lt;br /&gt;di kampung rekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dewasalah kau&lt;br /&gt;di tangan hangat perempuan&lt;br /&gt;dan lelaki tabah&lt;br /&gt;dengan akar gelisah&lt;br /&gt;dengan mantra&lt;br /&gt;yang terlanjur ditebarkan&lt;br /&gt;mimpi di hunian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kau bercerita:&lt;br /&gt;ibuku perempuan ayu&lt;br /&gt;dengan keranjang dan sepeda&lt;br /&gt;tiap pagi ia bergegas&lt;br /&gt;ke pabrik seberang desa&lt;br /&gt;betapa wangi bau tubuhnya!&lt;br /&gt;melebihi wangi teh yang ia bawa&lt;br /&gt;di guratan kulitnya&lt;br /&gt;yang menua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayahku sudah tua&lt;br /&gt;betapa bersahaja ia&lt;br /&gt;di kayuh roda tiga!&lt;br /&gt;bacalah keakrabannya&lt;br /&gt;pada becak dan  jalan berdebu&lt;br /&gt;pada keringat dan kelu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tiap pagi aku menyambut terbit matahari&lt;br /&gt;dengan tanganku&lt;br /&gt;yang mengangkat timba di sumur itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuambil air&lt;br /&gt;kucuci diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tak pernah lelah mengisi sumur kami&lt;br /&gt;dan bila mataku menatap tajam ke bawah&lt;br /&gt;sebelum meraih seember air lagi&lt;br /&gt;maka gema dari dalamnya&lt;br /&gt;membisikkan doa di telingaku:&lt;br /&gt;dewasalah sebelum kau jadi payah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-9011819760589332079?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/9011819760589332079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=9011819760589332079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/9011819760589332079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/9011819760589332079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/puisi-nana-eres_5091.html' title='puisi  Nana Eres'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6088502436472626793</id><published>2009-01-02T00:50:00.001+07:00</published><updated>2009-01-02T00:51:42.543+07:00</updated><title type='text'>puisi  Nana Eres</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nana eres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perempuan Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        Bagi Faisal Kamandobat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serupa bulan&lt;br /&gt;merawat bumi&lt;br /&gt;pelan-pelan sengaja diredupkan&lt;br /&gt;dan terbitlah kepedihannya tiap pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;perempuan kedua&lt;br /&gt;bertahun-tahun menunggui kata&lt;br /&gt;dari rapal mantra si pecinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam hari&lt;br /&gt;kutuliskan pengakuanku&lt;br /&gt;mungkin saat itu kau sedang melamunkan kenangan di La mama&lt;br /&gt;atau di antara debu-debu jalan Victoria&lt;br /&gt;dan masih saja memuja cerita Hellen Collins&lt;br /&gt;ketika gerimis mengetik-ngetik genting rumahmu&lt;br /&gt;diam- diam malaikat menyampaikannya padamu&lt;br /&gt;pertama,&lt;br /&gt;bagaimana kau akan menggambarkan rambutku&lt;br /&gt;apakah seindah benang sari kembang melati&lt;br /&gt;serupa tikar di taman kota, arak-arakan awan,&lt;br /&gt;atau rintik hujan?&lt;br /&gt;kedua,&lt;br /&gt;bagaimana kesunyianku memabukkan engkau yang riuh&lt;br /&gt;padahal mataku bukan benih matahari&lt;br /&gt;ia tak bisa membuat pejalan silau dan tersesat ke barat;&lt;br /&gt;tempat  segalanya tersimpan di kerinduan&lt;br /&gt;serupa nabi dan kitab suci yang dinanti-nanti&lt;br /&gt;ketiga,&lt;br /&gt;aku paham sempurnanya pura-pura&lt;br /&gt;terlebih bagi cinta;&lt;br /&gt;seperih kerikil dan paku di jalan berdebu&lt;br /&gt;maka&lt;br /&gt;kupinjam pagi dari matamu&lt;br /&gt;untuk membangun siang&lt;br /&gt;saat paling tepat bagi mimpi yang hendak kumatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari bibir perempuan kedua&lt;br /&gt;lahirlah setiap kecemasanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegal, 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6088502436472626793?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6088502436472626793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6088502436472626793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6088502436472626793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6088502436472626793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/puisi-nana-eres_02.html' title='puisi  Nana Eres'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-2104791422060708988</id><published>2009-01-02T00:46:00.001+07:00</published><updated>2009-01-02T00:48:47.095+07:00</updated><title type='text'>puisi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKU MENULIS PUISI DI PASIRMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya doa&lt;br /&gt;Sembunyi di batubatu&lt;br /&gt;di mawar sunyi&lt;br /&gt;di pagar rindu&lt;br /&gt;di langit sengit&lt;br /&gt;aku menyebut&lt;br /&gt;membawa benang-benang baru&lt;br /&gt;untuk hidupku&lt;br /&gt;hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia tertulis di telapak tangan&lt;br /&gt;lihatlah garis-garisnya!&lt;br /&gt;ia tak bisa diubah&lt;br /&gt;bahkan oleh kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku&lt;br /&gt;menulis puisi di pasirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kau pada lampu tua itu&lt;br /&gt;bangku coklat penuh rayap kayu&lt;br /&gt;Dinding putih penuh kaligrafimu&lt;br /&gt;Tirai hijau berderaiderai&lt;br /&gt;Mendengar  rinduku yang tak sampai padamu&lt;br /&gt;Karna kupilih mawar sedang aku berduri&lt;br /&gt;kusembah tiangtiang sedang aku bambu&lt;br /&gt;kubaca  zikir sedang aku itu sihir&lt;br /&gt;kuhiba laut sedang aku lembah takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku&lt;br /&gt;menulis puisi di pasirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sakitnya doaku yang menunggu sampai&lt;br /&gt;Diantara doa karang&lt;br /&gt;        ikan&lt;br /&gt;        ombak&lt;br /&gt;        nelayan&lt;br /&gt;para pemabuk di laut itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin mengurai cinta&lt;br /&gt;seperti puisi pasir ditulisi pejalan sunyi&lt;br /&gt;meski terhapus gelombang&lt;br /&gt;yang dikirimkan doa ikanikan&lt;br /&gt;meski impian&lt;br /&gt;tak cukup untuk dituliskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anakanak surau&lt;br /&gt;membaca hurufmu&lt;br /&gt;diantara tiangtiang perahu&lt;br /&gt;ketika matahari mulai sembunyi&lt;br /&gt;aku masih&lt;br /&gt;menulis puisi di pasirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-2104791422060708988?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/2104791422060708988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=2104791422060708988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/2104791422060708988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/2104791422060708988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/puisi.html' title='puisi'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-561422483345360448</id><published>2009-01-02T00:43:00.001+07:00</published><updated>2009-01-02T00:44:43.236+07:00</updated><title type='text'>puisi  Nana Eres</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARI SENIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tepat di hari senin&lt;br /&gt;aku katakan padamu&lt;br /&gt;lewat daundaun berguguran&lt;br /&gt;di telapak kakiku&lt;br /&gt;inilah mimpiku yang cuma&lt;br /&gt;di pertemuan kita yang sempurna&lt;br /&gt;di menit-menit yang sempit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kampus tanpa buku&lt;br /&gt;Bagai pohon tanpa bunga&lt;br /&gt;Rumah tanpa istri&lt;br /&gt;Meja tanpa makanan&lt;br /&gt;dan taman tanpa bunga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tau, aku kembali&lt;br /&gt;ke dongeng masa kecilku&lt;br /&gt;dulu ibuku bilang:&lt;br /&gt;kau akan menemui hari ini lagi&lt;br /&gt;lengkap dengan bunyi yang sama&lt;br /&gt;lirikan mata&lt;br /&gt;petikan gitar&lt;br /&gt;wangi tanah&lt;br /&gt;kembang pagi dan sore&lt;br /&gt;bau tubuh&lt;br /&gt;rambut&lt;br /&gt;hela nafas&lt;br /&gt;dan kacamataku&lt;br /&gt;tak beda dari asal mula&lt;br /&gt;pun bukan untuk hari seperti ini saja&lt;br /&gt;tapi untuk hari-hari terpilih lain&lt;br /&gt;sebab Tuhan ingin memberi&lt;br /&gt;sebuah mimpi&lt;br /&gt;dalam hari itu untukmu&lt;br /&gt;untuk kau wujudkan&lt;br /&gt;bahkan kau pun akan mengira&lt;br /&gt;bahwa kau pernah ada di hari ini&lt;br /&gt;jauh sebelum hari ini&lt;br /&gt;tanpa tau kenapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu misteri hari, sayang,&lt;br /&gt;Dan sial,&lt;br /&gt;aku bertemu dengan dongeng itu lagi&lt;br /&gt;Masa kecilku itu lagi:&lt;br /&gt;Apakah aku pernah menyimpanmu&lt;br /&gt;dengan sepotong rindu &lt;br /&gt;sebelum ini&lt;br /&gt;atau memang kita dipertemukan Tuhan&lt;br /&gt;lewat mimpi&lt;br /&gt;dan kembali jadi hari yang pasti&lt;br /&gt;ketika kau, di perpustakaan itu,&lt;br /&gt;menunjukkanku dengan angkuh&lt;br /&gt;pada buku-buku&lt;br /&gt;yang lelah berbincang bersama debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-561422483345360448?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/561422483345360448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=561422483345360448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/561422483345360448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/561422483345360448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2009/01/puisi-nana-eres.html' title='puisi  Nana Eres'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-7523869748354160436</id><published>2008-12-31T23:57:00.004+07:00</published><updated>2009-01-01T00:14:19.837+07:00</updated><title type='text'>puisi Ratnawati</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;PEMBEBASAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;puisi : Ratnawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seratus empat tahun yang lalu&lt;br /&gt;saat aku berjihad demi buah hati&lt;br /&gt;tiada lagi daya, Israil menjemputku&lt;br /&gt;mengantarku gapai angan-angan tertinggi pembebasan&lt;br /&gt;ya ! aku telah bebas !&lt;br /&gt;bebas menyampaikan ide kepada Tuhan di sana&lt;br /&gt;bebas memilih jalan pembebasan&lt;br /&gt;bebas mempertanggungjawabkan kebebasan&lt;br /&gt;tapi aku tak tahu kapan kaumku kan bebas pula&lt;br /&gt;kemerdekaan perempuan tak boleh tidak akan datang juga;&lt;br /&gt;pasti akan datang jua, hanyalah tiada dapat dipercepat&lt;br /&gt;datangnya&lt;br /&gt;cukuplah aku jika aku hanya pembuka jalan saja, orang&lt;br /&gt;lainlah nanti yang akan meneruskan&lt;br /&gt;pembebasanku ini&lt;br /&gt;jalan pembebasan kaumku&lt;br /&gt;penuh tanggung jawab&lt;br /&gt;penuh cinta&lt;br /&gt;penuh keyakinan&lt;br /&gt;sabar dan tawaqal&lt;br /&gt;jangan berduka cita! pembebasan telah datang&lt;br /&gt;kami disini meminta, ya memohonkan, meminta dengan&lt;br /&gt;sangatnya supaya diusahakan pengajaran dan pendidikan&lt;br /&gt;anak-anak perempuan, bukanlah sekali-kali karena&lt;br /&gt;kami hendak menjadikan anak-anak perempuan itu&lt;br /&gt;saingan orang laki-laki dalam perjuangan hidup ini&lt;br /&gt;melainkan kami, pendidik manusia yang pertama-tama&lt;br /&gt;kami, para perempuan melahirkan generasi-generasi&lt;br /&gt;garda bangsa&lt;br /&gt;penentu arah peradaban nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaliwadas,sudut kamarku,april 2008&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-7523869748354160436?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/7523869748354160436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=7523869748354160436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/7523869748354160436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/7523869748354160436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/puisi-ratnawati.html' title='puisi Ratnawati'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-3000394031147643528</id><published>2008-12-31T20:09:00.006+07:00</published><updated>2009-01-09T11:48:35.974+07:00</updated><title type='text'>kretifitas nurngudiono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWbW7-xnfqI/AAAAAAAAAFM/HdooAd4EUOE/s1600-h/nurngudiono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWbW7-xnfqI/AAAAAAAAAFM/HdooAd4EUOE/s320/nurngudiono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289151138344959650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TENTANG NURNGUDIONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurngudiono lahir di sebuah desa pesisir di kota Tegal, Tegal sari, pada tahun 11 November 1961&lt;br /&gt;darah seninya mengalir dari kakeknya yang seorang pengrawit, menjadi seniman sejak usia SD, awalnya ia aktif mendalami tari jawa klasik&lt;br /&gt;sehingga beberapa tarian dikuasainya,seperti Kuda Kepang, jaranan,kidang dan tari Gatotkaca Sraya bahkan menguasai tari modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di sekolah pendidikan guru (SPG) negeri Tegal, ia mendalami seni musik dan teater. di desanya dia juga menghimpun para remaja untuk mendirikan kelompok folk song&lt;br /&gt;sementara disekolahnya, ia bergabung dengan Nurhidayat Poso mendirikan&lt;br /&gt;teater ANPES ( Anak Pesisir) pada tahun 1977. lakon yang pernah dimainkan Abrakadabra,Suara-suara Mati,Setan Dalam Bahaya dan Antigone.&lt;br /&gt;Pada tahun 1980 setamat dari SPG,bersama NUrhidayat Poso dan Dwi Ery Santoso mendirikan teater Puber mementasakan lakon&lt;br /&gt;Umang-Umang Atwa Orkes Madun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah pd tahun 1982, dari pernikahan inilah ia vakum, karena menata bahatera rumah tangga hingga tahu 1987,awal aktifnya kembali langsung diserahi menjadi aranger pada&lt;br /&gt;saat SGST (Studi Group Sastra dan Teater Tegal) mementaskan lakon Tengul karya Arifin C Noer. berlanjut bergabung dengan teater Puber kembali sebagai pemain sekaligus&lt;br /&gt;penata musik dalam lakon Roro Ireng karya Nurhidayat Poso. pada tahun 1989 bersama Lanang Setiawan mendirikan teater swadesi, ia berperan ebagai pemain, aranger dan kadang menyutradari&lt;br /&gt;lakom yang pernah dipentaskan,  AIB (Putu Wijaya), Ni Ratu (Lanang Setiawan), Surti gandrung (Lanang Setiawan) dan Lenggaong (Lanang Setiawan), lakon ini sempat dikolaborasikan denga group lawa 4 Sekawan ( Qomar, Dery, Ginanjar dan Eman)&lt;br /&gt;disutradarai oleh Bontot Sukandar di teater arena Pasar Seni Ancol.&lt;br /&gt;tahun 1993 mendirikan teater Muslim Panggung mementaskan lakon Umar bin Khatab, Martoloyo Martopuro dan Billal Bin Rabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia mendirikan musik Ngingsoran pada tahun 1995, dan pada tahun 1997 mendirikan Kelompok Musik Warung Tegal (KMSWT), bersama group inilah Nurngudiono menjadi salah seorang seniman tegal yang direhitungkan di kota Tegal.&lt;br /&gt;selama berdirinya group ini telah pentas 109 kali diberbagai kota, bahkan menjadi obyek penelitian beberapa perguruan tinggi di Austrlia dan Canada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun 2004 mendirikan group musik Islami Ad Dawam, bersama KMSWT sempat melahirkan 2 album lagu-lagu Tegalan, Kembang Geni dan Babon Ngoyok-Ngoyok Jago. bahkan lagu Tsunami dan Tukang-Tukang mendapat pujian dari Anton Lucas&lt;br /&gt;dan Prof. Richard Curtis dan menjadi kajian mahasiswa di Nort Teritory University Darwin Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aktif menulis, puisinya tergabung dalam antologi puisi penyair jawa tengah JENTERA PERKASA, semtara dalam bahasa Tegal tergabung dalam ROA, karya-karyanya muncul di Suara Merdeka, Mitra Dialog, Swadesi dll.&lt;br /&gt;nampaknya bukan bidang itu saja, tetapi dunia sinemapun dilakukan : Jejak Sang Guru sutradara Imam Tantowi,Tukang-Tukang sutradara Andi Prasetyo, Rumah tak Berpintu Sutradara Yono Daryono dan Kembang Warung Tegal Sutradara H.Abnar Romli&lt;br /&gt;tahun 2006 - 2009 menjadi Ketua Dewan Kesenian kota Tegal, juga menjadi komite musik Dewan Kesenian Jawa Tengah.  (bontot)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-3000394031147643528?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/3000394031147643528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=3000394031147643528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/3000394031147643528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/3000394031147643528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/tentang-nurngudiono-nurngudiono-lahir.html' title='kretifitas nurngudiono'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWbW7-xnfqI/AAAAAAAAAFM/HdooAd4EUOE/s72-c/nurngudiono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-5043804685628120454</id><published>2008-12-30T13:14:00.002+07:00</published><updated>2008-12-30T14:28:05.339+07:00</updated><title type='text'>MUSIK KLASIK SEBAGAI HUMAN HERITAGE - Michael Gunadi Widjaja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SVnNVNy3JSI/AAAAAAAAAE0/fJcj0TKV0H0/s1600-h/P1010100.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SVnNVNy3JSI/AAAAAAAAAE0/fJcj0TKV0H0/s320/P1010100.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285481402059924770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelumnya,perlu saya berikan catatan pendefinisian istilah dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Yang dimaksud musik klasik dalam tulisan ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Karya musik dalam kurun periode 1750-1820.Periode ini sebagai kelanjutan dari periode BAROQUE pada periodisasi penciptaan seni.Termasuk dalam periode ini adalah simfoni-simfoni akbar gubahan Johann Sebastian Bach,Wolfgang Amadeus Mozart,Tchaikovsky dan banyak lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Klasik dalam artian sebagai STILO atau gaya bermusik.Dalam skopa ini,materi musiknya bisa saja lagu dari kelompok SLANK,hanya tata harmoni,pendekatan musikal dan tata gramatika musiknya dibuat sesuai mazab WIENER dan MANNHEIMERMazab ini adalah dua aliran utama dalam musik klasik (pembaca tak perlu pusing,cukup percaya saya dan ikuti saja alur tulisan ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Yang dimaksud dengan HUMAN HERITAGE adalah harta kekayaan umat manusia.Yang luhur,menembus setiap batas ras,kepercayaan atau apapun.Tujuan akhirnya adalah agar manusi menjadi termuliakan.Tentu dalam artian sebagai mahluk ciptaan Khaliqnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan beranjak dari sebuah fenomena.Orang sering bergidig ketika mendengan ada acara pentas musik klasik.Orang juga sering mencibir jika diundang pada acara konser musik klasik.Ungkapan yang sering terjadi kira-kira : LAH...EMOH LAH.DIH..KLASIK YA.ORA NGARTI.NGANTUKI.JAMAN WIS MAJU KA TEGSIH NGAK NGIK NGOK BAE..KAYA LANDA KUNA.Jelas saya akan mengatakan bahwa ungkapan semacam itu adalah jujur,apa adanya (bukan ada apanya),spontan,dan malah ungkapan semacam itu adalah, sebetulnya, bukti bahwa masih ada respon terhadap musik klasikYang menjadi akar persoalannya adalah,bukankah kita juga akan mendapati ungkapan yang senada pada pagelaran gendhing klasik,pagelaran,musik KODO dari Jepang,konser Oud dari Syria.Kalaupun ada orang yang tekun dan ‘mentheleng” pada pementasan materi musik tersebut,saya juga TIDAK YAKIN jika yang bersangkutan mengerti dan menikmati sajiannya.Lebih dikarenakan status seniman dan atau gengsi saja.Hehehe.Semua berakar pada satu kata kunci.KEBIASAAN!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho..lha lho lha lho..jadi untuk mengerti dan menikmati musik klasik,kita harus terbiasa????YA!Aduh..lha kan butuh proses...YA!Lha kan....auw....emangnya apa sih bagus nya musik klasik sampai misalnya kita layak (tentu tidak harus) untuk membiasakan mendengarnya??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam musik klasik ada keteraturan.Semua tata harmoni,tata gramatika,idiom musik semua memiliki keteraturan dalam musik klasik.Keteraturan ini adalah cerminan keteraturan alam semesta ciptaan Tuhan.Menghayati musik klasik berarti menghayati keteraturan dan presisi yang tinggi.Bukankah Tuhan juga menciptakan alam dengan keteraturan?Bahkan bencana pun adalah lingkar keteraturan.Dan bukankah faal dan anatomi tubuh manusia adalah diciptakan Tuhan dengan presisi yang amat sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik klasik adalah karya seni yang dirancang dengan tatanan yang sangat baik.Terstruktur,aliran napas musikalnya pun diperhitungkan dengan amat teliti,juga teknik bermain yang menuntut pengolahan karsa sampai tatas nembus bawono untuk menghadirkan Taksu dalam performanya.Jadi,inilah kulminasi karya umat manusia dalam olah bunyi.Bukan suara lho.Bunyi.Menikmati musik klasik adalah penyadaran dan penghayatan terhadap upaya manusia mengolah bunyi sebagai anugrahNya.Fenomena ini bisa dijadikan pijakan dalam mengedepankan sikap peduli yang sungguh humanis.Dan,hal ini bukan ngemut jempol.Ketegangan Amerika dan Korea Utara langsung mencair setelah NEW YORK PHILHARMONIC mementaskan musik klasik di PyongYang,yang sebelumnya dengan diplomasi klas dunia,ketegangan ini tak kunjung reda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparan sederhana tadi setidaknya menjadi acuan bahwa musik klasik memang layak untuk dibiasakan.Dan di Tegal sebetulnya banyak bermunculan pemusik klasik yang sangat baik,bahkan dalam skala nasional,dan malah internasional.Tegal mengenal almarhumah MARTHA SURYANI TANJUNG atau akrab dikenal bu Wiyanto.Beliau sejak tahun 1974 sampai lima belas tahun menggelar secara rutin konser piano klasik dari siswa-siswinya.Tegal juga memiliki almarhum PIET MUNANDAR,penggubah (saya tidak suka memakai istilah PENCIPTA) lagu Kroncong FANTASI yang merupakan lagu wajib pada banyak festival kroncong tanah air,beliau adalah pemusik klasik yang amat baik.Bahkan pernah bermain flute pada pagelaran POUTPOURY JAYAWIJAYA dengan dirigen Jos Cleber,dihadapan Presiden Soekarno.Walah walah walah...lha kok wis pada mati...eit...aja grusa grusu...pemusik klasik di Tegal yang masih ngganteng,seger buger juga masih ada!!!Kursus musik klasik di Tegal masih subur.Dan acara memperdengarkan musik klasik juga malah sedang subur-suburnya.Dalam siaran radio tentang musik klasik yang saya bawakan,agak mengejutkan mengingat banyaknya telpon,sms dari pendengar di Tegal,yang bukan cuma nampang salam,tetapi juga mengajukan request,dan kritik,yang semuanya memperlihatkan adanya dasar pemahaman akan musik klasik.Agaknya,membiasakan diri dengan musik klasik,di Tegal,faktor pemacunya hanyalah niat semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik klasik adalah human heritage.Dengan demikian,sudah waktunya KOMUNITAS SORLEM menggelar CLASSIC UNDER PELEM ‘S TREE.Dan sungguh saya bersungguh-sungguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Gunadi Widjaja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-5043804685628120454?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/5043804685628120454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=5043804685628120454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/5043804685628120454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/5043804685628120454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/musik-klasik-sebagai-human-heritage.html' title='MUSIK KLASIK SEBAGAI HUMAN HERITAGE - Michael Gunadi Widjaja'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SVnNVNy3JSI/AAAAAAAAAE0/fJcj0TKV0H0/s72-c/P1010100.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1144944196874380594</id><published>2008-12-25T17:06:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T11:52:07.268+07:00</updated><title type='text'>Malam menghitung langkah - Puisi Bontot Sukandar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWbXo5HUUwI/AAAAAAAAAFU/fsHYa1MNnqU/s1600-h/kandar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 404px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWbXo5HUUwI/AAAAAAAAAFU/fsHYa1MNnqU/s320/kandar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289151909919478530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malam menghitung langkah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya malam menghitung beribu langkahmu&lt;br /&gt;Terantuk batu&lt;br /&gt;Bagai anak kecil memanggil masa lalu&lt;br /&gt;Munculkan kenangan mendengarkan lagu man Draup&lt;br /&gt;Bukan langkah tapi genjotan pedal&lt;br /&gt;Mengitari kota Tegal bagai batu berlumur&lt;br /&gt;Pada asin biru air laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya malam menghitung beribu langkahmu&lt;br /&gt;Menikmati diam benteng pasar pagi&lt;br /&gt;Menimpan misteri Gendowor&lt;br /&gt;Menyimpan kehangatan Martoloyo Martopuro&lt;br /&gt;Pada langit beribu poci&lt;br /&gt;Mengisi halaman tiangtiang jiwa&lt;br /&gt;Pada panas pantai Muara Reja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya malam menghitung beribu langkahmu&lt;br /&gt;Memandangmu kulihat kamu tertawa&lt;br /&gt;Pada gemulung ombak pagi merah&lt;br /&gt;Membasuh pada batu karang penjalan&lt;br /&gt;Pada alun-alun tanpa beringin jadi pemancingan&lt;br /&gt;Saat hujan mencerca asongan&lt;br /&gt;Pada mimpi bocah tentang matahari yang tersapu banjir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya malam menghitung beribu langkahmu&lt;br /&gt;Justru saat kau duduk menghadap laut&lt;br /&gt;Menghitung gemuruh hidup mengantar bintang luruh&lt;br /&gt;Menggiring si mungil nyanyikan sajak&lt;br /&gt;Pada lampu pijar kota sarat pajak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya malam menghitung beribu langkahmu&lt;br /&gt;Jangan bilang tak ada poci&lt;br /&gt;Jangan bilang tak ada tahu aci&lt;br /&gt;Jangan bilang tak ada enci-enci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bilang&lt;br /&gt;Jangan bilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya malam menghitung beribu langkahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegal, mejabung 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepada sang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselimut syair&lt;br /&gt;Berbahasa nabi&lt;br /&gt;Kaki mengangkang langit dan bumi&lt;br /&gt;Jumawa pada terik matahari&lt;br /&gt;Bersendawa pada purnama bulan&lt;br /&gt;Tertusuk aroma anggur merah gincu&lt;br /&gt;Menari pada bentang saputangan dan dasi&lt;br /&gt;Merajut nikmat&lt;br /&gt;Merangkai bahagia&lt;br /&gt;Dari serat-serat nestapa tanah&lt;br /&gt;Bernyanyi…………………&lt;br /&gt;Lahap menggerus beribu nestapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegal, mejabung 08&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1144944196874380594?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1144944196874380594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1144944196874380594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1144944196874380594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1144944196874380594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/malam-menghitung-langkah-puisi-bontot.html' title='Malam menghitung langkah - Puisi Bontot Sukandar'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SWbXo5HUUwI/AAAAAAAAAFU/fsHYa1MNnqU/s72-c/kandar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1767489240144025637</id><published>2008-12-25T12:54:00.001+07:00</published><updated>2008-12-26T19:41:14.601+07:00</updated><title type='text'>baca puisi 2 kota</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SVMnv5pzCOI/AAAAAAAAAEM/waLbsHYl8Z0/s1600-h/8%20PUISI-%20gebyar[1].png"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283610491719190754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 234px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SVMnv5pzCOI/AAAAAAAAAEM/waLbsHYl8Z0/s320/8%2520PUISI-%2520gebyar%5B1%5D.png" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SVMnWXxn36I/AAAAAAAAAEE/zJAS8ULI-w0/s1600-h/8%20PUISI-%20gebyar[1].png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Sastra Dua Kota di TBRS Semarang &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 26 November 2008&lt;br /&gt;Foto: Zainal Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAGAIMANA&lt;/strong&gt; jadinya bila penyair-pemyair dari dua kota yang berbeda dipertemukan dalam sebuah panggung pementasan? Bagaimana pula cara dua gaya berpuisi yang berbeda tersebut, harus berdialog dalam sebuah panggung pementasan? Apakah keduanya mampu berkolaborasi, ataukah keduanya justru pecah serta berdiri sendiri? Ya, peristiwa unik inilah yang terlihat di Gedung Serbaguna Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Senin (24/11) lalu, ketika para penyair dari Kota Semarang bermain bersama dengan penyair dari Kota Tegal.&lt;br /&gt;Penyair dari dua pilar daerah seni Jawa Tengah (selain Surakarta tentunya) tersebut, beraksi dalam acara bertajuk Panggung Sastra Dua Kota yang digagas oleh Dewan Kesenia Semarang.&lt;br /&gt;Apakah keduanya berhasil berkolaborasi, ataukah justru mengatur jarak serta menunjukkan kekuatan bersyair masing-masing? Jawabnya, ada di antara kedua pilihan tersebut. Terkadang, sekali dua kali mereka mampu kolaborasi secara apik. Tetapi tidak sekali dua kali pula, naluri kedaerahan mereka bermunculan sehingga terkesan bermain sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Kendati demikian, tidak sedikit penyair dan seniman dari dua kota yang bermunculan dalam pementasan ini. Dari Kota Semarang misalnya, muncul Timur Sinar Suprabana, S Kamto, Handry TM, Beno Siang Pamungkas, Triyanto Triwikromo dan banyak lainnya. Sedang dari Kota Tegal muncul Nurhidayat Poso, Bontot Sukandar, Nur Ngudiono Bramanti, Hartono Ch Surya, dan banyak lainnya.&lt;br /&gt;Ciri KhasYang menarik, ciri khas kepenyairan masing-masing kota terlihat sangat kental. Dari Kota Tegal misalnya, teknik berpuisi mereka banyak diwarnai dengan iringan musik perkusi. Di sela-sela pembacaan puisi, mereka tak sekali dua kali membawakan puisinya dengan irama lagu yang ditabuhi irama perkusi.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan penyair Kota Semarang. Sikap yang ditunjukkan cukup simpel, tak perlu mengandalkan irama musik, tetapi mengandalkan kekuatan karakter masing-masing. Timur muncul dengan gayanya berpuisinya yang merdu. S Kamto muncul dengan gayanya yang lantang. Sedang, Beno muncul dengan gaya berpuisi penuh perlawanan. (Zainal Arifin ZA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diambil dari Wawasan 26 november 08) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1767489240144025637?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1767489240144025637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1767489240144025637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1767489240144025637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1767489240144025637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/baca-puisi-2-kota.html' title='baca puisi 2 kota'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SVMnv5pzCOI/AAAAAAAAAEM/waLbsHYl8Z0/s72-c/8%2520PUISI-%2520gebyar%5B1%5D.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-62757867368139770</id><published>2008-12-25T12:48:00.001+07:00</published><updated>2008-12-26T22:01:07.412+07:00</updated><title type='text'>demo lukis Ari jembrong</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Seni LukisPesan Seniman untuk Pilkada yang DamaiSabtu,&lt;/strong&gt; 8 Maret 2008 11:44 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Semburan cat dari mulut Ari Jembrong, pelukis asal Tegal, memenuhi kanvas putih yang tergantung di atas pintu air Kalimati, Jalan Serayu, Kota Tegal, Rabu (5/3). Tangannya bergerak cepat meratakan semburan cat tersebut hingga membentuk sebuah lukisan.&lt;br /&gt;Ari bersama dengan Komunitas Sorlem atau Ngisor Pelem, menggelar demo lukis bertema "Ambeng Kota Tegal". Kegiatan itu merupakan pesan moral seniman dalam menghadapi Pilkada Jawa Tengah maupun Pilkada Kota Tegal tahun 2008 ini.&lt;br /&gt;Ketua Komunitas Sorlem Bontot Sukandar mengatakan, kegiatan itu bermula dari aktivitas para seniman dan pencinta seni yang biasa berkumpul di lesehan bawah pohon mangga di Jalan Serayu, Kota Tegal.&lt;br /&gt;Mereka prihatin dengan pelaksanaan pilkada di daerah lain. Pilkada kerap bertabur konflik antara peserta atau pendukungnya.&lt;br /&gt;Komunitas Sorlem berharap hal itu tidak terjadi di Kota Tegal. Apalagi selain hajat pilkada Jateng, Kota Tegal juga memiliki agenda pilkada Kota Tegal akhir tahun ini. Oleh karena itu, mereka tergugah untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat agar ikut menjaga pilkada damai.&lt;br /&gt;Menurut dia, demo lukis sengaja berlangsung di tempat terbuka agar banyak orang dapat menikmati. Selain itu, untuk menunjukkan kepada masyarakat seni lukis bukanlah sesuatu yang eksklusif. Kreativitas seni dapat disalurkan di mana saja.&lt;br /&gt;Ari menuturkan, demo lukis kali ini menampilkan lukisan Kota Tegal dengan ambeng atau tumpeng. Tumpeng adalah simbol Kota Tegal digambarkan dengan benteng Pasar Pagi yang merupakan pusat pasar tradisional di sana.&lt;br /&gt;Gambar tumpeng kuning di tengah dan gambar tangan berwarna merah. Tumpeng merupakan simbol keselamatan, sedangkan tangan merupakan simbol para peserta pilkada. Diharapkan, para peserta pilkada dan seluruh pendukungnya dapat menjaga pilkada berlangsung aman dan damai.&lt;br /&gt;Selain lukisan tumpeng, Ari juga menampilkan lukisan tubuh dengan model Junaedi. Lukisan tubuh tersebut menggambarkan kekerasan yang sering terjadi dalam proses pilkada. Simbol kekerasan ditunjukkan dengan warna merah yang membelah kepala. (WIE)&lt;br /&gt;(diambil dari kompas 16 Agustus 07)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-62757867368139770?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/62757867368139770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=62757867368139770' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/62757867368139770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/62757867368139770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/demo-lukis-ari-jembrong_24.html' title='demo lukis Ari jembrong'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1907956338485095704</id><published>2008-12-25T12:37:00.002+07:00</published><updated>2009-01-23T19:08:54.812+07:00</updated><title type='text'>pentas semarang</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sastra Dua Kota di TBRS Semarang  Rabu, 26 November 2008  Sastra Dua Kota di TBRS SemarangDialog penyair lewat karya puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto: Zainal Arifin ZABAGAIMANA jadinya bila penyair-pemyair dari dua kota yang berbeda dipertemukan dalam sebuah panggung pementasan? Bagaimana pula cara dua gaya berpuisi yang berbeda tersebut, harus berdialog dalam sebuah panggung pementasan? Apakah keduanya mampu berkolaborasi, ataukah keduanya justru pecah serta berdiri sendiri? Ya, peristiwa unik inilah yang terlihat di Gedung Serbaguna Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Senin (24/11) lalu, ketika para penyair dari Kota Semarang bermain bersama dengan penyair dari Kota Tegal.&lt;br /&gt;Penyair dari dua pilar daerah seni Jawa Tengah (selain Surakarta tentunya) tersebut, beraksi dalam acara bertajuk Panggung Sastra Dua Kota yang digagas oleh Dewan Kesenia Semarang.&lt;br /&gt;Apakah keduanya berhasil berkolaborasi, ataukah justru mengatur jarak serta menunjukkan kekuatan bersyair masing-masing? Jawabnya, ada di antara kedua pilihan tersebut. Terkadang, sekali dua kali mereka mampu kolaborasi secara apik. Tetapi tidak sekali dua kali pula, naluri kedaerahan mereka bermunculan sehingga terkesan bermain sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Kendati demikian, tidak sedikit penyair dan seniman dari dua kota yang bermunculan dalam pementasan ini. Dari Kota Semarang misalnya, muncul Timur Sinar Suprabana, S Kamto, Handry TM, Beno Siang Pamungkas, Triyanto Triwikromo dan banyak lainnya. Sedang dari Kota Tegal muncul Nurhidayat Poso, Bontot Sukandar, Nur Ngudiono Bramanti, Hartono Ch Surya, dan banyak lainnya.&lt;br /&gt;Ciri KhasYang menarik, ciri khas kepenyairan masing-masing kota terlihat sangat kental. Dari Kota Tegal misalnya, teknik berpuisi mereka banyak diwarnai dengan iringan musik perkusi. Di sela-sela pembacaan puisi, mereka tak sekali dua kali membawakan puisinya dengan irama lagu yang ditabuhi irama perkusi.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan penyair Kota Semarang. Sikap yang ditunjukkan cukup simpel, tak perlu mengandalkan irama musik, tetapi mengandalkan kekuatan karakter masing-masing. Timur muncul dengan gayanya berpuisinya yang merdu. S Kamto muncul dengan gayanya yang lantang. Sedang, Beno muncul dengan gaya berpuisi penuh perlawanan.( Zainal Arifin ZA )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(diambil dar koran sore Wawasan 26 November 08)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1907956338485095704?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1907956338485095704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1907956338485095704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1907956338485095704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1907956338485095704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/pentas-semarang_25.html' title='pentas semarang'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6704706879140695526</id><published>2008-12-25T12:09:00.006+07:00</published><updated>2008-12-30T13:11:04.843+07:00</updated><title type='text'>puisi bontot</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);font-size:130%;" &gt;dan wajah itupun lahir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;bagi :deta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;kucercap kembali ingatan lama bungaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;berharap lumut waktu hidupkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;kisah cinta lama melempar gelisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tercampak puisi sunyi tertulis ritmis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;sungguh rinduku bagai uap pengantin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;pada mata purba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;pada hidung purba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;pada bibir purba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;wajah yang menempel membekas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;menelusur gelombang rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;sembilan sembilan poin tiga radio rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;bangkitkan wajah puisirindu sunyiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;bagai penyihir nyanyikan mantra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;menjaga wajah pada kepastian ombak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;agar kau membatu pada kisikisi rinduku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tegal, mejabung 08&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SVMpjRGZE8I/AAAAAAAAAEc/37sbS2lpX5w/s1600-h/ds.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;disha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;biarkan hatimu berbasah hujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;pelangiMu menggiringku padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;jangan sirnakan suammu dari tubuhku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tetes demi tetes suciMu kuharap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;agar dirimu tak lelah merangkul malamku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;hijau lotusku masih terjaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;sedang anganku terbang entah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;bagai musyafir maj nun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;tak terjaga malam yang sintruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;ada harap kunMu suakan padaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;karena angan hanyalah miliku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;jangan biarkan menangis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;lantaran sengat matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;siangku mendekap malammu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;sentuhkan bunga hatimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;beribu tangan menggapai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;lotusku melambung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;mimpiku merengkuh sunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;kemana kudekap sepiku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;sorlem,08&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6704706879140695526?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6704706879140695526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6704706879140695526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6704706879140695526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6704706879140695526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/puisi-bontot.html' title='puisi bontot'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1486166304653203068</id><published>2008-12-24T19:37:00.001+07:00</published><updated>2009-01-23T19:09:48.290+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;dan akhirnya wajah itupun lahir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bagi : deta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencercap kembali ingatan lama bungaku&lt;br /&gt;berharap lumut waktu hidupkan&lt;br /&gt;kisah cinta lama melempar gelisah&lt;br /&gt;tercampak puisi sunyi tertulis ritmis&lt;br /&gt;sungguh rinduku bagai uap pengantin&lt;br /&gt;pada mata purba&lt;br /&gt;pada hidung purba&lt;br /&gt;pada bibir purba&lt;br /&gt;wajah yang menempel membekas&lt;br /&gt;menelusur gelombang rindu&lt;br /&gt;sembilan sembilan poin tiga radio rindu&lt;br /&gt;bangkitkan wajah puisi rindu sunyiku&lt;br /&gt;bagai penyihir nyanyikan mantra&lt;br /&gt;menjaga wajah pada kepastian ombak&lt;br /&gt;agar kau membatu pada kisi-kisi rinduku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tegal,mejabung 08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1486166304653203068?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1486166304653203068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1486166304653203068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1486166304653203068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1486166304653203068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/dan-akhirnya-wajah-itupun-lahir-bagi.html' title=''/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-8703691148003774020</id><published>2008-12-09T17:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T17:25:33.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni'/><title type='text'>PENGHARGAAN SENI di TEGAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ST5HL3FV_gI/AAAAAAAAAD0/LKQd-WrHU-0/s1600-h/LS+dan+Piala.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277734082415296002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 406px; CURSOR: hand; HEIGHT: 309px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ST5HL3FV_gI/AAAAAAAAAD0/LKQd-WrHU-0/s320/LS+dan+Piala.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;PENGHARGAAN SENI &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;di TEGAL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;(Lanang Dpat Penghargaan)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Ki dalang Sarjono sebagai Penggiat Seni Pedalangan, Sulaiman Dito sebagai Penggiat Seni Lukis, Lanang Setiawan sebagai Penggiat Seni Tegalan, Yono Daryono dan SN Ratmana mendapat Pakarti Seni dan Piek Ardijanto(alm) mendapat Bintang Putra Seni.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;ALHAMDULILLAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; besok aku ke Taman Mini. Mau diberi penghargaan seni oleh Pemkot Tegal. Begitu tulis Redaktur Budaya Nirmala Post, Lanang Setiawan melalui SMS pada Sabtu (18/10) pagi sebelum ia berangkat ke Jakarta bersama rombongan duta seni Kota Tegal. Dikatakan Kepala Dishubparsenbud, Sumityo Sip, dari sembilan nominator hanya enam seniman yang mendapat undangan untuk berangkat ke Taman Mini."Enam seniman itulah yang memperoleh penghargaan itu," jelas Sumito, Jumat (17/10) melalui telpon. Kemudian via SMS, Minggu (19/10) siang Lanang menjelaskan, ada enam seniman untuk lima jenis penghargaan. Yaitu Ki Sarjono sebagai Penggiat Seni Pedalangan, Sulaiman Dito sebagai Penggiat Seni Lukis, Lanang Setiawan sebagai Penggiat Seni Tegalan, Yono Daryono dan SN Ratmana mendapat Pakarti Seni dan Piek Ardijanto (alm) mendapat Bintang Putra Seni.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Sulaiman Dito tidak hadir, penerimaan penghargaan diwakili oleh Ketua Dewan Kesenian Tegal, Ki Barep. Sedangkan penghargaan kepada Pak Piek (alm) diwakili menantunya, M Iqbal," jelas Lanang. Menurutnya, penghargaan seni diserahkan Walikota Tegal, Adi Wanarso dalam rangkaian Pagelaran Seni Budaya dan Pameran Produk Unggulan serta Halal Bihalal Pemda Kota Tegal dengan Ikatan Keluarga Besar Tegal (IKBT) Bahari Ayu Jakarta, Minggu (19/10) di anjungan Jawa Tengah TMII. Penghargaan itu tidak lepas dari perhelatannya di dunia kesenian khususnya seni Tegalan. Jika ditilik dari koleksi karyanya, Lanang memiliki ragam karya, baik sastra maupun suara. Seperti Kumpulan puisi Tegalan berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;'Nggayuh'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, novel bahasa Tegalan berjudul &lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;&lt;em&gt;'Oreg Tegal'&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;, kini novel itu menjadi cerbung di tabloid Suaka Brebes, naskah sandiwara radio berbahasa Tegal berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;'Tegal Bledugan'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Kecuali itu Lanang juga menulis naskah drama yang sudah dibukukan di antaranya berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Lenggaong', 'Ken Angrok Gugat', 'Surti Gandrung'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Ni Ratu'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Sementara album lagu Tegalan direkam atas biaya sendiri (indilabel) berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Lagi Kedanan' (2002), 'Rika Tega Enyong Tega' (2002), 'Tragedi Jatilawang' (2004)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan dua lagu Tegalan yakni &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Apus Asmara'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Manuk Blekok'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; masuk dalam album remix Anyar Tegalan produksi Doble R, Jakarta (2000). Teranyar satu lagu berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Gendul Oclak- Aclik'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; direlease dalam album Pantura Tegalan 4 (2008) produksi Ariwani record. Ia juga pernah mendirikan Teater Swadesi, tabloid Kontak, Porem, Literasi, Muara Sastra, Jurnal Tegal Tegal dan tabloid Tegal Tegal. Menurutnya, itu merupakan tabloid pertama di Tegal tahun 1998. Karya lainnya, berupa penerjemahan sajak WS Rendra berjudul 'Nyanyian Angsa' ke dalam bahasa Tegalan menjadi &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Tembangan Banyak'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Puisi panjang itu pernah dibaca Bupati Tegal Agus Riyanto dalam acara Jed-jedan maca Puisi Tegalan bersama Adi Winarso, Ketua DPRD Tegal Ghoutsun dan para seniman Tegal. Kemudian dibacakan kembali oleh Agus Riyanto di warung Apresiasi Bulungan Jakarta. Lanang juga menulis buku &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Jalan Panjang Teater' dan 'Sastra Tegal'&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;, 'Tegal Dugal' (Catatan Reformasi di Tegal)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, novelette &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Sibeng'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, serta pernah mendapat gelar Man of The Year 2004 untuk seniman Tegal. Kini ia sedang mengerjakan memoar tentang perjalanan berkeseniannya berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;'Lanang Pengendara Badai'&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;"Dalam artian badai kreatif yang ditulis sebanyak 500 halaman," kata pemilik prinsip hidup sing penting bergerak, beberapa waktu lalu. Selain itu, sebagai penulis tetap Anehdot Tegalan di Harian Nirmala Post sejak tahun 2008 hingga sekarang&lt;strong&gt; (KZ)&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;FOTO : Lanang Setiawan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-8703691148003774020?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/8703691148003774020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=8703691148003774020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/8703691148003774020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/8703691148003774020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/penghargaan-seni-di-tegal.html' title='PENGHARGAAN SENI di TEGAL'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/ST5HL3FV_gI/AAAAAAAAAD0/LKQd-WrHU-0/s72-c/LS+dan+Piala.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-935164825748700344</id><published>2008-12-05T17:48:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T17:54:00.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi tegalan'/><title type='text'>SAJAK TEGALAN MASUDI Ach JEPARAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STkILUDxAVI/AAAAAAAAADs/tBDrjmTEnkE/s1600-h/MASUDI+Ach+J.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276257428897333586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STkILUDxAVI/AAAAAAAAADs/tBDrjmTEnkE/s400/MASUDI+Ach+J.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;Mas’udi Ach Jeparan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;&lt;strong&gt;PAI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pai, pantai alam indah&lt;br /&gt;tempat rèkrèasi sing paling syuur&lt;br /&gt;murid-murid wadon nakal nyebut Pai&lt;br /&gt;pendidikan ajama islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adong pan ngajak mojok kanca-kanca Lanang&lt;br /&gt;poyan wong tua alesané lès Pai&lt;br /&gt;wong tua, guru ora ngarti yèn&lt;br /&gt;murid-muridé rusak&lt;br /&gt;wis apal maplak jaran-jaranan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saiki tahun 2008&lt;br /&gt;Pai wis apik tertib lan aman&lt;br /&gt;ana musik&lt;br /&gt;ana alam bahari&lt;br /&gt;ora ketinggalan uga&lt;br /&gt;ana museum bahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong tua wis ora miris maning&lt;br /&gt;ndeleng grombolan bocah ramé sliweran&lt;br /&gt;ésemé grapyaj&lt;br /&gt;ngguyuné renyah&lt;br /&gt;awaké trengginas&lt;br /&gt;nalaré waras&lt;br /&gt;nikmati indahé alam bahari&lt;br /&gt;karo blajar neng museum bahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikipasi nikmaté angin&lt;br /&gt;lan ombak segara&lt;br /&gt;ngilangna mumet ndina-wengi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wouw ajib por-poran&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;tegal, 5 desember 2008&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Foto :&lt;/span&gt;&lt;em&gt; Mas'udi Ach Jeparan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-935164825748700344?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/935164825748700344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=935164825748700344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/935164825748700344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/935164825748700344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/sajak-tegalan-masudi-ach-jeparan.html' title='SAJAK TEGALAN MASUDI Ach JEPARAN'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STkILUDxAVI/AAAAAAAAADs/tBDrjmTEnkE/s72-c/MASUDI+Ach+J.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-7573066463529788202</id><published>2008-12-05T17:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T17:35:49.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>JEDEDAN MACA PUISI TEGALAN JILID DUA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STkDZa5YXII/AAAAAAAAADk/HZnTt6oq_-0/s1600-h/S8300376.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276252173692853378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 411px; CURSOR: hand; HEIGHT: 309px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STkDZa5YXII/AAAAAAAAADk/HZnTt6oq_-0/s400/S8300376.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#cc66cc;"&gt;Hari Sastra Tegalan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jed-jedan Maca Puisi Tegalan&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;Jilid Dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc66cc;"&gt;PERAYAAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Hari Sastra Tegalan (PHST) yang diusung Komunitas Sorlem di Semarang dan Surakarta (24-25/11) lalu direncakan akan digelar juga di Tegal pada Minggu (14/12) malam mendatang di Rumah Dinas Wakil Walikota Tegal. Hal itu dikatakan Ketua Penyelenggara PHST, Nurngudiono, Jumat (05/12).&lt;br /&gt;“Penyelenggaraan Hari Sastra Tegal jilid dua ini didasarkan atas banyaknya telpon dan SMS masuk ke &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt; saya, setelah dirembuk akhirnya kami sepakat untuk menggelarnya lagi,” ujar Nurungudiono yang diiyakan Dwi Ery Santoso.&lt;br /&gt;Tujuan dari pergelaran seni ini, sebagai suatu langkah penegasan bahwa Hari Sastra Tegalan yang bertepatan pada tanggal &lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;26 Nopember&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; itu perlu dirayakan, mengingat Sastra Tegalan dewasa ini semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan linguistik dan komunikasi antar lapisan masyarakat Tegal.&lt;br /&gt;“Kehadiran Sastra Tegalan sudah tak bisa lagi dianggap remeh temeh. Keberadaan Sastra Tegalan telah menggoda, menerjang dan mendobrak sekat-sekat keangkuhan pemakai bahasa wetanan yang --pada tatanan tertentu-- dianggap paling adhiluhung. Padahal yang namanya bahasa itu tak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah. Kedudukan bahasa itu sama fungsinya,” papar salah satu pemerhati budaya lokal Mas’udi Ach Jeparan.&lt;br /&gt;Nurngudiono menambahkan, pegelaran PHST menjadi sebuah tonggak kebesaran bahasa lokal Tegal yang tak bisa diabaikan. Sastra Tegalan perlu hadir di tengah masyarakat Tegal agar mereka makin mencintai bahasa ‘ibu’-nya sendiri.&lt;br /&gt;“I'tikad baik kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini agar masyarakat Tegal lebih mengenal jati dirinya sebagai wong Tegal,” katanya.&lt;br /&gt;Tiga anggota DPRD Kota Tegal yang sudah siap membaca puisi Tegalan diantaranya Tatang Suandi, Supardi dan Emma Karimah. Dari para seniman yang siap tampil baca puisi Tegalan yakni Diah Setyawati, Hamidah Abdurachman, Hartono Ch Surya, Tambari Gustam, Dwi Ery Santoso, Bontot Sukandar, Nurhidayat Poso, dan Nurngudiono lengkap dengan KMSWT-nya. Sementara untuk penampil monolog&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt; Waslam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; karya Moch Hadi Utomo dibawakan Bramanthi S Riyadi. Ada juga Hj Rosalina Ikmal yang bakal membacakan puisi tegalan karyanya bersama penampilan Walikota Kota Tegal Adi Winarso dan Wakil Walikota Maufur.&lt;br /&gt;Diharapkan, acara ini kelak menjadi pegelaran seni spektakuler serupa acara Jèd-jèdan Maca Puisi Tegalan antara para seniman, pejabat, walikota/bupati Tegal, dan anggota DPRD Kota Tegal pada tanggal 31 Mei 2006 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KETERANGAN GAMBAR :&lt;/span&gt; &lt;em&gt;- Lukisan bulpoin 'Perayaan Hari Sastra Tegalan' 26 Nopember karya Lanang Setiawan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-7573066463529788202?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/7573066463529788202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=7573066463529788202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/7573066463529788202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/7573066463529788202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/jededan-maca-puisi-tegalan-jilid-dua.html' title='JEDEDAN MACA PUISI TEGALAN JILID DUA'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STkDZa5YXII/AAAAAAAAADk/HZnTt6oq_-0/s72-c/S8300376.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1257553026603524601</id><published>2008-12-04T18:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-04T18:36:58.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesenian'/><title type='text'>MUSDA DEWAN KESENIAN TEGAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STfAb2Fw8hI/AAAAAAAAADc/3c8jeYa_Jzs/s1600-h/Seniman+Tegaln+dan+GUNDONO.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275897073096520210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 414px; CURSOR: hand; HEIGHT: 317px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STfAb2Fw8hI/AAAAAAAAADc/3c8jeYa_Jzs/s400/Seniman+Tegaln+dan+GUNDONO.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;Musda DKT Mencuat 12 Nama &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;DEWAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; Kesenian Kota Tegal (DKT) dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda). Agenda pokok dibahas mengenai penyempurnaan AD/ART dalam memperkuat posisi manajemen organisasi DKT untuk menyesuaikan agenda Pemerintah Kota Tegal.&lt;br /&gt;“Penyempurnaan AD/ART dibahas oleh rapat pleno pengurus DKT bersama tim perumus. Juga perlunya penyusunan mekanisme kerja komite-komite serta meninjau ulang susunan pengurus harian, terutama memosisikan Litbang sebagai pengurus harian,” jelas Barep.&lt;br /&gt;Dalam Musda juga akan memperjuangkan anggaran kesenian 0,5% dari APBD. Dikatakannya, Anggaran kesenian di Jakarta sudah mencapai 0,8%. Maka di Tegal anggaran kesenian sudah semestinya ditingkatkan juga.&lt;br /&gt;“Pola penganggarannya adalah hibah yang diterimakan pada awal tahun anggaran, sesuai Permendagri No. 13 th 2006, antara lain mengatur anggaran berbasis kinerja,” paparnya.&lt;br /&gt;Selain itu, akan mewacanakan beberapa orang calon-calon ketua DKT di antaranya; Maufur, Dwi Ery Santoso, Tambari Gustam, Yono Daryono, M Enthieh Mudakir, Lutfi AN, Nurngudiono, Hamidah Abdurachman, Abdullah Sungkar, Nurhidayat Poso, Wowo Legowo dan Ki Barep.&lt;br /&gt;“Nama yang diusulkan itu adalah orang yang memiliki kompetensi manajemen dan memenuhi syarat sesuai AD/ART,” ujar Barep.&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut M Enthieh Mudakir siapapun yang merasa mampu mengelola DKT bisa mengusulkan diri sebagai ketua. “Sifatnya terbuka dan demokratis,” cetusnya.&lt;br /&gt;Agenda lain yang akan dibahas lagi, mengenai penganugerahan penghargaan seniman berprestasi secara perodik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KETERANGAN GAMBAR :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Para seniman Tegal foto bareng Ki Slamet Gundono di Sanggar Wayang Suket, Solo, sebelum merayakan Lawatan Maca Puisi dan Monolog Tegalan dalam rangka Hari Sastra Tegalan yang jatuh pada tanggal 26 Nopember. Acara tersebut di rayakan di dua kota yakni Semarang (23/11) dan Surakarta (24/11).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1257553026603524601?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1257553026603524601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1257553026603524601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1257553026603524601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1257553026603524601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/musda-dewan-kesenian-tegal.html' title='MUSDA DEWAN KESENIAN TEGAL'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STfAb2Fw8hI/AAAAAAAAADc/3c8jeYa_Jzs/s72-c/Seniman+Tegaln+dan+GUNDONO.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-2784316191530743384</id><published>2008-12-03T17:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T17:40:53.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><title type='text'>SAJAK TEGALAN TAMBARI GUSTAM</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STZhmWr939I/AAAAAAAAADU/6o6ir6zepWo/s1600-h/TAMBARi+dan+HUSIN.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275511325064028114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 430px; CURSOR: hand; HEIGHT: 339px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STZhmWr939I/AAAAAAAAADU/6o6ir6zepWo/s400/TAMBARi+dan+HUSIN.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Tambari Gustam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;Pancèn hèbat wong Tegal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wong Tegal kuwé pancèn hèbat&lt;br /&gt;hèbat pancèn wong Tegal kuwé&lt;br /&gt;bisa utak-atik apa baé&lt;br /&gt;apa baé bisa diutak-atik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemiyèn kapal mabur ngebrok&lt;br /&gt;diutak-atik dadi trèmos&lt;br /&gt;hèbaté maning pit mustang kaya Jepang&lt;br /&gt;jebulé gawèané Mustang Talang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancèn hèbat wong Tegal&lt;br /&gt;wong Tegal pancèn hèbat&lt;br /&gt;luwih hèbat ana dina sing didadèkna&lt;br /&gt;Dina Sastra Tegalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jebulé dina mau diperingati karo&lt;br /&gt;mringati dina lairé penyair tegalan&lt;br /&gt;Lanang pancèn pinteran&lt;br /&gt;pinteran Lanang gawé gara-gara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara Lanang akèh pejabat&lt;br /&gt;maca puisi tegalan&lt;br /&gt;dudu puisi Brebesan atawa puisi Jakartanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ana puisi Slawinan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah dasar Lanang wong Tegal sing olih&lt;br /&gt;perhargaan seniman award&lt;br /&gt;senengé gawé gara-gara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Pancèn hèbat wong Tegal&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;KETERANGAN GAMBAR &lt;span style="color:#993399;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;Tambari Gustam memberikan menyerahkan koran 'MUARA POST' kepada pemecah Rekor Baca Puisi Termala 4 Hari 4 Malam, Husin &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-2784316191530743384?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/2784316191530743384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=2784316191530743384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/2784316191530743384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/2784316191530743384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/sajak-tegalan-tambari-gustam.html' title='SAJAK TEGALAN TAMBARI GUSTAM'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STZhmWr939I/AAAAAAAAADU/6o6ir6zepWo/s72-c/TAMBARi+dan+HUSIN.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6754780446143625657</id><published>2008-12-02T19:20:00.000+07:00</published><updated>2008-12-02T19:41:07.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drama Tegalan'/><title type='text'>DRAMA TEGALAN OREG NANG BOEWN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STUratfWnrI/AAAAAAAAADM/DFy1tCYmZIQ/s1600-h/LS+dan+Piala.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275170276422098610" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 393px; CURSOR: hand; HEIGHT: 292px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STUratfWnrI/AAAAAAAAADM/DFy1tCYmZIQ/s320/LS+dan+Piala.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;Oreg nang Boèwèn&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Karya: &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Lanang Setiawan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;PELAKON&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bekel Subur :...............................&lt;br /&gt;Jayeng Laga :...............................&lt;br /&gt;Kaptèn Vantje van Dèck :...........&lt;br /&gt;Kopral Conrad : ...........................&lt;br /&gt;Kopral Parirèa :............................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;UMAHÉ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Jayèng Laga disulap dadi markas pasukané Kaptèn Vantje van Dèck. Nang plataran ngarep, ana menara duwur dilengkapi soklè. Gunané nggo ngawasi, utamané maring musuh. Nang kono dijaga serdadu jumlahé loro nyangklong senjata. Mbang wètan markas, ana jaran pitu lagi dicangcang. Jaran-jaran kuwé, barang rampasan saka penduduk Dèsa Rancawiru, Kecamatan Pangkah.&lt;br /&gt;Sepuluh serdadu Landa campur wong-wong Jawa jejagongan nang tritisan. Sèrsan Flour, Kopral Parirèa, Kopral Conrad lan Kopral Nur Juwèr nang ruwangan ngarep pada ngobrol, krungu lamat-lamat Kaptèn Vantje van Dèck nakoni Bekel Subur nang ruwangan tengah. Uga ana Jayèng Laga sing lagi mandeng ngina maring Bekel Subur. Kondisiné Subur lagi dibanda.&lt;br /&gt;“Bekel Subur! Kowé orang akan saya bebaskan, kalau kowé orang mau menunjukkan ke mana tentara-tentara republik bersembunyi. Kami sangat dibikin repot oleh kowé orang-orang, sehingga penyerangan ke Jogja sampai tertunda karena ekstrimis-ektrimis Tegal membakar seluruh kota, juga merobohkan jembatan. Én kowé orang musti kasih tahu ke mana mereka. Jawab, Bekel Subur!!”&lt;br /&gt;“Saya tidak tahu, Meneer...” semauré Bekel Subur.&lt;br /&gt;“Kasih tahu, maka kowé orang saya bebaskan!”&lt;br /&gt;Bèbas? Wah, bener-bener ora tinemu akal. Bangsa Landa sing kesohor liciké, blèh bakalan mbebasna para tahanan. Bekel Subuh paham nemen akal bulusé Landa. Akèh contoné, sing arané Landa kuwé pancèn licik. Gorohé ngletek. Contoné kaya waktu pahlawan Diponegoro, Landa apèn-apèn bala lan moniné pan brunding. Nyatané? Wuih! Pangeran Diponegoro kur diapus janji, ditangkep lan akhiré dibuwang. Sing kaya kuwé, nganti saprèné dadi penngèling-élingé Bekel Subur. Dadi Bekel Subur pan ditawani bèbas? Dobol ka, bèbas-bèbas entut burut? Bèbas waduk dilembag?&lt;br /&gt;“Saya tidak tahu, Meneer” omongé Bekel Subur.&lt;br /&gt;“Jangan bodoh. Kowé orang Tegal, pasti tahu!” sentak Kaptèn Vantje van Dèck.&lt;br /&gt;“Tidak semua orang Tegal tahu, Meneer! Dan tidak semua orang Tegal mau mengabdi kepada bangsa Meneer seperti pengkhianat Jayèng Laga, rela membunuh bangsanya sendiri....”&lt;br /&gt;Ngrasa disudutna, Jayèng Laga gemremet, tangané nggegem ngancam. Bekel Subur mesem culag, nyawang Jayèng Laga.&lt;br /&gt;“Bedebah! Saya tidak peduli keterangan itu, Bekel Subur?! Yang penting kowé orang kasih tahu di mana tempat persembunyian orang-orang republik!”&lt;br /&gt;“Rakyat Tegal dan para pejuang, tidak akan membiarkan mereka ditangkap. Mereka pasti akan mengobarkan perlawanan sampai titik darah penghabisan” semauré Bekel Subur nandes, ngemu nada ngècé.&lt;br /&gt;“Jangan bodoh. Mereka adalah pemberontak yang menyebabkan divisi kami ke Jogja tertunda, tahu ?!”&lt;br /&gt;Matané Kaptèn Vantje van Dèck mentelengi Bekel Subur. Rainé angas.&lt;br /&gt;“Meneer, Jogja adalah bagian dari republik ini. Para pejuang pasti tidak akan tinggal diam kalau ada daerah manapun yang diusik bangsa asing” omongé Bekel Subur ora kalah sengité mandeng Kaptèn Vantje van Dèck.&lt;br /&gt;“Gotverdomme zegh! Saya tidak mau tahu itu, Subur!!”&lt;br /&gt;Dugalé Kaptèn Vantje van Dèck tambah sagulu. Kalah juweté, batuké Bekel Subur dikepruk nganggo gagang pèstol. Mbak crot! Getih abang branang muncrat saka batuké Bekel Subur. Pengpengan endasé dikepruk. Mung baé dèwèké apèn-apèn mènjep, nahan lara.&lt;br /&gt;“Dia pasti tahu ke mana pemimpin-pemimpin perjuang bersembunyi, Tuan Kaptèn” ujug-ujug Jayèng Laga nyrandu.&lt;br /&gt;Krungu omongan kaya kuwè, Bekel Subur culag saporèté maring Jayèng Laga.&lt;br /&gt;“Biadab! Kowen aja sambat kaniaya Jayèng. Entèni baé walesané kanca batir!”&lt;br /&gt;“Ora susah kakèhen cocot, Subur! Rasakna walesané enyong saiki!” omongé Jayèng Laga kambèn gemuyu ngècé.&lt;br /&gt;Kaptèn Vantje van Dèck, blèh ngarti apa sing diomongna wong loro. Dèwèké ora mudeng maring basa tegalan.&lt;br /&gt;“Jayèng Laga...!”&lt;br /&gt;“Ya,.Tuan Kaptèn....” semauré Jayèng Laga.&lt;br /&gt;“Kowé orang yakin kalau Bekel Subur tahu ke mana larinya pembrontak-pembrontak republik?”&lt;br /&gt;“Berani sumpah Tuan Kaptèn. Bekel Subur pasti tahu semuanya. Baru saja dia mengancam bahwa pejuang-pejuang republik akan bunuh saya dan Tuan Kapten.....” omongé Jayèng Laga adu-adu.&lt;br /&gt;“Jangan percaya, Meneer. Jojoh raimu, Jayèng! Kowen pancèn ora pantes dadi menungsa. Tegel-tegelé kowen adol bangsané dèwèk maring Landa. Asu tengik, raimu! Dobol....!!!”&lt;br /&gt;“Enyong pancèn tengik, dobol Subur! Tapi raimu luwih badeg. Badeg ledreg! Apa kowen ora rumangsa waktu kodrah bekel, raimu nyrimpung? Raimu sekongkelan karo wong-wong nduwuran?! Kuwé sebabé enyong ora dilulusna. Enyong kelara-lara Subuuurrr......” semauré Jayeng Laga blèh kalah sengité.&lt;br /&gt;“Dongé tah kowen ngaca Jayèng. Kepribèn kowen pan lulus, wong nyatané kowen bodo lido! Apa dadiné adong rayat dipimpin wong sing ora mambu bangku sekolahan, éh? Toli kowen ya wis dicap, kowen kuwé bekas lenggaong....”&lt;br /&gt;“Enyong dadi lenggaong tah....ora neng daerah Tegal oh....”&lt;br /&gt;“Tapi Jayèng. Kejahatané kowen sing ora bisa diampuni rayat, krana sokan ndemeni bojoné uwong. Angger ana wadon mlisning, matané kowen ijo. Kowen kenang-sepata! Pira baé, kowen ngrusak rumahtanggané uwong, éh?!”&lt;br /&gt;“Raimu wadul karo wong nduwuran kaya kuwé? Mugané enyong ora dilulusna nang kodrah bekel? Raimu pancèn asu!!”&lt;br /&gt;“Dasaré dudu kaya kuwé Jayèng. Dasaré.....”&lt;br /&gt;“Ora percaya babar blas! Raimu rusuh ya rusuh. Badeg! Saiki aja takon dosa, dina kiyé raimu bakal dipatèni....” Jayèng Laga, motong omongané Bekel Subur.&lt;br /&gt;“Luwih aji enyong mati, ketimbang dadi penjilat kaya kowen”&lt;br /&gt;Gentong-sauran antara Jayèng Laga kambèn Bekel Subur, sangsaya ruket. Wong loro pada nduwak-nduwak, pada ngomong asu dobol, bangsèt lan ngomong sing blèh pakra. Kaptèn Vantjé van Dèck gobogé nganti budeg. Kalah sèwoté nggebrag mèja.&lt;br /&gt;“Diam kalian!”&lt;br /&gt;“Maaf Tuan Kaptèn. Dia membujuk saya agar mau bergabung dengannya untuk melawan Tuan...” semauré Jayèng Laga adu-adu. Bekel Subur matané dadi mendelik lan atiné culag pol-polan.&lt;br /&gt;“Kunyuk alas! Lasdrag kowen nyocot Jayèng..... jangan percaya dia Meneer!” omongé Bekel Subur.&lt;br /&gt;“Modar saiki kowen, Subur!”&lt;br /&gt;“Curut!” semauré Bekel Subur.&lt;br /&gt;“Tuan Kaptèn! Orang seperti Bekel Subur jangan dikasih ampun. Cambuk dengan rotan, biar bedebah ini mau bicara. Dia itu kaum pemberontak Tuan, perlu dikasih pelajaran” omongé Jayèng Laga mancing dugalé Kaptèn Vantje van Dèck. Dèn bener baé, omongané Jayèng Laga digugu temenan.&lt;br /&gt;Ya! Kaé delengen, sorot matané Kaptèn Vantje van Dèck abang branang. Otot-otot guluné pada manteng. Dèwèké latan njukut kayu penjalin sing dawané samèter. Trus kambèn ngadeg mentang, jangguté Bekel Subur diangkat gonèng pucuké kayu. Jayèng Laga ngumbar ésem nonton Bekel Subur bakal diemplo-emplo gonèng Kaptèn Vantje van Dèck.&lt;br /&gt;“Bekel Subur. Sekarang kowé orang tinggal pilih, mau buka mulut atau rotan ini yang bicara? Katakan di mana pemberontak itu?!” omongé Kaptèn Vantje van Dèck kambèn ngamang-ngamang kayu penjalin.&lt;br /&gt;“Jangan paksa saya untuk buka mulut Meneer. Saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa-apa” jawabé Bekel Subur.&lt;br /&gt;“Bekel Subur.....”&lt;br /&gt;“Iya Meneer......”&lt;br /&gt;“Kalau kowé orang buka mulut, saya berjanji tidak akan mengganggu Kota Tegal lagi. En.....kowé orang akan segera saya bebaskan kalau para pemberontak itu sudah saya tangkap!”&lt;br /&gt;“Saya tidak tahu, Meneer....”&lt;br /&gt;“Jadi kowé orang lebih peduli pada pemberontak-pemberontak daripada nyawa kowé orang sendiri, Subur? Baik! Baik, Bekel Subur.....”&lt;br /&gt;Kaptèn Vantje van Dèck culag. Matané sangsaya abang mèrèt. Akhiré kayu penjalin sing dicekel disabet-sabetna maring awaké Bekel Subur. Sambat kaniaya Bekel Subur ngrasakna sabetan. Getih mantur sing pilingané, kempongané, gegeré, lan liya-liyané.&lt;br /&gt;“Kowé orang mau buka mulut apa ini rotan yang bicara Subur?”&lt;br /&gt;“Saya tidak tahu!”&lt;br /&gt;“Kalau kowé orang tidak tahu, siap yang tahu?”&lt;br /&gt;Laka jawaban. Kaptèn Vantje van Dèck nyabeti saporèté. Malahan ora mung disabet-sabetni gèl, tapikèn Bekel Subur ditendang uga kosih kontal adoh saking kerasé. Jogan kebek cècèran getih. Bekel Subur dadi laka dayané. Jayèng Laga manggut-manggut karo mesem, atiné bungah!&lt;br /&gt;“Kopral Conrad! Kopral Parirèa...!!” suwara Kaptèn Vanje van Dèck nggema.&lt;br /&gt;Ora suwé wong loro ngadep maring Kaptèn Vantje van Dèck.&lt;br /&gt;“Siap Kaptèn!”&lt;br /&gt;“Bawa ini orang ke dalam kerangkeng!”&lt;br /&gt;Kopral Conrad lan Kopral Parirèa nyerèt Bekel Subur sisan kursiné. Bekel Subur trus dilebokna nang tahanan. Kaptèn Vantje van Dèck lemes, lempè-lempè. Kringeté tos-tosan kaya kas macul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KETERANGAN GEMBAR:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Lanang Setiawan dengan Piala Penghargaan Seni yang diberikan oleh Pemda Kota Tegal&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6754780446143625657?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6754780446143625657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6754780446143625657' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6754780446143625657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6754780446143625657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/drama-tegalan-oreg-nang-boewn.html' title='DRAMA TEGALAN OREG NANG BOEWN'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STUratfWnrI/AAAAAAAAADM/DFy1tCYmZIQ/s72-c/LS+dan+Piala.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1135149370465670164</id><published>2008-12-02T18:18:00.000+07:00</published><updated>2008-12-02T18:51:44.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SAJAK WS RENDRA dalam TERJEMAHAN TEGALAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STUakgVIk1I/AAAAAAAAADE/OCQtvBzodlc/s1600-h/Rendra-Amin.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275151752990593874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 468px; CURSOR: hand; HEIGHT: 342px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STUakgVIk1I/AAAAAAAAADE/OCQtvBzodlc/s400/Rendra-Amin.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#9999ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;Lelakoné Bu Aminah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;(Lanjutané Tembangan Banyak)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Alihbahasa: Lanang Setiawan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wong&lt;/strong&gt; wadon sing wetengé nggèmbol prahara :&lt;br /&gt;kowen teka wayah bengi nganggo sepur sing&lt;br /&gt;Jayanagara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uput-uput kowen anjog&lt;br /&gt;ora kober ngraupan rai&lt;br /&gt;kowen mlebu maring pèron&lt;br /&gt;sing mambuné bacin&lt;br /&gt;kowen glogakan&lt;br /&gt;wong lanang nyekel tangané kowen&lt;br /&gt;kowen ngomong matur nuwun&lt;br /&gt;tapi ujug-ujug kowen krasa&lt;br /&gt;wong lanang mau ngutil dompèté kowen&lt;br /&gt;cangkemé kowen ndomblong&lt;br /&gt;sebabé kagèt ora bisa nggemboran&lt;br /&gt;tapi wong lanang mau malah brangasan:&lt;br /&gt;mbak bed, dèwèké njotos cangkemé kowen&lt;br /&gt;Sepur liwat&lt;br /&gt;wong lanang mau uga liwat&lt;br /&gt;sisan dompèté kowen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kowen ngadeg nang jogan sing kotor&lt;br /&gt;sewaktu mau, kowen njengkangkang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karo ngrasakna cangkemé mar lan godras&lt;br /&gt;kowen nekani penjaga keamanan&lt;br /&gt;dèwèké mandeng tapi krasa jiji maring kowen&lt;br /&gt;lan sadurungé kowen kober nyuwara&lt;br /&gt;dèwèké mbentak: “Lunga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong wadon sing wetengé nggèmbol prahara :&lt;br /&gt;rainé abang mèrèt&lt;br /&gt;kowen ngadol tindik nang toko&lt;br /&gt;diregani mung separo&lt;br /&gt;kowen nggoleti adiné&lt;br /&gt;sedeng kowen blèh genah panggonané&lt;br /&gt;.........................................................................&lt;br /&gt;“Jebulé :&lt;br /&gt;sing diarani urip mandiri&lt;br /&gt;gudu kur ngrèpotna wong liya&lt;br /&gt;tapi ora ngaruh-biru wong liya.&lt;br /&gt;Arané enyong Aminah, wong dèsa klutuk&lt;br /&gt;teka nang Ibu Kota&lt;br /&gt;nggoleti adiné enyong: Maria Zaitun&lt;br /&gt;Wong sing nang kota madani enyong cèngèng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maring wong wadon&lt;br /&gt;sing salosmèn karo enyong tak sapa:&lt;br /&gt;“Sugeng énjing!”&lt;br /&gt;lan dèwèké nyemaur: “Karepé kowen apa?”&lt;br /&gt;......................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong wadon sing wetengé nggèmbol prahara :&lt;br /&gt;Aminah!&lt;br /&gt;duwité kowen sangsaya tipis&lt;br /&gt;toli kowen pan nggolèti pegawèan&lt;br /&gt;kowen ndèpé-ndèpé maring sing nduwé losmèn&lt;br /&gt;njaluk pitutur karo dèwèké&lt;br /&gt;Dèwèké ngandani:&lt;br /&gt;“Kiyé jaman susah tapi apa sing bisa kowen lakoni?”&lt;br /&gt;Trus kowen njawab&lt;br /&gt;kowen bisa njahit tau kerja nang salon&lt;br /&gt;uga pernah kerja nang lèstoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dèwèké ngunjal ambegan&lt;br /&gt;kaya-kaya pan nyuwara tapi blèh sida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus matané radan disipitna&lt;br /&gt;mandeng maring rainé kowen&lt;br /&gt;dadané kowen, bangkèkané kowen&lt;br /&gt;lan sikilé kowen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dèwèké uga ngomong:&lt;br /&gt;“Kiyé jaman susah. Mung nyong bisa mènèhi kerja maring kowen.”&lt;br /&gt;“Teng pundi?”&lt;br /&gt;“Nang kèné.”&lt;br /&gt;“Kerja napa?”&lt;br /&gt;“Nrima tamu.”&lt;br /&gt;“Tapi teng ngriki pun énten tiang kalih sing nrima tamu.”&lt;br /&gt;“Sing tak maksud:&lt;br /&gt;nrima tamu nang kamaré kowen.”&lt;br /&gt;“Napa?”&lt;br /&gt;“Hasilé ora kur lumayan.&lt;br /&gt;nyong bisa ngadol kowen&lt;br /&gt;sing regané ora pèré-pèré”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndadak kowen ngadeg.&lt;br /&gt;Dadané sesek&lt;br /&gt;tangané kowen gemeter&lt;br /&gt;trus ora poyan maning, kowen ngluyur lunga&lt;br /&gt;sawetara dèwèké njubleg&lt;br /&gt;njagong kalem tapi wangkot&lt;br /&gt;....................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jebulé:&lt;br /&gt;nyong kudu luwih ati-ati&lt;br /&gt;blèh saben uwong kuwé menungsa&lt;br /&gt;Ning njeroné cahya ana tipu daya&lt;br /&gt;Ning njeroné peteng ana rasa sentosa&lt;br /&gt;Ning gili gedé laka dalan sing nggo liwat&lt;br /&gt;Ning tritisan&lt;br /&gt;laka panggonan sing nggo gendu-gendu rasa&lt;br /&gt;kayong sumpeg ruwangan kiyé&lt;br /&gt;tapi waktu nyong ngranggèh&lt;br /&gt;sing tak cekel mung hawané gèl.....”&lt;br /&gt;......................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong wadon sing wetengé nggèmbol prahara :&lt;br /&gt;akhiré kowen nyambut gawé nang lèstoran&lt;br /&gt;kowen dadi rèwangé tukang masak&lt;br /&gt;muga-mugaha kasembadan, kowen ana gunané&lt;br /&gt;sebab, ahliné kowen nang kèné&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sedina kowen rèwang-rèwang&lt;br /&gt;tukang masaké bungah lan grapyak maring kowen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu rong dinané&lt;br /&gt;dèwèké ngalem-ngalem lan seneng gluwèhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telung dinané&lt;br /&gt;polah sikapé kaya bapa-bapa&lt;br /&gt;Barang patang dinané&lt;br /&gt;dèwèké molai miul trus ngremed bokongé kowen&lt;br /&gt;kowen protès nganggo cara alus&lt;br /&gt;lan jaga jarak&lt;br /&gt;kowen semangkinan sopan maring dèwèké&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mung tekané dina kaping lima&lt;br /&gt;dèwèké maksa nyikep kowen&lt;br /&gt;lan dèwèké nyoba nyipoki kowen&lt;br /&gt;Kowen njerit. Kowen mbanggèl&lt;br /&gt;sapanci jangan sop tumplek&lt;br /&gt;gara-gara bengkerengan&lt;br /&gt;Kosihkèn nang enem dinané&lt;br /&gt;kowen dipindah dadi pelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus pas nang pitung dinané&lt;br /&gt;kowen radan sembrana maring tamu&lt;br /&gt;sing pancèn nduwé kekarepan&lt;br /&gt;nggrayangi kèmpolé kowen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tekané dina kaping wolu&lt;br /&gt;kowen dipindah dadi tukang asah-asah piring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sangang dinané&lt;br /&gt;tukang banyu ngremed susuné kowen&lt;br /&gt;kowen gemboran saseru-seruné&lt;br /&gt;nganti Bendara Agengé tandang misah&lt;br /&gt;dèwèké mandeng maring kowen&lt;br /&gt;dèwèké gèdèg-gèdèg&lt;br /&gt;trus kowen diundang maring kantoré&lt;br /&gt;kowen dieneng-eneng trus diweling pengetèn&lt;br /&gt;malah dèwèké manjeri duwit&lt;br /&gt;lan gaji telung wulan&lt;br /&gt;mbokan baé bisa nggo nglipur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sepuluh dina seterusé&lt;br /&gt;kowen diprèntah nyalin catetan inventaris lèstoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sewelas dinané&lt;br /&gt;Bendara Agengé mènèhi bebungah hadiah&lt;br /&gt;sepasang tindik, kalung lan gelang&lt;br /&gt;jarèné kur nggo penghargaané kowen&lt;br /&gt;sing nduwèni kepribadian&lt;br /&gt;jelas lan tegas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu rolas dinané&lt;br /&gt;dèwèké ngomong soal hobi seni potrèt-memotrèt&lt;br /&gt;kepimèn apiké tata cahya lan ayang-ayang&lt;br /&gt;ébèn bisa ngatokna barang sing ora katon&lt;br /&gt;dadi wujud ora baèn-baèn&lt;br /&gt;sing awité biasa-biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telulas dinané&lt;br /&gt;(sing jarèné uwong angka sial)&lt;br /&gt;dèwèké ngomong:&lt;br /&gt;“Sebagé wong sing ahli potrèt-memotrèt&lt;br /&gt;nyong bisa mbayangna&lt;br /&gt;kepimèn adong awaké kowen wuda&lt;br /&gt;gunung lan lebaké&lt;br /&gt;bisa mènèhi kesempatan warna-warni cahyané&lt;br /&gt;lan ayang-ayangé ketata jempolan&lt;br /&gt;Wong-wong sing édan kaé&lt;br /&gt;duwé tapsir jorok&lt;br /&gt;maring ayu-mulusé awaké kowen&lt;br /&gt;Tapi nyong duwé rasa seni sing pentolan&lt;br /&gt;pèngin ngrekam ayu-mulusé awaké kowen&lt;br /&gt;sing lugu tur ora dirèka-rèkabèn langgeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lan bayarané kowen, nyukupi&lt;br /&gt;Saiki dipikir disit.&lt;br /&gt;Sesuk bisa rembugan maning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waktu patbelas dinané&lt;br /&gt;kowen kecoh idu maring bumi&lt;br /&gt;trus ora mlebu kerja&lt;br /&gt;......................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sering nemen nyong weruh kranjang res-resan&lt;br /&gt;kosong momplong laka guna manfaaté&lt;br /&gt;filsafat cemantèl nang saben paku&lt;br /&gt;agama mung dadi klèbèt bazaar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, manèné enyong!&lt;br /&gt;kayong aman nemen kandungané rika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu nyong nggleleng kepèngin turu&lt;br /&gt;lempongé enyong kisruh, njeplak ngomong!”&lt;br /&gt;........................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong wadon sing wetengé nggèmbol prahara :&lt;br /&gt;nang mètropolitan&lt;br /&gt;Jayanagara&lt;br /&gt;kowen nggolèti adiné&lt;br /&gt;sing blèh genah alamaté&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saèlingané kowen, dèwèké tau ngomong&lt;br /&gt;dèwèké manggon nang&lt;br /&gt;Dalan Delima, nomer 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wis ping-loro kowen nekani mrana&lt;br /&gt;lan dèwèké blèh ana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nang umah kaé akèh wong wadon&lt;br /&gt;lan sing paling tuwa ngomong:&lt;br /&gt;“Sangang taun nyong nang kèné&lt;br /&gt;sing arané Maria Zaitun&lt;br /&gt;laka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lan akhiré&lt;br /&gt;sapira lawasé nang Jayanagara&lt;br /&gt;kowen ngerti&lt;br /&gt;nang sebelah kulon kota&lt;br /&gt;jebulé ana Dalan Delima, nomer 5&lt;br /&gt;Mung, kaé kantor pulisi&lt;br /&gt;kowen mrana lan komandané ngomong:&lt;br /&gt;“Pancen, nang kèné ana Dalan Delima, nomer 5&lt;br /&gt;kadèhané ana loro mbang kulon lan mbang wètan&lt;br /&gt;Sing mbang kulon kantoré enyong&lt;br /&gt;ora tau ana Maria Zaitun nang kèné&lt;br /&gt;Sedeng sing mbang wètan.....dados Ibu mpun mriko?”&lt;br /&gt;“Sampun. Dèwèké mboten énten teng mriko”&lt;br /&gt;“Hm. Sing mbang wètan kaé....umah tlembukan”&lt;br /&gt;“Astaghfirullah haladziiim!”&lt;br /&gt;“Ya.”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah dèwèké ora nang kana”&lt;br /&gt;“Tapi wong-wong sing nang kana&lt;br /&gt;blèh tau nganggo aran asliné”&lt;br /&gt;“Ya, Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawisé kuwé&lt;br /&gt;kowen ngrasa awaké lèab-lèob&lt;br /&gt;gentoyoran&lt;br /&gt;Apa-apa sing kedadèn&lt;br /&gt;antarané ana lan blèh nana&lt;br /&gt;Lan kowen énggal baé, ora krungu&lt;br /&gt;waktu komandané ngomong:&lt;br /&gt;“Coba sukiki Ibu mampir mrèné maning&lt;br /&gt;sisan nggawa poto karo informasiné&lt;br /&gt;Nyong kabèh sing nang kèné pan mbantu Ibu&lt;br /&gt;nglari dèwèké”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukikiné&lt;br /&gt;kowen nglebokna poto adiné&lt;br /&gt;nang dompèté kowen&lt;br /&gt;mung kowen ora lunga maring Kantor Pulisi&lt;br /&gt;Agé-agé kowen nekani Dalan Delima, nomer 5&lt;br /&gt;mbang wètan kota&lt;br /&gt;trus kowen nudukna poto mau&lt;br /&gt;maring wong-wong sing manggoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong wadon sing paling tuwa ngomong:&lt;br /&gt;“Nah, kiyé enyong kenal&lt;br /&gt;mung rong taun, dèwèké ana nang kèné&lt;br /&gt;trus pindah maring panggon liyané&lt;br /&gt;Dasar lagi murub drajaté&lt;br /&gt;saiki malah wis ningkat, klas gedongan&lt;br /&gt;tapi arané gudu Maria Zaitun Aminah!&lt;br /&gt;Ya, arané kuwé!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maria Zaitun aran adiné enyong&lt;br /&gt;muga-muga ana getaran gaib&lt;br /&gt;sing muncul saka njero atiné enyong&lt;br /&gt;ngrasup maring kalbuné kowen.&lt;br /&gt;Nyong dedonga kanggo kowen, adiné enyong&lt;br /&gt;muga-mugaha kahanané kowen&lt;br /&gt;luwih begja ketimbang enyong&lt;br /&gt;Kayong angèl temen&lt;br /&gt;raba impèn sing blèh peta&lt;br /&gt;sing lagi disangga bareng-bareng&lt;br /&gt;waktu nyong kowen njenggelèk tangi turu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyong nyukuri temenan&lt;br /&gt;saben-saben nrima duwit kirimané kowen.&lt;br /&gt;tèsih sempet-sempeté kowen&lt;br /&gt;nyisihna welas asih maring enyong&lt;br /&gt;sajeroné urip pating clongat, gobal-gabèl&lt;br /&gt;Kowen bener-bener wong blabah&lt;br /&gt;Sayang, enyong kowen blèh bisa ketemu&lt;br /&gt;pengarep-arep nggayuh ketemu kowen&lt;br /&gt;wis tak sirep, rep.&lt;br /&gt;Saluguné&lt;br /&gt;ana bab penting sing pan tak omongna.&lt;br /&gt;Apa kowen kemutan&lt;br /&gt;waktu pamungkasé kowen niliki enyong?&lt;br /&gt;Kowen nggandeng wong lanang&lt;br /&gt;sing jarèné bojoné kowen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telung wulan kepungkur&lt;br /&gt;dèwèké teka maning.&lt;br /&gt;Jarèné ana urusan&lt;br /&gt;nyong ora takon&lt;br /&gt;trus nyediakna panggonan nggo nginep dèwèké nang kèné.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungané enyong karo dèwèké apik nemen&lt;br /&gt;dèwèké bener-bener duwé rasa pengertèn&lt;br /&gt;lan ora kurang-kurang mènèhi gagasan&lt;br /&gt;kosihkèn blèh kepikir&lt;br /&gt;sapira suwèné dèwèké pan manggon nang kèné&lt;br /&gt;Trus&lt;br /&gt;sawijiné bengi&lt;br /&gt;waktu nyong lagi mbayangaken&lt;br /&gt;tekané dèwèké sing mbungahna ati&lt;br /&gt;dèwèké mlebu maring kondongé enyong&lt;br /&gt;nylonong, blèh pamitan.&lt;br /&gt;Separo blai, separo mukjizat&lt;br /&gt;separo miul, separo maksatrus dèwèké nggabrudi enyong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sauwisé kuwé&lt;br /&gt;nyong kèlangan imané&lt;br /&gt;Kabèh mau tak ranapi&lt;br /&gt;tanpa ngerti kesimpulané.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dina sangsaya dina saterusé&lt;br /&gt;nyong karo dèwèké trus nglakoni sing kaya kuwé&lt;br /&gt;tanpa alangan uga wedi-wedi maning&lt;br /&gt;Saben-saben kedadian&lt;br /&gt;luwih nggegep nyong nyikepi dèwèké&lt;br /&gt;nyong keyungyun karo dèwèké&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawulan bab kuwé kedadèn&lt;br /&gt;dèwèké trus ninggal lunga&lt;br /&gt;Nang selembar surat sing ditinggal&lt;br /&gt;dèwèké njelasna kowen kuwé saluguné gudu bojoné&lt;br /&gt;Kanggo kowen lan kanggo enyong&lt;br /&gt;dèwèké uga pada asingé&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajegé kuwé, nyong terus nggoleti kowen&lt;br /&gt;sebab, awit mula nyong ngrasa.&lt;br /&gt;Soal kiyé nyong kudu ngomong&lt;br /&gt;Tapi saiki kaya kiyé kedadian nyatané&lt;br /&gt;Umpamané nyong kowen ketemu&lt;br /&gt;nyong kepèngin ngomong&lt;br /&gt;mèh telung wulan nyong mbobot anaké.”&lt;br /&gt;.......................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong wadon sing wetengé nggèmbol prahara :&lt;br /&gt;kowen njagong nang ruwangan tunggu&lt;br /&gt;dokter kandungan&lt;br /&gt;Wayahé tèsih ésuk&lt;br /&gt;tapi akèh pasangan&lt;br /&gt;pada nunggu kayadené kowen.&lt;br /&gt;Kowen anteng katon ayem&lt;br /&gt;maca koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhiré gilirané kowen nyampé&lt;br /&gt;dokter takon :&lt;br /&gt;“Pripun, napa wis mantep dipikir?”&lt;br /&gt;“Mpun, dokter”&lt;br /&gt;Dokter maca catetan maning&lt;br /&gt;sing ana nang mèjatrus uga ngomong :&lt;br /&gt;“Telung wulan!&lt;br /&gt;Tambah wulané, nyong blèh wani&lt;br /&gt;Nyong angkat tangan.&lt;br /&gt;Dadi kudu dina kiyé.”&lt;br /&gt;“Nggih empun, cacak”&lt;br /&gt;“Ya. Saiki tak priksa maning.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dokter mriksa&lt;br /&gt;bayi sing nang wetengané ngrogèt-ngrogèt&lt;br /&gt;Trus kowen merem&lt;br /&gt;tangané kowen ngelus wetengé&lt;br /&gt;lan kowen nggeget lambèné&lt;br /&gt;“Pripun? Lara?” takoné dokter&lt;br /&gt;“Mboten. Nikiné ngrogèt-ngrogèt.”&lt;br /&gt;“Kan ora mung saiki ngrogèt-ngrogèté?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lan matané kowen mèsih merem&lt;br /&gt;waktu kowen ngomong:&lt;br /&gt;“Kayong tembé kiyé&lt;br /&gt;dèwèké pèngin wadul”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kowen blèh ngrungu&lt;br /&gt;dokteré nyekakak&lt;br /&gt;trus dèwèké nyekel pundaké kowen&lt;br /&gt;lan ngongkon kowen nganggo&lt;br /&gt;sandangan maning&lt;br /&gt;Sauwisé kowen nganggo sandangan&lt;br /&gt;trus dokteré rampung nulis nota&lt;br /&gt;dèwèké ngomong:&lt;br /&gt;“Kiyé nota nggo kowen.&lt;br /&gt;Coba, maring klinik mbang mburi&lt;br /&gt;jam telu awan ngko tak kerjani”&lt;br /&gt;Ora gugup maning kowen njawab:&lt;br /&gt;“Mboten, dokter kula mangsul”&lt;br /&gt;.................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa sing pan diomongna kowen, anakku?&lt;br /&gt;Adong kowen kuwé ana?&lt;br /&gt;Uga kowen duwé kepènginan?&lt;br /&gt;Umpamané kowen ora lair&lt;br /&gt;blèh bakalan nyong ngrongokna&lt;br /&gt;kowen ngomong.&lt;br /&gt;Apa kowen ora nduwèni rasa wedi&lt;br /&gt;maring angasé jagad kiyé?&lt;br /&gt;Apa kowen ora nduwèni rasa wedi&lt;br /&gt;adong sing ngrandebi maring awaké enyong&lt;br /&gt;uga bisa ngrandebi maring awaké kowen?&lt;br /&gt;Nang njero wetengané enyong&lt;br /&gt;sikilé kowen obah, perkasané por-poran&lt;br /&gt;Jejekané sing ngisyaratna gedé pengrasané&lt;br /&gt;apa kuwé tanda pengandelané kowen&lt;br /&gt;ngrasup nang awaké enyong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelem busung, nyong sumpah maring kowen, anakku&lt;br /&gt;mènèhi kesempatan kowen ngomong&lt;br /&gt;luwih aji katimbang wedi maring dunya!&lt;br /&gt;Nyawang uleté kowen nang njero wetengan&lt;br /&gt;nyong cepet nyadari&lt;br /&gt;ngadepi aniaya drita saporèté&lt;br /&gt;nyatané nyong uga nduwèni keuletan&lt;br /&gt;...................................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelem busung&lt;br /&gt;sapa-sapa menungsanè ora jègod angon waktu&lt;br /&gt;saluguné urip menungsa bakal kajogan&lt;br /&gt;kejaba menungsa sing nyekeli waton&lt;br /&gt;lan sapa sing ngamalna kebejikan jiwa&lt;br /&gt;lan sapa sing bèla maring kebenaran&lt;br /&gt;lan sapa sing bisa ngolah kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Tegal, Kamis 22 Juni 2006&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;DICOMOT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;em&gt;saka Sajak WS. Rendra sing judulé “Perjalanan BuAminah”, Minggu Pagi No. 16 Tahun ke-48 Minggu Ketiga Juli 1994.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1135149370465670164?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1135149370465670164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1135149370465670164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1135149370465670164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1135149370465670164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/12/sajak-ws-rendra-dalam-terjemahan.html' title='SAJAK WS RENDRA dalam TERJEMAHAN TEGALAN'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/STUakgVIk1I/AAAAAAAAADE/OCQtvBzodlc/s72-c/Rendra-Amin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-13828892631942364</id><published>2008-11-28T19:27:00.000+07:00</published><updated>2008-11-28T19:35:21.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><title type='text'>SAJAK SAJAK DIAH SETYAWATI</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS_laosyL1I/AAAAAAAAAC0/LmIBeiuuRug/s1600-h/DIAH+DI+SOLO+(1).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273685934438756178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS_laosyL1I/AAAAAAAAAC0/LmIBeiuuRug/s400/DIAH+DI+SOLO+(1).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Sajak-sajak Diah Setyawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Lelaki Kecapi dan Istri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lelaki kumal berparit mata&lt;br /&gt;kujumpai di pinggir kota&lt;br /&gt;mainkan kecapi bersama istri&lt;br /&gt;pernah menjadi gerilyawan semasa revolusi&lt;br /&gt;dua anaknya, keduluan mati&lt;br /&gt;barangkali lantaran perut belum terisi&lt;br /&gt;sanitasi kurang memadai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu terpaku di hadapan&lt;br /&gt;usai memeragakan jemari lentiknya memetik dawai-dawai&lt;br /&gt;sembari mengiringi istri melantunkan megatruh&lt;br /&gt;atau asmarandana&lt;br /&gt;sesekali melirik menatap penuh selidik&lt;br /&gt;katanya : “Wajahmu ngger mirip putriku kang wis kapundhut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada mendung menggantung pada sudut mata&lt;br /&gt;ibu mana yang membendung&lt;br /&gt;luapan rindu membatu&lt;br /&gt;kerinduan itu selaksa merenangi samudra&lt;br /&gt;mengadili kubur bathinku tanpa suara maupun warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki kumal berparit mata menyandang kecapi bersama istri tercinta&lt;br /&gt;kemarin ku sua disamping lampu merah perempatan kota&lt;br /&gt;layu dan kusam saksikan dadu memutar alam&lt;br /&gt;nasib telah main petak umpet&lt;br /&gt;di balik kaos kakinya&lt;br /&gt;yang busuk dan bolong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah lelaki bijak pemilik rumah rindu&lt;br /&gt;kini sering bertandang padaku&lt;br /&gt;menghadiahkan lagu biru dengan suara kecapinya yang mendayu&lt;br /&gt;kami saling memandang&lt;br /&gt;perjuangan lalu, cah ayu&lt;br /&gt;tidaklah sewangi nasi jagung&lt;br /&gt;sedap tercium dari dapur biyung&lt;br /&gt;ibu yang tidak lagi muda itu tiba-tiba&lt;br /&gt;suntingkan melati di telingaku&lt;br /&gt;tergagap lugu berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kula tresna kalih sliramu” cah ayu&lt;br /&gt;bunga-bunga dalam kabut kesepianku berguguran seketika&lt;br /&gt;daunnya melambai hingga jendela surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Tegal, 08&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Aku Terus Bermimpi &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Tentang Negeri Ini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya negeriku gemah ripah loh jinawi&lt;br /&gt;kenapa, penghuninya kurang manusiawi&lt;br /&gt;apalagi jika menyangkut soal rejeki&lt;br /&gt;ah sungguh keji ! gitzu loh !&lt;br /&gt;korupsi bagai bunga kuncup mekar susah layunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpiku tentang negeri ini adalah negeri cahaya&lt;br /&gt;yang menerangi segala kebebalan dan kegagalan&lt;br /&gt;dalam menyelesaikan tetek bengek persoalan&lt;br /&gt;dari isi perut ; rekening listrik ; sekolah anak-anak&lt;br /&gt;hingga biaya berobat yang bikin tobat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia politik penuh intrik&lt;br /&gt;janji-janji palsu di mimbar-mimbar yang memabukkan&lt;br /&gt;tentang keadilan dan kesejahteraan&lt;br /&gt;tapi kenapa orang-orang banyak lari keluar negeri&lt;br /&gt;jadi babu di negeri sebrang&lt;br /&gt;yang bisa diperlakukan sembarang&lt;br /&gt;sebagai pelacur dan budak-budak&lt;br /&gt;yang tenaganya diperas seperti sapi perah&lt;br /&gt;tidakkah kalian marah&lt;br /&gt;sedikit peduli&lt;br /&gt;tapi toh terjadi berulang kali&lt;br /&gt;sesungguhnya sangatlah sederhana keinginana orang-orang kecil&lt;br /&gt;yang sering diangkut kedalam arus besar&lt;br /&gt;perbaikan nasib, sementara mereka cukup ngemut driji&lt;br /&gt;entah sampai kapan segala keinginan berbiji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jambrut khatulistiwa semakin semrawut&lt;br /&gt;bersiaplah untuk ngelus dada bersama bagi persada&lt;br /&gt;kejahatan, kekerasan ada di mana-mana&lt;br /&gt;mereka cenderung anarkis, bengis n sadis&lt;br /&gt;maka terpaksa kitapun latah menyumpah : bangsat !&lt;br /&gt;aku terus bermimpi tentang negeri ini jadi cahayanya bangsa&lt;br /&gt;cahayanya nurani, agar tahu diri tak lepas kendali&lt;br /&gt;ramah penduduknya, manis pekertinya&lt;br /&gt;sebab akan kutitipkan anak cucuku, disetebah bumi ini&lt;br /&gt;aku terus bermimpi&lt;br /&gt;dan bermimpi tentang negeri ini&lt;br /&gt;bukan cuma negeri khayalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tegal, 08&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Saat Maut Menjemput&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Bulan jatuh di atas keranda&lt;br /&gt;ziarah siapa aku lancongi dipagi sepi&lt;br /&gt;atau jazadku sendiri&lt;br /&gt;terbaring rapi diesok nanti&lt;br /&gt;menunggumu&lt;br /&gt;dipinggir kebun tebu rumahku&lt;br /&gt;belakang pabrik gula&lt;br /&gt;yang tak pernah kurasa manisnya&lt;br /&gt;pada halte penantian&lt;br /&gt;degup jantung tak beraturan&lt;br /&gt;biarkan aku mandi taubatMu sebentar&lt;br /&gt;agar senyumku mawar&lt;br /&gt;saat kau menimang&lt;br /&gt;jadikan aku pengantinmu yang sempurna&lt;br /&gt;tanpa luka; tanpa cela&lt;br /&gt;kupanggil- panggil cahaya disisa usia&lt;br /&gt;kangenku pada Nur Muhammad&lt;br /&gt;dalam igau atau jaga&lt;br /&gt;pada hening yang paling&lt;br /&gt;jiwa mengasap melawat jauh&lt;br /&gt;pasrahkan penuh&lt;br /&gt;ruhku melabuh&lt;br /&gt;wahai maut yang bakal menjemput&lt;br /&gt;ingin aku menyambutmu&lt;br /&gt;tanpa takut&lt;br /&gt;beri aku kesempatan menata hati&lt;br /&gt;mendidik masa kini dan esok nanti&lt;br /&gt;lebih arif lagi&lt;br /&gt;agar tangga surgaMu mampu kunaiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu sungai yang mengalir susu&lt;br /&gt;rindu salam lembut nabiku&lt;br /&gt;menyapa tidur panjangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Tegal,08&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Persetubuhan Kata-kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;sunyi yang titipkan&lt;br /&gt;syahwatnya pada rahimku&lt;br /&gt;persetubuhan kata – kata&lt;br /&gt;teruslah mengalir pada tiap rongga&lt;br /&gt;hingga sempurna dan tuangkan nafsu&lt;br /&gt;menjadi benih seribu puisi&lt;br /&gt;bukan narasi basi&lt;br /&gt;atau gelisahnya mimpi&lt;br /&gt;sekarang ; apalagi yang tak menjadi jalang&lt;br /&gt;sedang mataMu pun bagai elang&lt;br /&gt;menyalib&lt;br /&gt;nasib&lt;br /&gt;terpanggang&lt;br /&gt;bimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Tegal,08&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Hujan Belum Juga Reda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan belum juga reda&lt;br /&gt;dari balik kaca jendela&lt;br /&gt;masih kuhapal detak wajahmu&lt;br /&gt;seperti sebuah batu&lt;br /&gt;telanjang menungguimu&lt;br /&gt;menampakkan diri kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan telah mengkafani segenap kesakitan&lt;br /&gt;meniupkan nafas baru bagi kemumianku&lt;br /&gt;lewat kalimat tasbih yang cahayaNya&lt;br /&gt;menyatukan pecahan jantungku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan belum juga reda;&lt;br /&gt;pada perjumpaan suatu ketika nanti&lt;br /&gt;barangkali kita saling gugup mengecup&lt;br /&gt;bahkan ngungun diantara nyala birahi dan asap dendam&lt;br /&gt;bukankah kita sama – sama menyisakan ingatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan belum juga reda;&lt;br /&gt;dari balik kaca jendela&lt;br /&gt;air mata tungguku;&lt;br /&gt;kuharap&lt;br /&gt;tak sia-sia&lt;br /&gt;menyertai kebangkitanmu&lt;br /&gt;menjemput puisi hati&lt;br /&gt;menjadi lebih berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Tegal, 08&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Untuk Kesabaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika dengung kilau&lt;br /&gt;mata pisau&lt;br /&gt;menghujam risau&lt;br /&gt;pada hatimu yang ibu, mengabu&lt;br /&gt;birunya hampir tak tersisa&lt;br /&gt;jika telah bosan dengan warna kelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tabuh sekali saja genta&lt;br /&gt;dilogam emosi&lt;br /&gt;sebagai irama pasti&lt;br /&gt;untuk loncat dari jerat&lt;br /&gt;yang memenjara&lt;br /&gt;lihat disana tangan-Nya&lt;br /&gt;melambai dari jendela surga&lt;br /&gt;sesungguhya Ia janjikan&lt;br /&gt;cinta yang melebih&lt;br /&gt;tanpa pilih-pilih&lt;br /&gt;diam-diamlah dalam kelangkanganku; lelaki&lt;br /&gt;siapa gerangan menjelma kupu liar&lt;br /&gt;membakar&lt;br /&gt;api cemburu&lt;br /&gt;bikin rabu matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;burung bul-bul yang menjaga pintu rahimku&lt;br /&gt;berubah sudah&lt;br /&gt;menjadi sekawanan unggas&lt;br /&gt;meranggas tuntas&lt;br /&gt;nafas cintaku lepas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kubaca sisa luka di wajah sendiri&lt;br /&gt;pada peta yang misteri&lt;br /&gt;kelamin yang asing&lt;br /&gt;matamu bukan lagi sampan atau kemudi&lt;br /&gt;berjalanlah menuju kebenaran; wahai kesabaran&lt;br /&gt;bukanlah penderitaan dan kemiskinan&lt;br /&gt;menyucikan hati manusia&lt;br /&gt;meski pikiran kita yang lemah&lt;br /&gt;tak melihat sesuatupun yang berharga&lt;br /&gt;kecuali kemudahan dan kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Tegal,07&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kutulis dan Kukirim surat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kutulis surat&lt;br /&gt;ke alamat langit&lt;br /&gt;tempat Tuhan menguntit&lt;br /&gt;segala gerak&lt;br /&gt;nafas sesak&lt;br /&gt;luka nganak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukirim surat&lt;br /&gt;ke alamat hati&lt;br /&gt;tempat menyembunyi&lt;br /&gt;teka-teki dan misteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukirim surat&lt;br /&gt;lisan tanpa tulisan&lt;br /&gt;lewat sajadah&lt;br /&gt;tempat air mata tumpah&lt;br /&gt;dalam sujud&lt;br /&gt;rindukan wujud&lt;br /&gt;kasihMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukirim surat&lt;br /&gt;pada siapa saja&lt;br /&gt;dimanapun berada&lt;br /&gt;isinya;&lt;br /&gt;setelah kusetubuhi sepi&lt;br /&gt;secepatnya ingin kuakhiri&lt;br /&gt;bantu aku berdiri&lt;br /&gt;agar tak seperti zombie&lt;br /&gt;yang bangun dari mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lampu-lampu bagai mata hantu&lt;br /&gt;segelas susu telor dan madu&lt;br /&gt;bolehlah sebagai pemicu&lt;br /&gt;semangat baru kawali langkah&lt;br /&gt;bersama nawaitu&lt;br /&gt;kesendirian!&lt;br /&gt;sesungguhnya aku jemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Tegal,08&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Tuhan, Sesungguhnya Akulah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Malu Itu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada setiap ritme pertemuan&lt;br /&gt;sesungguhnya akulah malu itu&lt;br /&gt;lantaran pasti masih kau simpan kartu namaku&lt;br /&gt;lengkap dengan segala catatan hitam putih&lt;br /&gt;sedang selama ini hati&lt;br /&gt;bagai kuda sembrani&lt;br /&gt;tak terhitung selusin hati tersakiti&lt;br /&gt;ah tersipulah!&lt;br /&gt;tangan yang kotor harus dibasuh&lt;br /&gt;dengan sesal tobat dan sujud sungguh&lt;br /&gt;dari tubuh hingga ruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya Rahman, ya Rahim, ya Muhaimin&lt;br /&gt;ajari lidah dan hati se-iya dalam berkata&lt;br /&gt;kompak dan khusuk menyebut asmaMu&lt;br /&gt;sampai gempa, gempar di dalam hati&lt;br /&gt;agar jadi muara tempat berpijak kata bijak&lt;br /&gt;jadi bengawan;&lt;br /&gt;laut gelora&lt;br /&gt;dalam dzikir&lt;br /&gt;Allah, Allah, Allah&lt;br /&gt;pada setiap ritme pertemuan&lt;br /&gt;aku datang memburu rindu cahayaMu&lt;br /&gt;jangan pernah berlalu&lt;br /&gt;kalaulah bunga fasih mengungkap bahasa cinta&lt;br /&gt;tentulah hari bisa melebihinya&lt;br /&gt;maka dengan cinta&lt;br /&gt;untukMu kuletakkan tahta yang paling&lt;br /&gt;mengenyamping dari segala yang nyanding&lt;br /&gt;ya Rabbi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;patrikan kesetiaan pada setiap dinding&lt;br /&gt;nurani tanpa banding&lt;br /&gt;pada setiap ritme pertemuan&lt;br /&gt;biarlah malu itu bersamaku&lt;br /&gt;agar aku merasa menjadi manusia&lt;br /&gt;yang tak sia- sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan ….&lt;br /&gt;sesungguhnya, akulah malu itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt;Tegal,08&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Jalan Rindu Jalan Membatu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kau tak kutemu lagi&lt;br /&gt;di jalan rindu, di jalan yang sama membatu&lt;br /&gt;selain puisi, selain mimpi&lt;br /&gt;isak yang tersisa atau&lt;br /&gt;waktu mengisyaratkan tunggu, maybe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah telah binasa kita dalam mengusung cinta&lt;br /&gt;menuju tahtaNya&lt;br /&gt;tak perlu risau, kelap- kelip nyalanya&lt;br /&gt;yang sesekali masih mencahaya disetiap sepi&lt;br /&gt;biar saja jadi saksi saat bercermin&lt;br /&gt;lewat hati yang menyetia pada kebenaran&lt;br /&gt;mungkin kau tak kutemu lagi&lt;br /&gt;di jalan rindu di jalan yang sama membatu&lt;br /&gt;ketika lorong matamu tak lagi menawarkan kangen&lt;br /&gt;mengalpa, segala ingatan&lt;br /&gt;sedang disini gelisah belum tuntas&lt;br /&gt;masih saja ragu,&lt;br /&gt;menakar rindu&lt;br /&gt;untuk kembali menyeru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;Biodata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Diah Setyawati&lt;/strong&gt; berpuluh tahun bergelut dengan puisi, Antologi puisinya : Nyanyian anak Pantai, Tembang Jiwangga, banyak karyanya yang tergabung dalam kumpulan puisi 32 Penyair Jawa Tengah, Jentera Terkasa. Aktif di sanggar asah manah.Tinggal di Pangkah Kabupaten Tegal.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-13828892631942364?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/13828892631942364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=13828892631942364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/13828892631942364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/13828892631942364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/sajak-sajak-diah-setyawati.html' title='SAJAK SAJAK DIAH SETYAWATI'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS_laosyL1I/AAAAAAAAAC0/LmIBeiuuRug/s72-c/DIAH+DI+SOLO+(1).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-8410781116580116369</id><published>2008-11-27T18:48:00.000+07:00</published><updated>2008-11-27T19:13:28.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>HUJAN PUISI DI MALAM HUT SASTRA TEGALAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS6Mg4PeFvI/AAAAAAAAACk/6LczyZKHHnk/s1600-h/WIDODO+Plks+(1).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273306710178404082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 387px; CURSOR: hand; HEIGHT: 291px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS6Mg4PeFvI/AAAAAAAAACk/6LczyZKHHnk/s320/WIDODO+Plks+(1).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9900;"&gt;Hujan Baca Puisi &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9900;"&gt;di Malam Perayaan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9900;"&gt;HUT Sastra Tegalan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;PINGGIR &lt;/strong&gt;brug Kalimati&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;ésok metu sing omah aku ngloyor maring kantor&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;sing kesohor mangkat ésuk&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;balik soré&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;kadang-kadang bengi, aku ora ribut bayaran&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;digawé ana bayarané sapa kuwé?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Kuwé miki aku nang pinggré brug Kalimati alias sorlem&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9900;"&gt;&lt;strong&gt;PUISI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Tegalan sederhana itu dibacakan Widodo. Ia yang notabene pelukis, Rabu (26/11) malam itu, fasih membacakan puisi karya sendiri di malam HUT Sastra Tegalan.&lt;br /&gt;Puisi dadakan yang dia bikin di HP, judulnya &lt;strong&gt;'&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Pinggir Brug Kalimati Sorlem'&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Aksi Widodo itu bagian kecil dari parade baca puisi Tegalan bak hujan membanjiri wilayah Kalimati dari para apresian acara yang didanai pimpinan KMSWT.&lt;br /&gt;Seperti Ma’sudi Ach. Jeparan yang dikenal berprofesi pemijat, mengawali pembacaan puisi Tegalan berjudul &lt;strong&gt;‘Petani’.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Petani bingung pupuk laka&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;BBM ngilang kayu disuyad&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Laka kowen, ora bakalan bisa manggul senjata&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;laka kowen laka tenaga &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;tapi kowen saiki kaniaya &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;gonèng pejabat-pejabat...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Sindiran, maupun uneg-uneg tentang kuruwetan hidup ditumpahkan tiap pembaca malam itu. Selain Widodo dan Ma’sudi, ada juga Abiet Sabariang (wartawan Infomas Tegal), dan Sunaryo (pesulap). “Di malam Perayaan Hari Sastra Tegalan memang diwajibkan non penyair yang boleh baca puisi Tegalan. Yang merasa sebagai penyair atau sering pentas dilarang baca,” kata seorang penulis antologi puisi tegalan ‘Brug Abang’ Dwi Ery Santoso.&lt;br /&gt;Namun tidak semua asyik menyimak pembacaan puisi Tegalan di malam yang dingin itu. Nurhidayat Poso misalnya, dia tetap cuek memain HP-nya. Meski gayeng, Dayat punya alasan sendiri untuk tidak menyimak pembacaan puisi rekan-rekannya. Mungkin karena sudah biasa kali ya?&lt;br /&gt;Para pendekar seni Tegal yang baru lawatan Merayakan Hari Sastra Tegalan ke Semarang dan Solo hanya duduk manis sambil menilai para pembaca puisi, seperti Bramanthi S Riyadi, Bontot, Hartono dan lain sebagainya yang masih tampak menyisakan lelah di wajahnya. Bahkan, Pi’i, yang kerap melayani nasi dan poci mereka, tak ketinggalan didaulat baca puisi. Setelah dipaksa cukup lama, akhirnya mau juga ia tampil.&lt;br /&gt;Seusai mereka berpuisi Tegalan, pemikiran kritis keluar dari mulut seniman artistik pertunjukan Moh. Azizi, menanyakan tentang sastra Tegalan mau diarahkan kemana? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;“Sastra Tegalan pokoknya mau mengikuti lagu Tegalan yang sudah lama dikenal masyarakat Tegal,” jawab salah seorang penulis ‘Si Pengembara Badai’ mantap.&lt;br /&gt;Sedianya malam itu panitia kecil acara akan menghadirkan grup musik keroncong, namun karena terhalang teknis, dibatalkan. Ya, Hari Sastra Tegalan yang diperingati tiap 26 November telah jadi kebanggaan sebagian seniman Tegal yang sejatinya sebagai moment spirit berkarya lebih banyak lagi dan diapresiasi secara luas, sehingga Sastra Tegalan benar-benar punya ‘cakar’ dalam khasanah sastra Nusantara &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(EK)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KETERANGAN Foto :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Widodo (kaos putih) dan Fi'i saat membacakan puisitegalan dalam acara Perayaan Hari Sastra Tegal yang diperingati setiap tanggal 26 Nopember.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-8410781116580116369?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/8410781116580116369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=8410781116580116369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/8410781116580116369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/8410781116580116369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/hujan-puisi-di-malam-hut-sastra-tegalan.html' title='HUJAN PUISI DI MALAM HUT SASTRA TEGALAN'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS6Mg4PeFvI/AAAAAAAAACk/6LczyZKHHnk/s72-c/WIDODO+Plks+(1).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-732276746621234444</id><published>2008-11-26T18:19:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T18:25:02.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pentas Sastra Tegalan'/><title type='text'>LAWATAN SENIMAN TEGAL di DUA KOTA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS0yA_3pI3I/AAAAAAAAACU/kBUqwt6G4q4/s1600-h/BONTOT.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272925731446924146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS0yA_3pI3I/AAAAAAAAACU/kBUqwt6G4q4/s400/BONTOT.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pentas Sastra Tegalan di Dua Kota&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9900;"&gt;&lt;strong&gt;Seniman Harus Menghapus&lt;br /&gt;Rasialisme Bahasa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PERAYAAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Hari Sastra Tegalan yang digeber para seniman Tegal, membuat ‘guncangan’ tersendiri di dua; Kota Semarang dan Solo. Lawatan Sastra Tegalan yang dilakukan mereka memberikan pelajaran penting dan nuansa demokrasi agar para seniman bisa menghapus sikaf rasialis terhadap perbedaan bahasa.&lt;br /&gt;Hal itu dikatakan dalang Wayang Suket, Slamet Gundono usai pementasan ‘Perayaan Hari Sastra Tegalan 26 Nopember’ di Taman Budaya Surakarta (TBS) Selasa (25/11). “Saya tercengang dengan penampilan para seniman Tegal mengusung tegalan, dasyat dan memukau. Sudah saatnya seniman kita belajar demokratis agar mampu menghapus sikaf rasialis bahasa manapun termasuk tegalan” tandas Gundono yang ditegaskan Nurhidayat Poso dalam sambutan pementasan di TBS.&lt;br /&gt;Dalam pementasan di Taman Raden Saleh Semarang (TRSS) Senin (24/11) malam, seakan terjadi jèd-jèdan adu kekuatan baca puisi dua bahasa nasional dan tegalan. Dari Semarang para penyair senior turun glanggang seperti Timur Sinar suprabana, Handry TM, Beno Siang Pamungkas, dan lain sebagainya. Sementara Eko Tunas tampil mewakili Semarang dan Tegal. Ia membacakan dua puisi dalam bahasa nasional dan tegalan.&lt;br /&gt;Penampilan Eko mengusung sajak Njaluk Duwité. Ia membaca dua buah puisi di tengah-tengah penonton yang berdesak. Nyong njaluk duwité, nyong njaluk duwité, lengkinan sajak tegalan yang dilepas Eko dengan gaya rocker gaek Ucok Harahab mencengkeram gitar bolak-balik berjalan maju dan mundur, menciptakan nuansa keliaran dengan, luapan, dan harmonisasi terhadap penonton, membuat suasna gegiris dan kemasgulan. Hal yang sama juga terjadi pada saat Nurngudiono membawakan sajak Utang dengan paduan rebana genjring biang yang dikepak pelukis Widodo, dan tiupan trompet yang dimainkan Aziz Ma’ruf. Aktor Bramanthi yang mengusung monolog ‘Waslam’ karya Moch. Hadi Utomo dan juga Bontot Sukandar, Hartono Ch. Surya dengan sajak-sajaknya mengundang kegerahan para penyair Semarang. Mereka seperti tertegun dan tercengan atas penampilan seniman-seniman Tegal.&lt;br /&gt;Keesokan malam di TBS, Selasa (25/11) terjadi hentakan keliaran ekpresif keblakaan bahasa tegalan yang menggemuruh, saat para seniman Tegal meneriakan dinamik dan meluap-luap. Di Gedung Arena Teater Solo, para seniman, mahasiswa, wartawan, dan pengamat sastra berjejal, asyik masgul menyaksikan pementasan mereka. Nurngudiono bersama kelompok rebananya membuka pementasan mengusung lagu Babon Ngoyok-ngoyok Jago disusul Dolanan Rakyat disambut tepukan penonton. Kucuran kata-kata tegalan yang blaka, dan hentakan semakin menjadi-jadi ketika dia mengakhiri musikalisasi puisinya dengan membawakan sajak Utang. Sajak ini berbicara tentang beban utang negara yang sarat. Kolaborasi antara Nurngudiono, dan Nurhidayat Poso sebagai pengendali acara, mencengangkan penonton. Teriakan ‘kata utang’ mereka, memaksa penonton terhenyak dalam kemasgulan karena suguhan mereka total. Juga penampilan Penyair Dia Setyawati tak kalah ekspresif. Dia membawakan sajak Nyangkem dengan goyangan bokong. Nok Ratna meluapkan sajak Wek-wek, Bontot Sukandar, Hartono Ch. Surya dan Dwi Ery Santoso habis-habisan menciptakan pertunjukan semakin dikepung menarik. Suara mereka membuat pengunjung terpaku dan ternganga. Puncak acara, penampilan Bramanthi S Riyadi, melengkapi pementasan. Ia mengusung monolog ‘Waslam’, memainkan peran orang gila penuh tenaga. Ia bergerak ke sana kemari, bertelanjang dada, berdiri di level menyampaikan kegetiran hidupnya di Jakarta hingga gila. Olah vokal, akting yang diekspresikan para seniman Tegal, rata-rata ditumpahkan demikian maksimal untuk kebesaran sastra tegalan. “Saya puas melihat pentas malam ini. Seniman Tegal dengan Komunitas Sorlem mampu membawakan sastra tegalan dalam perayaan Hari Sastra Tegalan ini, menjadi penanda rujukan semangat kedaerahan. Jadi ciri yang kuat di Tegal itu punya akar tradisi yang membumi daripada daerah lain” ujar Kepala Devisi Sastra TBS, Wijang Warek saat mengomentari pementasan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu mantan Sekda Rahadjo Kota Tegal &lt;strong&gt;(LS )&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PERAYAAN -&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Penampilan Bontot Sukandar saat membacakan sajaknya di TBS, Selasa (25/11) bersama seniman-seniman dari Komunitas Sorlem yang juga sebelumnya melakukan pentas di TRSS, Senin (24/11) acara perayaan Hari Sastra Tegalan yang jatuh pada tegalan 26 Nopember - &lt;strong&gt;Foto NP: Lanang Setiawan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-732276746621234444?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/732276746621234444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=732276746621234444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/732276746621234444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/732276746621234444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/lawatan-seniman-tegal-di-dua-kota.html' title='LAWATAN SENIMAN TEGAL di DUA KOTA'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SS0yA_3pI3I/AAAAAAAAACU/kBUqwt6G4q4/s72-c/BONTOT.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1635526792586784944</id><published>2008-11-23T15:26:00.000+07:00</published><updated>2008-11-23T15:37:36.238+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra Lokal'/><title type='text'>SEJARAH LAHIRNYA HARI SASTRA TEGALAN 26 NOPEMBER</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSkVAWftSGI/AAAAAAAAACM/IogZdQqnq-U/s1600-h/BONTOT+AKSI.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271767934596630626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 384px; CURSOR: hand; HEIGHT: 290px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSkVAWftSGI/AAAAAAAAACM/IogZdQqnq-U/s320/BONTOT+AKSI.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;Sastra Tegalan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;Sebuah Gerakan Budaya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SITUS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Blog ini saya luncurkan untuk menyambut Hari Sastra Tegalan yang jatuh pada hari Rabu Pon, 26 Nopember 2008.&lt;br /&gt;Hari ini dipilih oleh teman2 saya sastrawan/jurnalis Tegal,&lt;br /&gt;untuk mengingat perjalanan Sastra Tegalan yang berawal di th.90-an dengan terbitnya (dan juga matinya)sederet “media kesadaran “ (Sitok Srengenge,1995) KONTAK, POREM, LITERASI MUARA SASTRA dan TEGAL-TEGAL.&lt;br /&gt;Koran LITERASI memang berhenti terbit pada edisi ke-5 tanggal 25 Nopember 1994. Saya tidak tahu mengapa yang diperingati adalah matinya sebuah koran. Ini sebuah ironi. Barangkali teman2 saya ingin mengatakan : Kematian adalah Awal Kehidupan Baru.Itu tidak penting.Yang penting, SastraTegalan memang selalu bergerak. Karena pada hakekatnya Sastra Tegalan adalah sebuah gerakan budaya. Gerakan kreatifitas. Sastra Tegalan adalah komitmen untuk merawat Bahasa Ibu,sebagai warisan budaya yang sah dari Masyarakat Tegal.Sastra Tegalan adalah sebuah unjuk jati diri dan kebanggaan Sastrawan dan Jurnalis Tegal.Kalau ada Sastra Sunda, Sastra Jawa, Sastra Bali, Sastra Riau, mengapa tidak ada Sastra Tegal ?&lt;br /&gt;Semoga lewat blog Dari Tegal…ini saya dapat terus mencatat “gerakan” Sastra Tegalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1635526792586784944?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1635526792586784944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1635526792586784944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1635526792586784944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1635526792586784944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/sejarah-lahirnya-hari-sastra-tegalan-26.html' title='SEJARAH LAHIRNYA HARI SASTRA TEGALAN 26 NOPEMBER'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSkVAWftSGI/AAAAAAAAACM/IogZdQqnq-U/s72-c/BONTOT+AKSI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1178737448112536773</id><published>2008-11-21T18:43:00.000+07:00</published><updated>2008-11-21T18:52:44.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra tegalan'/><title type='text'>Sastra Tegalan Perlu Diperingati</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSag2iXJ6zI/AAAAAAAAACE/C4tXHjHBvcQ/s1600-h/Hartono+Ch+Surya.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271077272681048882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 234px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSag2iXJ6zI/AAAAAAAAACE/C4tXHjHBvcQ/s320/Hartono+Ch+Surya.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;Sastra Tegalan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ffccff;"&gt;Perlu Dperingati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;PERINGATAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Hari Sastra Tegalan yang jatuh pada 26 Nopember mendatang, pada tanggal 24 dan 25 Nopember diperingati oleh Komunitas Seniman Tegal ‘Sorlem’. Tidak di Tegal melainkan mereka melakukan lawatan budaya dengan menampilan baca puisi dan monolog tegalan di Taman Raden Saleh Semaran (24/11) dan di Taman Budaya Surakarta (25/11), menjadi sebuah peristiwa budaya yang cukup menarik bagi seniman Moch. Hadi Utomo yang selama ini cukup getol bersastra lewat bahasa Tegal.&lt;br /&gt;Menurut Hadi, sastra tegalan itu meski usianya sudah cukup lama tapi masih butuh pengkuan eksternal.&lt;br /&gt;“Masyarakat kita, pemerintah, dinas kebudayaan dan lain-lain. Mereka perlu terus memasyaratkatkan dan masyarakat perlu diberi informasi bahwa sastra tegalan itu ada dan sudah berkembang cukup pesat” katanya berapi-api ketika mengomentari lawatan budaya yang dilakukan oleh kelompok Sorlem.&lt;br /&gt;Bagi Hadi Utomo, kegiatan peringatan dan lawatan tersebut menegaskan bahwa eksistensi para senimannya yang peduli dengan lokal jenius.&lt;br /&gt;“Sastra tegalan ke depan harus mampu menjadi bagian dari sastra Indonesia seperti sastra daerah lain, Sunda-Bali-Jawa-Riau dan lain-lain. Seniman tidak bisa berjuang sendiri harus didukung penerbit, media, pemerintah, pers dan lain-lain” tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;Sementara itu Hartono Ch. Surya mengatakan, peringatan Hari Sastra Tegalan sangat penting karena sastra tegalan menjadi tonggak kebangkitan sastra lokal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;"Sastra tegalan membutuhkan eksistensi dan menjadi sebuah ikon yang perlu kita junjung tinggi," ujar Hartono.&lt;br /&gt;Ikut dalam lawatan budaya memperingati Hari Sastra Tegalan di dua kota itu, Dwi Ery Santoso, Nurhidayat Poso, Nurngudiono, Slamet Ambari, Diah Setiyawati, Bontot Sukandar, Hartono Ch. Surya, HM. Iqbal, Ratna, Igho dan lain sebagainya &lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;strong&gt;(LS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Foto : Hartono Ch Surya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1178737448112536773?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1178737448112536773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1178737448112536773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1178737448112536773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1178737448112536773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/sastra-tegalan-perlu-diperingati.html' title='Sastra Tegalan Perlu Diperingati'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSag2iXJ6zI/AAAAAAAAACE/C4tXHjHBvcQ/s72-c/Hartono+Ch+Surya.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-2746642090273714407</id><published>2008-11-20T18:47:00.000+07:00</published><updated>2008-11-20T18:53:08.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PEerayaan Hari Sastra Tegalan'/><title type='text'>WASLAM Ngambah TRSS dan TBS</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSVPi4X9zfI/AAAAAAAAAB8/TIV32iWPeiI/s1600-h/MAMET.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270706399574085106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSVPi4X9zfI/AAAAAAAAAB8/TIV32iWPeiI/s320/MAMET.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Dalam Rangka ‘Hari Sastra Tegalan’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#33cc00;"&gt;Mamet Usung ‘Waslam’&lt;br /&gt;ke TRSS dan TBS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;“HAHAHAAAA…hèèèiii…kiyé aku sing arané Walam! Was-lam. Waslam bin almarhum Kasnan. Yah, bapané nyong pancèn arané Man Kasnan, sing wis mati lagi nyong umur 3 tahun. Adiné nyong wadon sing arané Tarini, waktu kuwé ésih bayi. Manèné aku arané Bi Niti, randa sepocong sing ana ning dèsa kidulé Margasari. Hèèè…hahahaha…kiyèh, aku sing sing arané Waslam. Kowen pada krungu belih?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;Suara&lt;/strong&gt; Waslam menggelegar di puncak Tugu Monas. Menyebar ke seluruh penjuru. Lalu-lintas macet, orang-orang mendongak ke atas Tugu Monas, melihat Waslam bertelanjang dada berdiri di atasnya. Waslam ngomel-ngomel melihat kesemrawutan lalu-lintas di perempatan Bunderan HI. Ia kadang ketawa semaunya, kadang juga marah sejadi-jadinya ketika melihat Abang Becak yang menyerobot ugal-ugalan di tengah kesemrawutan Kota Metropolitan. Orang-orang dan para pemakai kendaraan yang menambah kemacetan, heran melihat Waslam di puncak Monas.&lt;br /&gt;Lima belas tahun Waslam hidup di Jakarta, jadi gembel di daerah Senen. Berumah kardus dan plastik di pinggir rel kereta api, membuat lika-liku kesumpekan, kebengalan, dan kepongahan Jakarta dia kenali betu. Lima belas tahun, penghasilan Waslam tak menetap, ia menjadi kenet, tukang semis sepatu di terminal Pulo Gadung, bahkan jadi tukang todong di jembatan penyebarangan. Waslam ibarat ingus, nafas, dan bahkan tai dari Kota Jakarta.&lt;br /&gt;Waslam jadi gila, tergencet karena kota semakin maju, dan ketimpangan sosial di mana-mana, mengepung Jakarta. Waslam terlunta-lunta, puncak kegilaan Waslam naik Tugu Monas, berteriak-teriak di atasnya pada orang-orang di bawahnya. Tindakan Waslam merepotkan, keadaan kisruh. Petugas Pemadam Kebakaran turun tangan. Seorang menaiki tangga. Sebuah Helikopter di atasnya berputar-putar, Waslam makin compong, melambai-lambaikan celana dalamnya. Waslam disaut Tim SAR Helikopter, lantas dibawa terbang menggunakan Helikopter. Demikian sepenggal monolog tegalan berjudul ‘Waslam’ karya Moch. Hadi Utomo yang bakal dibawakan Bramanthi S Riyadi dalam acara Perayaan Hari Sastra Tegalan di Taman Raden Saleh Semarang (TRSS) dan Taman Budaya Surakarta (TBS), Senin-Selasa (24-25/11) malam.&lt;br /&gt;Menurut Mamet, sapaan Bramanthi S Riyadi, ia tertarik membawakan monolog &lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;‘Waslam’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; karena tema yang diusung Hadi Utomo sangat menarik. Waslam berbicara tentang kepincangan sosial yang justru terjadi di pusat Kota Jakarta yang menjadi kiblat semua orang. Jakarta ternyata bukan sebuah kota yang menjanjikan. Nilai-nilai inilah yang membuat Mamet memendam ‘birahi’ pada naskah ‘Waslam’ dan ingin segera ditumpahkan.&lt;br /&gt;“Memainkan tokoh Waslam, bagi saya punya kebebasan berimprovisasi. Karena di sana ada keliaran, kesumat, dan suasana yang dibangun dalam monolog itu mencekam. Apalagi ditulis dalam bahasa tegalan, menarik untuk sebuah tantangan keaktoran saya!” ujar Mamet.&lt;br /&gt;Pada perayaan Hari Sastra Tegalan yang jatuh pada 26 Nopember, menurut Dwi Ery Santoso sangat perlu digeber dengan karya-karya tegalan. Baginya, lawatan budaya yang dilakukan para seniman Tegal dengan mengusung karyanya sendiri, dipandang amat penting karena geliat budaya yang mampu ‘dijual’ ke luar kota hanyalah lokal jenius. “Sastra Tegalan sudah membuktikan telah memiliki kekuatan dan menarik audiens di luar kota” tandas Ery.&lt;br /&gt;Menurut Ery, pada lawatan budaya ke dua kota itu, selain ikuti Mamet, Diah Setyawati membawakan puisi tegalan, Dwi Ery Santoso membawakan dua puisi tegalan karya terbarunya, HM. Iqbal membawakan puisi tegalan karya Wakil Walikota Tegal Dr Maufur, juga Nurhidayat Poso, Bontot Sukandar, Hartono Ch. Surya, Slamet Ambari, Ratna, Nurngudiono, Igho, dan Aziz Ramdon. Lawatan budaya ini diprakasai oleh Komunitas Seniman Tegal ‘Sorlem’ &lt;strong&gt;(LS)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto : MAMET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-2746642090273714407?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/2746642090273714407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=2746642090273714407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/2746642090273714407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/2746642090273714407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/waslam-ngambah-trss-dan-tbs.html' title='WASLAM Ngambah TRSS dan TBS'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SSVPi4X9zfI/AAAAAAAAAB8/TIV32iWPeiI/s72-c/MAMET.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6807032183172079769</id><published>2008-11-14T19:02:00.000+07:00</published><updated>2008-11-14T19:11:10.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>HARI SASTRA TEGALAN 26 NOPEMBER</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SR1qobHMEaI/AAAAAAAAAB0/pwixzcy0Xrg/s1600-h/B.+Sukandar.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268484381798568354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SR1qobHMEaI/AAAAAAAAAB0/pwixzcy0Xrg/s320/B.+Sukandar.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Bontot Sukandar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#6666cc;"&gt;Sastra Tegalan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#6666cc;"&gt;Ingin Menembus Batas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff99ff;"&gt;TANGGAL&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;em&gt;26 November oleh kalangan seniman Kota Tegal telah ditasbihkan sebagai Hari Sastra Tegalan. Komunitas Ngingsor Pelem atau Sorlem dalam menyambut ‘Hari Sastra Tegalan’ berencana menggelar pementasan baca puisi dan monolog Sastra Tegalan di Semarang dan Surakarta. Apa impian dengan pementasan tersebut serta bagaimana perjalanan dan sejarah ditetapkannya Hari Sastra Tegalan? Wartawan NP, Ekadila Kurniawan wawancara dengan Ketua Komintas Sorlem, Bontot Sukandar, Jumat (14/11). Berikut petikannya:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Pada 25 November nanti Komunitas Sorlem akan memeringati Hari Sastra Tegalan di Semarang dan Solo. Apa yang akan ditampilkan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Benar. Kita akan menggelar pementasan pembacaan puisi, monolog dan musik Tegalan di Gedung Kesenian Raden Saleh Semarang dan Taman Budaya Surakarta. Sejumlah seniman siap mengisi acara, seperti Hartono CH Surya, Nurhidayat Poso, Denok Harti, Dwi Ery Santoso, Bramanthi S Riyadi, Dyah Setyawati, saya sendiri, Dr Maufur dan Nurngudiono. Selain membaca puisi Tegalan, kami juga mengaransemen musik pengiring. Mereka selama ini cukup intens menulis puisi Tegalan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Mengapa digelar di Semarang dan Solo?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita akan menindaklanjuti even yang pernah menggegerkan kesusastraaan Indonesia dengan membacakan puisi Tegalan ‘Tembangan Banyak’ terjemahan Lanang Setiawan dari puisi karya WS Rendra berjudul ‘Nyanyian Angsa’ di TBS tahun 1994, Indramayu tahun 1995 sampai ke komunitas ‘Wapres’ Bulungan, Jakarta pada tahun 2006. Ternyata responsnya luar biasa. Nah, sekarang kita ingin menampilkan puisi dan monolog Tegalan karya kita sendiri, bukan karya terjemahan. Kita akan buktikan, penyair lokal pun bisa menulis puisi Tegalan yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Berarti pentas di Semarang dan Solo untuk memopulerkan sastra Tegalan?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya. Kita berusaha menembus batas wilayah, tidak hanya orang Tegal saja yang kenal, tetapi orang Jawa Tengah khususnya, Indonesia umumnya kalau ada sastra Tegalan. Karena sastra Tegalan yang kita tonjolkan bahwa bahasa Tegalan mempunyai etika dan estetika. Bukan sebagai bahasa lawakan saja. Sekali lagi kita ingin tegaskan, bahasa Tegalan pun bisa dipakai media ekspresi menulis puisi, novel dan genre sastra lainnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Sastra Tegalan bisa ‘dijual’ ke pasar?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya kira bisa. Nama Tegal sendiri sudah bukan nama kota yang asing lagi. Artis-artis yang mendompleng nama Tegal bisa tenar, seperti Cici Tegal yang bukan orang Tegal. Parto Tegal meski saat membintangi film menggunakan bahasa Indonesia, tapi karena asalnya dari Tegal, dia dikenal Parto Tegal. Kemudian selama ini, kita mengenal sastra daerah, tapi bahasanya wetanan. Saatnya yang dimaksud sastra daerah adalah Sastra Banyumas dan Sastra Sunda. Untuk Sastra Tegalan, kenapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Sejarah ditetapkannya Hari Sastra Tegalan?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkannya Hari Sastra Tegalan secara resminya 26 November 1994 mengacu atas terbitnya Tabloid Literasi yang berbahasa Tegalan pertama ada di Tegal. Jadi sekarang sudah 15 tahun berjalan, seniman yang peduli dengan sastra Tegalan selalu antusias memeringatinya, karena merasa memiliki bahasa Ibu yang patut dilestarikan. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 36 dan UU Otonomi Daerah Pasal 22 huruf m, jelas-jelas mengamanatkan kita untuk memelihara dan melestarikan warisan sosial budaya masyarakat. Bahasa Tegalan termasuk warisan budaya masyarakat yang perlu dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Apa impian setelah Hari Sastra Tegalan berjalan?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Impiannya, sastra Tegalan dapat dijadikan pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah. Jika diterapkan, generasi mendatang tetap mengenal bahasa Ibu. Coba andaikata hanya Bahasa Inggris yang selalu ditekankan siswa, memanggil ibunya, ‘you’ tidak ada unggah ungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Apakah berencana menerbitkan buku antologi puisi Tegalan?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buku antologi puisi Tegalan sudah banyak yang diterbitkan, seperti Brug Abang dan Kota Reformasi. Kita selepas pentas di Semarang dan Solo, mungkin acara puncaknya digelar di Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Sebenarnya apa sih Komunitas Sorlem?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Sorlem ini wadah seniman untuk meluncurkan ide-ide kreatif teman-teman yang tidak bisa terakomodir lembaga kesenian yang mandul, agar kegiatan seni dan budaya di Tegal tetap hidup &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6807032183172079769?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6807032183172079769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6807032183172079769' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6807032183172079769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6807032183172079769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/hari-sastra-tegalan-26-nopember_14.html' title='HARI SASTRA TEGALAN 26 NOPEMBER'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SR1qobHMEaI/AAAAAAAAAB0/pwixzcy0Xrg/s72-c/B.+Sukandar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-1957518432700192614</id><published>2008-11-13T18:57:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T19:03:58.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan Puisi'/><title type='text'>ANTOLOGI PUISI PARA DEWA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRwXY7IReII/AAAAAAAAABs/FBNAzEmIdNI/s1600-h/Komunitas+Sorlem+dan+Ikmal+(1).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268111381073328258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRwXY7IReII/AAAAAAAAABs/FBNAzEmIdNI/s400/Komunitas+Sorlem+dan+Ikmal+(1).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Antologi Puisi ‘Para Dewa’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;Menandai Sejarah Baru Kepenyairan Tegal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KOMUNITAS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; seniman Sorlem tak lama lagi bakal meletupkan ‘badai kejutan’ berupa “Antologi Puisi Para Dewa” kesenian. Antologi tersebut akan memuat puluhan puisi terutama dari para ‘dewa’ seniman Tegal yang kiprahnya tak lagi diragukan dan sudah berdarah-darah dari berpuluh tahun di dunia kepenyairan. Mereka yang telah mengumpulkan puisinya, Nurhidayat Poso, Dwi Ery Santoso, Nurngudiono, Yono Daryono, M. Iqbal, Lutfi AN, Hartono Ch Surya, Bontot Sukandar, Diah Setyawati, Wakil Walikota Tegal Maufur dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Menurut Nurngudiono, antologi tersebut sebagai bukti bahwa mereka masih kreatif dan berkaya. “Teman-teman membuktikan bahwa ternyata mereka masih kreatif dan berkarya. Banyak orang mengaku seniman, tapi banyak dari mereka yang sudah impotent, mandul, tak berkarya lagi,”&lt;br /&gt;Bagi Nurngudio yang sudah malang-melintah berkiprah di dunia seni, momen tersebut menjadi sangat penting sebagai sebuah kebangkitan kebersamaan para ‘dewa’ seni yang ada di Tegal.&lt;br /&gt;“Sekaligus ngumpulaken balung pecah, yang tadinya tercerai berai kembali bersatu lagi,” tandas Nurngudiono yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal.&lt;br /&gt;Senada dengan Nurngudiono, penyair Dwi Ery Santoso yang sudah banyak membukukan antologi puisinya menyambut dengan gembira dengan niatan Komunitas Sorlem menerbitkan antologi tersebut. Bagi Ery, antologi tersebut menjadi sangat berarti karena merupakan sebuah tanda kebangkitan kebersamaan para ‘dewa’ seni sebagai pilar lahirnya kebudayaan baru.&lt;br /&gt;“Momen ini sangat penting karena menandai lahirnya sejarah baru di dunia kepenyairan. Bukan sekadar reuni penyair para ‘dewa’ Kota Tegal, melainkan sebuah kebangkitan yang tak bisa ditunda lagi” papar Ery.&lt;br /&gt;Lahirnya kebangkitan sejarah baru dunia kepenyairan di Kota Tegal dipandang cukup perlu. Bergulirnya antologi puisi ‘Negeri Poci’ beberapa tahun silam, dinilai mereka kurang mewadai ekspresi para penyair muda Tegal. Karena antologi tersebut hanya kumpulan klangenan para penyair di luar Kota Tegal yang merasa ingin mengenang kembali pada ‘negeri poci’ Tegal yang pernah mereka singgahi. Ruh klangenan itulah yang menyebabkan banyak para penyair muda Tegal terabaikan karena antologi ‘Negeri Poci’ sekadar kumpulan sajak-sajak dari orang-orang metropolis yang kurang memahami wilayah Tegal.&lt;br /&gt;Karena itu, lahirnya “Antologi Puisi Para Dewa” menjadi sebuah media ekspresi para penyair Tegal yang amat penting, sekaligus sebagai pemicu untuk mereka lebih kreatif lagi dan tidak mandul dalam berkarya.&lt;br /&gt;“Sekaligus menjadi pemicu penulis muda yang sekarang di Kota Tegal krisis penulis muda,” ujar Ketua Komunitas Seniman Sorlem, Bontot Sukandar.&lt;br /&gt;Nurhidayat Poso selaku kurator puisi menandaskan, semua puisi yang diserahkan sudah terkumpul seluruhnya. Ada seratus lebih puisi yang dia terima, tinggal diseleksi dan dipilah-pilah. Seminggu kemudian dilempar ke percetakan dan rencananya dicetak dengan kertas yang bermutu dan luks.&lt;br /&gt;“Menandai kebangkitan sejarah baru perpuisian di Tegal ini, kami ekstra kerja siang malam, kami tidak main-main” katanya di markas Sorlem, pinggir bendungan Kalimati Tegal &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;(LS)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;KETERANGAN FOTO: -&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Para seniman dari Komunitas Seniman Sorlem terlihat akrab diskusi dengan Walikota Tegal Terpilih H. Ikmal Jaya (Foto: Lanang Setiawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-1957518432700192614?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/1957518432700192614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=1957518432700192614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1957518432700192614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/1957518432700192614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/antologi-puisi-para-dewa.html' title='ANTOLOGI PUISI PARA DEWA'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRwXY7IReII/AAAAAAAAABs/FBNAzEmIdNI/s72-c/Komunitas+Sorlem+dan+Ikmal+(1).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-7024696906267610471</id><published>2008-11-13T18:10:00.001+07:00</published><updated>2008-11-13T18:28:04.463+07:00</updated><title type='text'>KOMUNITAS ANGSA BIRU</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRwPHTthaxI/AAAAAAAAABk/KKRECKouvG0/s1600-h/Ida+dan+Bontot.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268102282341346066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 268px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRwPHTthaxI/AAAAAAAAABk/KKRECKouvG0/s400/Ida+dan+Bontot.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;Bontot-Ida Bawakan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;'Tembangan Banyak'&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;'SUNAN &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Kalimati' Bontot Sukandar bersama Komunitas ANGSA BIRU melakukan pembacaan puisi 'Nyanyian Angsa' karya WS. Rendra yang telah terjemahkan kedalam bahasa tegalan oleh Lanang Setiawan dengan mengubah judul menjadi 'Tembangan Banyak'. Bontot Sukandar yang juga Ketua Komunitas Sorlem membaca puisi 'Tembangan Banyak' itu berduet dengan penyair Ida Fitri di depan Gedung Dewan Kesenian Kota Tegal beberapa tahun lalu. Mereka membacakan puisi terjemahan tegalan itu mampu memberikan nuasa tegalan dan cukup sublim memasuki 'ruh' puisi yang mengisahkan pelacur tua Maria Zaitun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Dengan menggunakan helaian selendang, Bontot dan Ida memberikan kesegaran saat melakukan eksen di atas panggung. Kadang Bontot menari mengitari Maria Zaitun yang diperankan oleh penyair Ida fitri. Harmonisasi antara dua 'angsa' itu, tercipta menggairahkan. Sungguh, penampilan malam itu mengantar kepedihan yang disandang Maria Zaitun mampu dihadirkan oleh Ida. Tak terkecuali peran sang 'Sunan Kalimati' Bontot Sukandar yang kadang berubah menjadi Malaikat, Dokter, sampai pada lelaki Yesus apik dan mengena saat dia melakonkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;KETERANGAN FOTO : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;- Bontot dan Ida Fitri saat membaca 'Tembangan Banyak' di depan Gedung Dewan Kesenian Tegal.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-7024696906267610471?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/7024696906267610471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=7024696906267610471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/7024696906267610471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/7024696906267610471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/komunitas-angsa-biru.html' title='KOMUNITAS ANGSA BIRU'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRwPHTthaxI/AAAAAAAAABk/KKRECKouvG0/s72-c/Ida+dan+Bontot.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-195696364406691924</id><published>2008-11-13T15:56:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T16:10:21.235+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Seleb Tegal'/><title type='text'>EMPAT PESOHOR TEGAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRvuntDcM6I/AAAAAAAAABc/84RmIEnt2Tw/s1600-h/Ida,+Dewi,+Vera+dan+Ratu.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268066555016262562" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRvuntDcM6I/AAAAAAAAABc/84RmIEnt2Tw/s400/Ida,+Dewi,+Vera+dan+Ratu.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;Empat Pesohor Tegal&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;EMPAT &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;cewek ini memiliki kedasyatan dibidangnya masing-masing. Ken Ratu Adni sukmawati adalah novelis muda yang menjadi satu-satunya novelis yang baru beranjak dewasa. Namun ketika masih duduk di bangku SMP, Ratu -demikian panggilan akrabnya, telah menerbitkan kumpulan Cerpen Teenlit berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;'Sori...Gue Ga Bisa Nolak Lo'&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Pada masa itu, dia pun telah menulis novel yang kemudian menjadi Cerita Bersambung di Harian Suara Merdeka. Cerbung Ratu muncul di SM itu tiap hari Minggu dengan judul &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;'Pelangi Tiga Minggu'&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Ida Fitri adalah salah satu wanita muda yang banyak melakukan pembacaan puisi di Kota Tegal bersama kelompok 'Angsa Biru' pimpinan Bontot sukandar. Ida juga sudah banyak menulis puisi. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Sementara Verani, salah satu penyanyi yang sudah malang melintang di Batam, banyak menyabet penghargaan. Kini ia kembali ke Tegal dan masih mendapat job nyanyi dari satu kafe ke kafe yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Dewi, kakak Verani, adalah salah satu pelatih tari dan baca puisi meski untuk kalangan terbatas, namun Dewi ini pun suka juga pada dunia puisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;KETERANGAN FOTO :&lt;/strong&gt; dari kanan Ken Ratu, Verani, Dewi dan Ida Fitri dalam salah satu acara yang berlangsung di sebuah mall di Kota Tegal (Foto : Lanang Setiawan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-195696364406691924?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/195696364406691924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=195696364406691924' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/195696364406691924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/195696364406691924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/empat-pesohor-tegal.html' title='EMPAT PESOHOR TEGAL'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRvuntDcM6I/AAAAAAAAABc/84RmIEnt2Tw/s72-c/Ida,+Dewi,+Vera+dan+Ratu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-7938154229314655137</id><published>2008-11-12T21:08:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T21:35:30.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>SAJAK-SAJAK IDA FITRI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRroxrbhZ-I/AAAAAAAAAAs/TIQk5ImR_6c/s1600-h/S8301098.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267778654332610530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 475px; CURSOR: hand; HEIGHT: 351px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRroxrbhZ-I/AAAAAAAAAAs/TIQk5ImR_6c/s400/S8301098.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;Demi Sebuah Nama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;(bagi bocah Gelagat)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Demi kebesaran sebuah nama (Gelagat)&lt;br /&gt;Kita tinggalkan segala kemegahan&lt;br /&gt;Menapaki setiap jalan di sudut kota&lt;br /&gt;Bermodal nyali&lt;br /&gt;Dengan nyawa puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melangkah bersama&lt;br /&gt;Demi mendapat sekeping receh&lt;br /&gt;Kita menggedor-gedor pintu besi&lt;br /&gt;Dengan puisi mati&lt;br /&gt;Tak berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100 pujian. 1000 makian&lt;br /&gt;Senantiasa mengiringi perjuangan kami&lt;br /&gt;Menjalani proses kreatifitas&lt;br /&gt;Demi satu cita-cita&lt;br /&gt;Membesarkan sebuah nama (GELAGAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#000066;"&gt;Nikmat Sujud&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Aku bersimpuh dihadapan-Mu&lt;br /&gt;Memohon ampun&lt;br /&gt;Atas segala kesalahan&lt;br /&gt;Memohon petunjuk&lt;br /&gt;Atas segala kekhilafan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentang sajadah panjang&lt;br /&gt;Tempat aku bersujud&lt;br /&gt;Ku temukan ketenangan batin&lt;br /&gt;Yang luar biasa nikmatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku mengalir&lt;br /&gt;Bukan sebagai mutiara&lt;br /&gt;Yang keluar dari kerang&lt;br /&gt;Bukan pula sebagai hujan&lt;br /&gt;Yang turun dari langit&lt;br /&gt;Namun itulah jeritan hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafakurku pada-Mu ya Allah&lt;br /&gt;Seribu do'a kupanjatkan&lt;br /&gt;Memohon kebesaran-MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah. . .&lt;br /&gt;Sucikanlah hati ini&lt;br /&gt;Agar dalam setiap langkah&lt;br /&gt;Hanya nama-Mu yang mengiringi&lt;br /&gt;Lindungilah telinga ini&lt;br /&gt;Agar setiap waktu&lt;br /&gt;Hanya senandung pujian terhadap_Mu&lt;br /&gt;Yang kudengar&lt;br /&gt;Jagalah mulut ini&lt;br /&gt;Agar setiap saat&lt;br /&gt;Nama-Mu lah yang senantiasa&lt;br /&gt;Kusebut dalam dzikirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak Sayang untuk Abah&lt;br /&gt;Abah . . .&lt;br /&gt;Di balik lengkung kantung matamu&lt;br /&gt;Kulihat jelas lelah yang kau rasa&lt;br /&gt;Pada matamu yang memerah&lt;br /&gt;Ada duka terselinap&lt;br /&gt;Yang senantiasa kau sembunyikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah . . .&lt;br /&gt;Kuharapkan sebuah kesuksesan&lt;br /&gt;Di balik perutmu yang membuncit&lt;br /&gt;Ku berdo'a tuk kebahagiaanmu&lt;br /&gt;Agar kau mendapat balasan&lt;br /&gt;Dari segala yang kau beri pada kami,&lt;br /&gt;Anak-anakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah . . .&lt;br /&gt;Berhentilah sejenak dari kerjamu&lt;br /&gt;Duduklah bersama kami !&lt;br /&gt;Kami rindu akan candamu&lt;br /&gt;Juga nasihatmu, tuk masa depan kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah . . .&lt;br /&gt;Jangan biarkan engkau lelah&lt;br /&gt;Tuk mencari sesuap nasi demi kami&lt;br /&gt;Bahagiaku berada di sampingmu&lt;br /&gt;Bersama Ibu yang melahirkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abah . . .,&lt;br /&gt;Tak ada yang dapat ku beri&lt;br /&gt;Tuk mengganti kebahagiaan&lt;br /&gt;Yang telah kau beri pada kami&lt;br /&gt;Bukanlah sebuah rumah besar&lt;br /&gt;Atau mobil mewah&lt;br /&gt;Namun hanya sebuah sajak&lt;br /&gt;Dari anakmu&lt;br /&gt;Yang hanyalah seorang penyair jalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;Sajak Kematian&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Terpisahnya jasad dan ruh&lt;br /&gt;Membuat diri&lt;br /&gt;Menjadi gagap&lt;br /&gt;Tanpa gelagat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelap alam kubur&lt;br /&gt;Mengingatkan segala takabur&lt;br /&gt;Semasa hidup&lt;br /&gt;Dapatkah semuanya lebur ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendiri dalam gelap&lt;br /&gt;Buatku merasa takut&lt;br /&gt;Akan panas neraka&lt;br /&gt;Buatku menangis&lt;br /&gt;Akan rindu&lt;br /&gt;Wangi surgawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#009900;"&gt;Hitam Putih Aku Benci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membenci bayangan gelap&lt;br /&gt;Yang tak lain adalah hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelap gulita&lt;br /&gt;Sesekali diselingi&lt;br /&gt;Tangis menyayat hati&lt;br /&gt;"aku benci hitam"&lt;br /&gt;Itu tanda satu duka besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putih&lt;br /&gt;Bukan lagi lambang kesucian&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;Putih dijadikan selimut&lt;br /&gt;Untuk menutupi&lt;br /&gt;Segala kebusukan&lt;br /&gt;Dan kedhaliman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putih dijadikan kedok&lt;br /&gt;Membuat kemunafikan&lt;br /&gt;Sebagai sumber kepercayaan&lt;br /&gt;Menjadikan kejujuran&lt;br /&gt;Terjebak menjadi tumbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitam . . .&lt;br /&gt;Aku benci duka yang mendalam!&lt;br /&gt;Putih . . .aku benci kemunafikan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitam. Putih. Hitam. Putih.&lt;br /&gt;Hitam. Putih. Hitam. Putih.&lt;br /&gt;Aku benci&lt;br /&gt;Hitam putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;Bius Asmara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Siklus waktu berputar&lt;br /&gt;Kekuatannya mampu merubah&lt;br /&gt;Pribadi lugu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan . . .&lt;br /&gt;Sering kali&lt;br /&gt;Membuat dada&lt;br /&gt;Bernafas sesak&lt;br /&gt;Membuat otak&lt;br /&gt;berfikir sempit&lt;br /&gt;Asmara telah membius seseorang&lt;br /&gt;Menjadi pribadi asing bagi dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;Sajak Mampat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ku terdesak&lt;br /&gt;Penuh sesak&lt;br /&gt;Dalam penat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku sekarat&lt;br /&gt;Pikiranku mampat&lt;br /&gt;Hadapi aral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metamorfosa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ku tepis tangis&lt;br /&gt;Demi tawa&lt;br /&gt;Aku tertawa&lt;br /&gt;Menutupi luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;Sandiwara Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Bila hidup adalah sandiwara&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Bumi tempat kami berpijak&lt;br /&gt;Adalah panggung yang nyata&lt;br /&gt;Dan kami manusia penghuni bumi&lt;br /&gt;Adalah lakon-lakon&lt;br /&gt;Yang memerankan karakter masing-masing&lt;br /&gt;Dan nasib kami&lt;br /&gt;Adalah alur yang Kau cipta&lt;br /&gt;Dan Kau Tuhanku . . .&lt;br /&gt;Adalah sutradara alam&lt;br /&gt;Sutradara tak terbatas kuasa&lt;br /&gt;Sutradara abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hidup memang sebuah peranan semata&lt;br /&gt;Lewat alam,&lt;br /&gt;Kau merenda kalimat-Mu&lt;br /&gt;Mengejakan apa-apa yang tak terbaca&lt;br /&gt;Mendiktekan segala yang belum kami ketahui&lt;br /&gt;Dan mengajarkan kita&lt;br /&gt;Tentang hakekat kehidupan&lt;br /&gt;Adalah proses menuju kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau senantiasa memperlihatkan&lt;br /&gt;Dan memberikan kepada kami&lt;br /&gt;Kegaiban alam malakut-Mu&lt;br /&gt;Tapi Kau juga mengalingi kami&lt;br /&gt;Dari rahasia-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan . . .&lt;br /&gt;Kau benar-benar mengajari kami&lt;br /&gt;Untuk mandiri dalam bersikap&lt;br /&gt;Dan mengolah pikiran kami&lt;br /&gt;Yang tidak tahu kemana ujungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menciptakan seribu wajah&lt;br /&gt;Menjadikannya sejuta karakter&lt;br /&gt;Dan mempertemukannya dalam adegan yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh . . . betapa besar kuasa-MU&lt;br /&gt;Menciptakan segala yang Kau mau&lt;br /&gt;Menjadikannya segala yang Kau kehendaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bila memang demikian&lt;br /&gt;Kapan Kau akan mengakhiri sandiwara ini ?&lt;br /&gt;Mematikan semua tokoh dan peranannya ?&lt;br /&gt;Menjadikannya dalam hidup yang sesungguhnya&lt;br /&gt;Yang abadi . . .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;Batu Risau&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Apa yang kau cari ketika sunyi?,&lt;br /&gt;Sedang ramai yang kau butuh&lt;br /&gt;Apa yang kau ingin diantara banyak orang?,&lt;br /&gt;Sedang kau muak diantara riuh&lt;br /&gt;Kemudian kau marah karena sepi&lt;br /&gt;Kau menangis karena ricuh&lt;br /&gt;Kau berontak karena sakit&lt;br /&gt;Dan kau tertawa karena resah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kau maui dengan harimu?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sementara yang kau cari tak pernah memuaskan hasratmu&lt;br /&gt;Bagaimana kau puaskan nafsumu?&lt;br /&gt;Sementara serakah senantiasa menyelimuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilaf kau kata kau menyesal&lt;br /&gt;Ketika segala macam duniawi&lt;br /&gt;Tak lagi mampu memuaskan ragamu&lt;br /&gt;Sementara jiwamu terus kehausan&lt;br /&gt;Mencari mata air yang mampu menemukan dimana hatimu&lt;br /&gt;Yang selama ini berlari&lt;br /&gt;Bukan bersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakumu adalah memanjakan ketamakan&lt;br /&gt;Sementara ucapmu congkak penuh angkuh&lt;br /&gt;Tatapmu bengis penuh sinis&lt;br /&gt;Tapi hatimu, menangis karena risau&lt;br /&gt;Pikirmu tak tenang karena gelisah&lt;br /&gt;Dan jiwamu berontak atas penyesalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lekaslah berlalu&lt;br /&gt;Bagimu bayang masa lalu&lt;br /&gt;Cukuplah kau menjadi seonggok batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;Untukmu Ma . . .&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ma,&lt;br /&gt;Mencinta dan menyayangmu&lt;br /&gt;Tak kan ada batas waktunya&lt;br /&gt;Tak kan ada batas kasihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah engkau Ma,&lt;br /&gt;Wanita hebat&lt;br /&gt;Sumber inspirasiku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;Sssstt . . . .!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Isyarat mata&lt;br /&gt;Mata meraba&lt;br /&gt;Meraba jiwa&lt;br /&gt;Jiwa berbisik&lt;br /&gt;Berbisik hati&lt;br /&gt;Hati berkata&lt;br /&gt;"cinta"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;OA . . .OA . . .&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(Rindu dan Harap)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Suara itu,&lt;br /&gt;Adalah kebanggan dari seorang ayah&lt;br /&gt;Dan kesempurnaan bagi wanita&lt;br /&gt;Yang melahirkan Nanda dari rahimnya&lt;br /&gt;Suara itu,&lt;br /&gt;Lebih bernyawa ketimbang&lt;br /&gt;Perjuangan nafas Bunda yang terengah-engah&lt;br /&gt;Antara hidup dan mati&lt;br /&gt;Suara itu,&lt;br /&gt;Jadi air mata bahagia bagi Bapak.&lt;br /&gt;Kelak gadis kecil ini&lt;br /&gt;Akan jadi wanita hebat&lt;br /&gt;Kebanggaan dan harapan dari keduanya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;KETERANGAN FOTO: - Para anggota Komunitas Sorlem foto bersama saat menghadiri pernikahan Penyair Endhi Kepanjen -Badriyah, Senin (10/11). Penyair Perempuan Ida fitri salah satu anggota yang aktif juga di kelompok tersebut.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-7938154229314655137?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/7938154229314655137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=7938154229314655137' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/7938154229314655137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/7938154229314655137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/sajak-sajak-ida-fitri.html' title='SAJAK-SAJAK IDA FITRI'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRroxrbhZ-I/AAAAAAAAAAs/TIQk5ImR_6c/s72-c/S8301098.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6163359854673504837</id><published>2008-11-12T17:21:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T20:51:47.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi Bontot sukandar'/><title type='text'>Ketua Komunitas Sorlem</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRqydq2gHdI/AAAAAAAAAAc/dshhZm3zzSk/s1600-h/B.+Sukandar+(1).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267718936952053202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRqydq2gHdI/AAAAAAAAAAc/dshhZm3zzSk/s400/B.+Sukandar+(1).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff9966;"&gt;&lt;strong&gt;Mengenal Bontot Sukandar Ketua Sorlem&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;MENGENAl &lt;/strong&gt;Bontot Sukandar, sama artinya mengenal gelombang lautan yang tak pernah berhenti membuncah-buncah dengan riak yang ada. Bontot, demikian sapaan akrabnya itu, barangkali selama hidupnya dia abdikan untuk dunia kesenia. Ia terlibat dalam urusan kesenian sejak masih sekolah di SMEA Pius Kota Tegal di Teater Puber pimpinan Nurhidayat Poso. Menulis dan berteater adalah 'nafas hidup berkeseniannya' yang tak pernah pupus dalam situasi kere maupun berke &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;cukupan. Ia memandang hidup dengan penuh estetika yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi siapapun yang ingin menerjuni dunia ke senian. Bontot menulis puisi, bukan untuk menjadi penyair tapi hidup dengan berpuisi akan memberikan nilai positif karena di dalam nafas puisi dia menemukan pergulatan kehidupannya yang sesungguhnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"Puisi bukan apa-apa tapi puisi membuat hidupku serasa mengenal dunia di luar batas diriku sendiri," ujar Bontot yang kini mendapat gelar dari kawan-kawan seniman di Kota Tegal sebagai 'Sunan Kalimati' karena saben hari dia menjadi penunggu di lokasi warung pinggir Sorlem (Ngingsor Pelem) di dekat bendungan sungai Kalimati, Kota Tegal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dari seringnya dia memanfaatkan tempat pinggir sungai itu, ia bersama kawan-kawan seniman Tegal membentuk Komunita Seniman Sorlem. Oleh kawan-kawannya Bontot ditunjuk sebagai ketua. Beberapa even yang pernah dia kemas adalah melukis di atas bendungan Kalimati. Menggelar berbagai diskusi sastra dan pementasan. Bontot pun mendirikan juga komunitas ANGSA BIRU bersama penyair wanita Ida Fitri. Komunitas yang bergerak dalam agenda pembacaan puisi itu, juga banyak melakukan even pembacaan puisi Tegalan di berbagai tempat dan kampung demi kampung di wilayah Tegal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;'Sunan Kalimati' yang pernah menjadi wartawan POS FILM dan Tabloid TEGAL TEGAL itu, merasa perlu hari-harinya diisi dengan berkesenian karena di dalam kesenian itu, dia menemukan dirinya dan mengenal dunia lain &lt;strong&gt;(LS)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6163359854673504837?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6163359854673504837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6163359854673504837' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6163359854673504837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6163359854673504837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/ketua-komunitas-sorlem.html' title='Ketua Komunitas Sorlem'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRqydq2gHdI/AAAAAAAAAAc/dshhZm3zzSk/s72-c/B.+Sukandar+(1).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-3618940142162013846</id><published>2008-11-12T17:09:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T17:04:46.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='http://www.begawantegal.blogspot.com'/><title type='text'>KEPEDULIAN WALIKOTA TERPILIH PADA SENIMAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRrh8By5J1I/AAAAAAAAAAk/ZxoWvex4NKs/s1600-h/S8301135.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267771135553513298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 465px; HEIGHT: 353px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRrh8By5J1I/AAAAAAAAAAk/ZxoWvex4NKs/s400/S8301135.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRqtJ4zv0bI/AAAAAAAAAAU/W6Vpe28LlAY/s1600-h/Seniman+di+acr+Pengantin+Endhy+(1).JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;Ikmal Jaya Kunjungi &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,153,255)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,153,102);font-size:180%;" &gt;Komunitas Sorlem&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,0,204);font-size:180%;" &gt;WALIKOTA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Tegal Terpilih, H. Ikmal Jaya, SE.AK, nampak asyik berbaur dengan para seniman. Selasa siang (11/11) pukul 13.00 WIB, Ikmal Jaya tak canggung makan siang dengan sayur asam di warung Sorlem, tempat berkumpulnya para seniman Tegal yang tergabung dalam Komunitas Sorlem. Ikmal sengaja berkunjung ke sana karena ingin mendapatkan masukan dan mengakomodir kepentingan mereka, sehingga kemajuan seni kebudayaan di Kota Tegal bisa maju secara bersama. “Karena itu, seniman Tegal jangan sampai pecah,” tandas Ikmal.&lt;br /&gt;Menurut Ikmal, dalam setiap organisasi apapun, perbedaan itu tetap ada, tetapi dari perbedaan itu janganlah menjadikan perpecahan. Diharapkan perlu adanya islah diantara para seniman.&lt;br /&gt;“Pengurus Dewan Kesenian Kota Tegal harus islah. Sebab jika kepengurusan sekarang terpecah menjadi dua kubu, karya mereka tidak maksimal. Saya akan mengislahkan agar semua kepentingan para seniman dapat terakomodir dengan baik” katanya.&lt;br /&gt;Titik berat pemerintahan Ikmal&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, Ikmal pun menandaskan, titik berat pemerintahannya nanti bagaimana memajukan dunia pariwisata. Karena pariwisata itu salah satu aset Kota Tegal yang perlu dikembangkan.&lt;br /&gt;“Secara otomatis, jika dunia wisata berkembang, dunia kesenian pun turut maju pula,” katanya.&lt;br /&gt;Gagasan Ikmal mengembangkan dunia pariwisata, sangat didukung. Nurhidayat Poso, salah satu seniman yang hadir dalam pertemuan itu menyambut baik gagasan itu tetapi dengan catatan bahwa pariwisata tidak hanya dilandasi mental ekonomik yang mengekplitasi apa saja, termasuk kesenian, tetapi hanya dengan semangat dagang. “Pariwisata dan seni harus tumbuh secara sehat dan proposional,” katanya.&lt;br /&gt;Adanya rencana pembangunan Taman Budaya Tegal (TBT) pada anggaran tahun 2009 mendatang, Dwi Ery Santoso mengharapkan seyogyanya pengelolaan TBT nanti ditangani oleh Pemkot melalui SKPD atau semacam UPTD. Tetapi untuk urusan estetika dan artistik tetap diserahkan kepada seniman. Bahkan, kelak TBT itu tak alergi dipakai untuk kegiatan umum bahkan kegiatan pelatihan kader partai manapun yang ada kontribusinya. “Ini bisa meringankan perawatan TBT,” tandasnya.&lt;br /&gt;Yang perlu menjadi perhatian pada pemerintahan Ikmal Jaya nanti, adalah soal pentas bulanan yang selama ini ditangani oleh salah satu instansi kebudayaan di Pemkot Tegal yang dinilai kurang melibatkan institusi seni. Sehingga even yang diselenggarakan kurang bariatif. “Seni-seni serius dan alternatif selama ini tidak tersentuh. Misalnya pementasan teater, baca puisi dan kesenian moderen lainnya,” tandas Nurngudiono yang di-ia-kan para seniman yang hadir.&lt;br /&gt;Menangapi kegelisahan para seniman itu, dalam pemerintahan Ikmal Jaya nanti, hal itu tidak akan terjadi. Ikmal akan memberikan tempat terhormat terhadap mereka agar semua elemen masyarakat Kota Tegal berkembang dan maju.&lt;br /&gt;“Insya Allah, saya ini ingin membangun Kota Tegal lebih maju” tandas Ikmal.&lt;br /&gt;Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Komunitas Sorlem, Bonto Sukandar, Hartono Ch Surya, Bramanthi S Riyadi, Agus Nurwanda, Widodo, Nurhidayat Poso, Lukman Jiwa, Dwi Ery Santoso, Nurngudiono dan lain sebagainya. “Kedatangan Walikota Tegal Terpilih Ikmal Jaya mengunjungi Komunitas Sorlem, merupakan langkakh lanjutan Ikmal untuk membuktikan bahwa dia komit dengan kesenian. Diharapkan hal semacam ini terus berlanjut, agar kesenian terus beriring dengan perkembangan perekonomian Kota Tegal” pungkas Bontot Sukandar &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;(LS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KETERANGAN FOTO&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;:&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;-&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt;Para seniman Komunitas Sorlem foto bersama dengan Walikota Tegal Terpilih H. Ikmal Jaya SE. AK (berdiri nomor tiga dari kanan), Selasa (11/11) di Sorlem, seusai membahas perkembangan seni dan budayaan di Tegal &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,0,204)"&gt;(Foto: Lanang Setiawan) http://www.begawantegal.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-3618940142162013846?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/3618940142162013846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=3618940142162013846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/3618940142162013846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/3618940142162013846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/kepedulian-walikota-terpilih-pada.html' title='KEPEDULIAN WALIKOTA TERPILIH PADA SENIMAN'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRrh8By5J1I/AAAAAAAAAAk/ZxoWvex4NKs/s72-c/S8301135.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6740870481878206381</id><published>2008-11-12T16:59:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T09:49:28.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><title type='text'>HARI SASTRA TEGALAN 26 NOPEMBER</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRqrBz6DWTI/AAAAAAAAAAM/WI_5QjY4szQ/s1600-h/para+seniman+sorlem.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267710761765132594" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 397px; height: 306px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRqrBz6DWTI/AAAAAAAAAAM/WI_5QjY4szQ/s320/para+seniman+sorlem.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Hari Sastra Tegalan 26 Nopember&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Seniman Tegal Kampanyekan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;Estetika Sastra Tegalan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);font-size:130%;" &gt;PARA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;seniman Tegal yang tergabung dalam Komunitas Sorlem akan mengadakan pentas keliling baca puisi, cerpen dan monolog bahasa tegalan ke Solo dan Semarang pada Selasa (25/11) mendatang. Menurut salah seorang seniman Nurngudiono, kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan ‘Hari Sastra Tegalan’ yang jatuh pada tanggal 26 Nopember, sekaligus sebagai wujud kepedulian seniman Tegal terhadap eksistensi sastra tegalan untuk mengangkat citra bahasa Tegal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"Selama ini bahasa Tegal dianggap sebagai bahasa yang tidak etis untuk digunakan sebagai alat komunikasi antar lintas kalangan. Bahasa Tegal hanya digunakan sebagai bahasa lawakan yang konotasinya menjurus pada pelecahan dialek," kata Nurngudiono.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Padahal, kata Dwi Ery menambahkan, bahasa tegalan mempunyai etika dan estetika yang tinggi. "Bahasa Tegal mempunyai estetika yang tinggi sehingga dapat dijadikan karya sastra yang sepadan dengan karya sastra dunia lainnya,"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Direncanakan, pentas baca puisi, cerpen dan monolog tegalan ini akan digelar di TVRI Jawa Tengah atau Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dan Taman Budaya Surakarta (TBS). Agenda para seniman Tegal ini siap disambut oleh dalang Wayang Suket Slamet Gundono dan Ketua Dewan Kesenian Semarang, Marco Manardi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Menurut Ketua Komunitas Sorlem, Bontot Sukandar, para seniman yang akan menjadi wali penyampai nilai-nilai estetika bahasa tegalan baik melalui puisi, cerpen maupun monolog yaitu Nurngudiono, Dwi Ery Santoso, Nurhidayat Poso, Dyah Setiyawati, Lanang Setiawan dan Dr Maufur dengan membacakan puisi tegalan. Sedangkan Bramanthi S Riyadi membawakan monolog tegalan ‘Waslam’ karya Moch. Hadi Utomo, dan Hartono Ch Surya siap membacakan cerpen tegalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Diharapkan, lanjut Bontot, Pemerintah Kota Tegal bersedia memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kegiatan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"Tak hanya itu, nantinya bahasa tegalan dapat dijadikan mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah yang setara dengan bahasa daerah lainnya seperti cirebonan dan banyumas," kata Bontot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dijelaskan, acara serupa pernah digelar di berbagai kota besar seperti di Wapress, TMII, Pasar Seni Ancol Jakarta, Indramayu, Solo sebanyak tiga kali serta Yogyakarta sebanyak dua kali&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;(Hamidin Krazan)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;strong&gt;KETERANGAN FOTO:&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;em&gt;Para seniman Tegal yang tergabung dalam Komunitas Sorlem tengah membahas Kampanyekan Estetika Sastra Tegalan ke TBS dan Semarang dalam rangka menyambut ‘Hari Sastra Tegalan’ yang jatuh pada tanggal 26 Nopember, Senin (10/11)&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(Foto Lanang Setiawan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6740870481878206381?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6740870481878206381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6740870481878206381' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6740870481878206381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6740870481878206381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/hari-sastra-tegalan-26-nopember.html' title='HARI SASTRA TEGALAN 26 NOPEMBER'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRqrBz6DWTI/AAAAAAAAAAM/WI_5QjY4szQ/s72-c/para+seniman+sorlem.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4962050612855939670.post-6811042975412812250</id><published>2008-11-10T18:54:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T09:45:31.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Hamidin: www.tegalseksi.blogspot.com'/><title type='text'>AKU</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Oleh Hamidin Krazan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;tulis saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;huruf a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;huruf k&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;huruf u&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;dengan a kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;dengan k kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;dengan u kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;tulis saja aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;di setiap kening&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;orang-orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;yang lalu lalang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;di setiap hari tanpa pening&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;tulis saja aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;di setiap senyum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;meski di bibir madraup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;bersama kucur keringatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;tercecer tak terbatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;hari kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;tulis saja aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;di setiap alir sungai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;di pintu laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;kadang mengalir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;kadang muntahkan rob&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;namun ikan-ikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;tetap beranak pinak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;mijah harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;bagi para pemancing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;tulis saja aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;dengan huruf kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;dengan tinta embun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Slawi, 14/11/2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4962050612855939670-6811042975412812250?l=komunitassorlem.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/feeds/6811042975412812250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4962050612855939670&amp;postID=6811042975412812250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6811042975412812250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4962050612855939670/posts/default/6811042975412812250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitassorlem.blogspot.com/2008/11/aku.html' title='AKU'/><author><name>ANGSA BIRU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04694726587797795215</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_1EOxbma5_80/SRuMuf7HHSI/AAAAAAAAAA8/orN7JmIgZI4/S220/B.+Sukandar+(1).JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
